Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
episode 32


__ADS_3

Alya terbangun,di rasanya perasaannya tak lagi seperti kemarin selalu mual, Alya berjalan keluar di teras balkon.


Sudah seminggu Dia tak perna ke kantornya. Alya berjalan masuk utk ke kamar mandi.


Setelah mandi rasanya tubuhnya telah segar. Alya yg cuma melilit kan handuk di tubuhnya,melihat dirinya di cermin. Dan mengelus elus perutnya yg masih rata.


Alya tersenyum membayang kalau sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu.


"Sabar ya.. Nak,Ibu akan berusaha membesarkan diri mu.., walaupun tanpa Papa.. "Alya mengelus elus lagi perut.


Hari ini Mood Alya sedang baik. Alya menelpon Anjas agar menjemput nya krn akan masuk kantor.


Alya kemudian masuk ke kamar mandi dan berpakai yg rapi utk berangkat ke kantornya.


Dokter Anita Dan Bik Ina masuk sambil membawakan sarapan dan obat vitamin utk Alya.


Alya makan lalu minum vitamin nya ,tak lama Anjas datang. Anjas memang sudah tau sandi Apartemen Alya.


Anjas melihat Dokter Anita yg tampak dingin ,Anita tersenyuman pada Anjas.Namun Anjas tak membalasnya.


"Oya kenalkan, ini Dokter yg akan merawat Aku ..."Kata Alya pada Anjas,Namun Anjas hanya memandang Dokter itu dengan cuek.


"Anjas... " Sambil mengulurkan tangannya.


"Anita.... ,"Dengan malu malu,menjabat tangannya Anjas.


Deg.. deg.. deg..


Mungkin begitu lah jantung Anita.Yang melihat wajah tampang Anjas, Namun Anjas lalu berpaling ke arah lain.


"Duuh tampan banget.. tapi sayang, es balok... "Guman Anita.


Anjas lalu berlalu dengan Alya utk ke kantor.Tanpa Menolek ke Anita. Anita yg di cuekin jdi kesel.


*****


Anjas dan Alya sebentar lagi sampai di kantor, kadang Anjas mencuri pandangan pada Alya,yg lagi menatap laptop nya.


Alya yg sibuk dengan laptop tak memperhatikan Anjas.


Saat akan memasuki kantor Alya,terlihat Arka akan berjalan. ke kantornya pula di ikuti.


asistennya Ari.


Alya melihati Arka, namun Arka langsung memandang ke arah lain, Dia tak lagi menyapa Alya. Ada rasa sakit dlm diri Alya.


Bagaimanapun Alya merindukan suaminya itu. apalagi saat seprti ini,Alya sedang hamil .


Tak terasa air mata Alya menetes,memandangi Arka yg tak menoleh padanya.


Dia Sebenarnya sangat merindukan Arka, tapi bila Alya ingat pengkhianatan Arka, Alya Jdi membencinya.

__ADS_1


Arka terus berjalan ke arah kantor nya, dengan Ari setia mengekor di belakang nya.


Alya sudah memasuki kantornya, dengan melangkah di ikuti oleh Anjas di belakang nya.


Para karyawan menunduk hormat pada Alya dan Anjas, dan mereka pun membalas dengan senyuman.


Anjas memasuki life khusus mereka. Walau hati Alya kacau namun berusaha menutupinya dari para karyawan nya.


Mereka telah sampai di atas, sambil membuka laptop nya. Alya bertanya pada Anjas.


"Ada apa saja hari ini jadwal yg yg ada... "Tanpa menatap Anjas.


"Hari ini ada jam 09.00 undangan peresmian" Al group..". " Kata Anjas sambil melihat Catatannya dan melihat semua jadwal hari ini. Anjas memberikan undangan pada Alya.


Alya mengambil undangan itu.Lalu membacanya.


"Oh.. perusahaan bagian penjualan dan produksi mainan anak yg pertama dan termewah di negara ini..."Kata Alya sambil menatap undangan itu.


Lalu Alya mendengar dengan seksama semua jadwalnya hari ini lalu menatap laptop nya.Anjas setelah menerangkan lalu pergi meninggalkan ruangan Alya.


******


Jam sudah menujukan pukul 9.00 namun Anjas belum juga menjemput Alya,Alya menelpon namun tak juga di angkat.


Jam 09.30 barulah Anjas masuk, tanpa berkata apapun Alya lalu keluar rungannya.Anjas lalu ikut di belakang Alya.


Jalan macet, membuat mereka harus nunggu lama baru sampai di gedung tersebut tempat "AL gruop " .


"Emang kenapa Nona... "Tanya Anjas heran, sudah capek sampai kesini dengan perjalanan 1 jam.


"Kita terlambat, mungkin peresmian sudah di lakukan,... lihatlah tamu sudah berdesakan.... "Kata Alya.


"Ternyata perusahaan ini sangat termewah di negara ini..."Fikir Alya sambil menatap bangunan mewah di depannya.


Anjas tetap masuk kedalaman area parkir gedung tersebut.


Area itu sdh di penuhi oleh mobil para tamu. Anjas memarkirka mobilnya di tempat parkir khusus presdir pemilik gedung tersebut.


"Kenapa parki di sini... "Tanya Alya.


"Tak apalah Nona.. Lagian sisa ini yg kosong,lahan parkir lain sudah penuh... "Kata Anjas,kemudian mempersilakan Alya turun,sambil menutup lagi pintu mobil.


Alya menatap para tamu yg sangat ramai itu dari kalangan org yg terpandang dan pengusaha besar dari berbagai daerah dan negara.


Wartawan pun sudah siap dengan kamera mereka masing-masing.


Alya menatap Anjas.


"Apa sebaiknya kita pergi saja, Aku malu masuk karna kita sudah sangat terlambat.. "


Terdengar dri arah area acara .

__ADS_1


"Kami minta maaf karna terlambatnya acara dari jadwal yg kami rencanakan....


"Tu...kan acaranya blum di mulai ..."Kata Anjas, sambil terus berjalan masuk ke area acara. Alya yg ikut hanya ikut di samping Anjas tanpa menatap tamu undangan.


Ternyata Ari membawa Alya masuk ke arah kursi yg kosong di depan para tamu.Yang di samping nya sudah terisi seorang.


Karna Alya yg cuma menundukan ehwajahnya tak memperhatikan orang yg di sampingnya.


Setelah duduk,Alya baru sadar kalau di sampingnya adalah Arka.


Deg.. deg.. deg...


Kayak itu lah jantung Alya.


Terdengar suara di panggung yg membawa acara.


"Para hadirin dan undangan acara akan segera di mulai... karna Istri dari Tuan Arka ...sekaligus pemilik "Al group " telah tiba... mari kita persilakan...


Arka memengang tangan Alya, lalu melangka ke arah pita yg akan di potong, Alya yg melihat perlakuan Arka tak berusaha untuk menolak karna, banyak undangan dan wartawan, melihat mereka.


Bagaimana pun Publik tak boleh tau kalau Arka dan Alya ada masalah .


Arka terus memengang Alya dan mengisi sela-sela jari Alya dengan jari Arka.


Sekilas Alya menatap tangannya yg di pegang Arka, tapi Arka pura-pura tak melihat pandangannya ke depan dan tersenyum kepada undangan dan wartawan yg telah mengambil gambarnya.


Alya sebenarnya kaget karna yg membuat para undangan menunggu adalah dirinya.Dia tak ingin reputasi suaminya di mata para undangan turun karna dirinya.


Alya hanya terus mengikuti langkah Arka,yg dengan semyum manis di wajahnya.


Ari dan Anjas ikut di samping mereka.


"Pasti karena Alya, ...senyum Tuan Arka kayak org menang lotre... "Guman Ari ambil menatap Arka.


Seorang karyawan memberikan gunting pada Alya, Alya memotong pita tersebut dan para undangan bertepuk tangan.Kini jari Alyaa telah di lepaskan oleh Arka.


Arka membawa para undangan untuk melihat hasil produksi dan yg akan di pasar oleh perusahaan tersebut.


Alya mencoba menjauh,tapi Arka merai jari Alya lalu memegangnya seperti tadi.


"Pintar juga.... Dia manfaat situasi seperti ini agar Dia bisa dekat dengan ku... "guman Alya.


"Lepas tanganku.... "lirih Alya, tapi wajahnya tersenyum pada undangan .


Arka pura-pura tak dengar, mala lebih mendekatkan tubuhnya ke arah Alya. Alya yg di perlakukan seperti itu hanya tetap senyum pada tamu.


"Cepat lepas kan tanganku, Aku lelah ingin Istrahat... " Alya pura"agar bis melepaskan diri dari Arka.


Arka tak melepaskan tangan Alya. Arka hanya mengatakan pada Ari agar mengambil alih utk menemani para tamunya.


Arka berjalan ke arah ruangannya ..

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2