
Alya tak bisa tidur karna mengigat teror itu.
Arka malam ini berangkat ke
markasnya bersama Ari.
Arka ke sana untuk menyelidiki siapa teror perusahaan Alya.
Arka meminta Alya tidur di kamarnya di hotel.
Arka sekarang masih di markas.
"Apa kau sudah mengetahuai siapa pelaku teror itu. "kata Arka.
"Dari motor yg di kendarai setelah kami selidiki ternyata Dia adalah anak buah Alam tuan"kata anak buah suruhan Arka.
"Beraninya Dia main -main denganku"kata Arka geram.
"Dan mereka merencanakan penculikan Nona Alya bila perusahaan nya tak segera di tutup "langjut anak buah Arka.
"Mereka tak akan perna menculik wanita ku, Selama Aku masih ada. "kata Arka.
Arka Sebenarnya ingin pulang ke mansionnya menginap tapi karna kwatir akan diri Alya di hotel,Arka membatalkan pulang ke mansionnya.
Sementara Alya yg dari tadi tak bisa menutup mata,Dia begitu gelisah.
Andaikan ada Arka mungkin Dia tak seperti i ini. tapi Arka tadi bilang malam ini akan pulang ke mansionnya.
Alya mencoba lagi memejamkan matanya, lagi -lagi rasa ke takutan dlm dirinya begitu besar.
Tiba-tiba Alya mendengar ada suara langka kaki mendekat di depan kamar nya.
Alya bangun dan mengambil sapu dan berdiri di balik pintu.
Tak lama kamar itu terbuka, langsung Alya memukul org itu sampai-sampai gagang sapunya patah .
"Hentikan ini Aku... "teriak Arka.
Alya mendengar suara Arka langsung menghentikan, lalu dinyalakan lampunya.
Arka tak nomor sandi pintunya jadi Alya tak di bangunannya.
Arka pura-para ke sakitan .
Melihat Arka ke sakitan Alya lalu menompa tubuh Arka menuju ke arah sofa.
Lalu di dudukan di sofa.
Alya melihat kaki Arka yg tadi di pukul dgn sapu.
Alya lalu mencari kotak obat, lalu mengobati yg memar.
Arka pura-pura teriak ketika tangan Alya menyentuh lukanya.
"Maaf kan Aku..., kau sih tak beritahu bila akan pulang kesini.. "kata Alya merasa bersalah dan kasihan pada Arka.
Melihat Alya dengan wajah sedih begitu Arka tertawa.
Arka memengang tangan Alya dan mencium tangan itu.
"Apa luka masih sakit?, "
Arka memgeleng..
"jadi kamu cuma pura-pura ya.. "
Arka tertawa lalu menarik Alya dalam pelukannya .
Alya di sandarkan di dadanya lalu di cium ujung rambut Alya yg begitu harum.
"Aku tadi mengira kamu sudah tidur''kata Arka.
"kenapa belum tidur sayang... "kata Arka lagi.
"Aku takut,.. "kata Alya
"Apa karna teror itu.. "tanya Arka.
Alya mengangguk.
"Aku akan selalu ada di sisimu, jadi jangan takut lagi ya.. "
"Tak ada yg akan menganggumu" sambil menatap wajah Alya yg melihat ke atas.
"Kamu tidur ya.. ,Aku akan menjagamu.. "bisik Arka.
Arka mencium kening Alya. Dan Alya berbaring dan menjadikan paha Arka sebagai bantalnya.
Tak lama Alya pun tertidur.
Arka tak tega melihat tubuh Alya tidur posisi seperti ini.Di atas sofa.
Arka mengakat tubuh Alya ke pembaringan lalu di selimut tubuh Alya dan Dia pun masuk dlm selimut.
Arka mencium kening Alya, dan menatap Alya yg lagi tidur.
__ADS_1
"Kamu memang sangat cantik Sayaaaang... "
Arka memeluk Alya. lalu diapun tertidur juga,di samping Alya.
Dengan Cepat Arka sudah terbawa dlm mimpi karna rasa nyaman di saat bersama gadis di cintainya.
******
Arka sudah bangun, namunn Alya masih tertidur.
Arka menelpon Ari agar mencari bukti yg jelas untuk melapor kan Alam.
Arka yakin Alam merasa tersaingi dengan perusahaan Alya.
Maka dari itulah Alam mencoba mengusir dan menutup perusahaan Alya.
Dan Alam pun belum tau kalau yg punya perusahaan itu ada Alya. dan Alya tak punya musuh
Tak lama Alya pun terbangun,Arka mendekati Alya.
Arka duduk di samping Alya.
Alya tersenyum pada Arka.
Arka menatap Alya,
"Kenapa menatap Seperti itu.. "kata Alya.
"Kau tau Sayaaaang, kamu itu bangun tidur aja masih sangat cantik.., "puji tulus Arka.
"Hemm... gombal, "sambil bermaksud turun utk ke kamar mandi.
Arka justru menarik tangan Alya agar tak bangun dari tempatnya.
Arka menarik Alya lalu mencium bibir Alya.
Alya mendorong tubuh Arka.
Arka melepaskan ciumannya.
"Aku belum mandi, Aku masih bau.. "kata Alya malu-malu karna Arka sudah mandi dan rapi.
"Walau tak mandi kamu tetap candu bagiku.. "kata Arka lalu menarik lagi tubuh Alya.
Kini Alya diam saja di biarkan Arka memperdalam ciumannya hingga ke habisan oksigen, baru Arka melepaskannya.
Alya kemudian ambil kesempatan itu dan lari ke kamar mandi.
Tak lama Alya memanggil Arka.
"Tolong ambil kan handuk "kata Alya.
"Hmm, baiklah"arka menuju ke lemari pakainya di ambil handuk dan baju milik nya krn kamar Alya disamping.
Arka membawakan pakai itu.
"buka pintu nya"kata Arka.
"Tapi jangan ngitip ya.. "teriak Alya.
"Iya... cepatan bukain.. "balas Arka.
Alya membuka pintu lalu mengeluarkan tangannya.
Arka memberi pakaian itu. Lalu kembali ke sofa dan menelpon Andi agar membawakan naik minuman dan makanan ke kamarnya.,
Tak lama kemudian Alya keluar dari kamar mandi sambil kepalanya di lilit handuk.
Baju kaos Arka yg Alya kenakan sampai di atas lutut.
Alya melihat makanan di meja depan Arka.
Tanpa di persilakan Alya langsung duduk di samping Arka dan memakan makanan itu.
Arka hanya melototkan matanya. Karna Baju Alya saat duduk memperlihatkan paha nya yg putih dan jelas terlihat dada yg menonjol karna tak bawa dalaman ganti tadi.
"Apaaan sih liatin terus... Aku lapar ni.. "kata Alya terus makan sampai mulutnya penuh.
"Tak apa,,"kata Arka tersenyum lalu mengambil makanan juga.
Arka membalik badannya ke arah lain.
Selesai makan, Arka belum juga melihat Alya.
"Kenapa sih dari tadi menghadap ke dinding.. "kata Alya sambil mengumpulkan bekas piring kotor.
''Kamu gak pakai dalaman kan..?. "kata Arka pelan.
Alya melirik dirinya.,barangnya yg kenyal dan padat keduanya terlihat menonjol dan jelas, karna tadi mungkin habis mandi buru - buru Dia memakai baju nya.
Alya langsung mengambil handuk lalu menutup pi dadanya.
Wajah Alya memerah.
"Kau tau aku tuh lelaki normal, barangku bisa bangun kalau liat gituan "kata Arka tapi tetap tak menoleh ke Alya.
__ADS_1
Alya berdiri, utk ke kamar nya.
namun di tahan sama Arka. Arka menarik Alya.
Arka melu**t bibir Alya,dan mencumbuinya,tak lama kemudian di lepas nya.
"Aku takut tak bisa menahan hasratku padamu... "kata Arka.
Lalu berdiri,berjalan ke arah pintu.
"Aku akan ke perusahaan krn hari ini,Ari Aku perintahkan menuntaskan org yg telah teror perusahaan mu,"kata Arka sambil balik menatap Alya.
Alya berjalan ke arah Arka.
"Kalau telah selesai, Aku ingin secepatnya kita menikah... "ucap Arka.
Alya mengangguk dan tersenyum.
"Makasih ya.. Kau selalu ada untukku.. "kata Alya lalu memegang tangan Arja.
Alya mencium pipi Arka.
"Ummma... "
Arka membalas dan mencium kening Alya.
"Kalau kau seperti ini bagaimana Aku bisa pergi.."kata Arka,mengoda Alya.
Akhirnya Alya melepaskan tanganya.
"Iya.. Iya.. kalau begitu pergi lah.. "sambil senyum.
Arka rasanya tak ingin meninggalkan Alya,tapi karna ada sesuatu yg sangat penting Dia lakukan.
Arka kemudian keluar dan Alya pun ikut untuk mengambil pakaiannya.
"Sebaiknya pindahkan saja barang mu ke Kamarku,.."kata Arka ketika Alya masuk ke kamarnya.
Arka pun berlalu dan turun ke bawah dan menyebrang jalan dan memasuki gedung miliknya.
Semua karyawan dan karyawati menunduk hormat pada Arka.
"Duuuuuh... ganteng bangeet "kata Lena karyawati yg centil itu. sambil menelan air liur nya.
"Iya.. wanita yang mendptkannya Adalah yg paling beruntung "kata Eni temannya.
"Jadi istri simpanannya saja Aku... "kata lena.
"Enak aja... tersenyum saja tdk.. apalagi jadi simpanan nya.. "kata Eni mengejek.
Arka mendengar kan pembicaraan mereka dengan masa bodoh.
Karna buru-buru Arka Berlalu Dari Sana.
Sampai di atas, Arka langsung masuk keruangan nya.
Sekretaris nya masuk membawa berkas untuk di tanda tangani.
Lalu keluar lagi.
Arka memeriksanya berkas tersebut.
***
Ari menelpon Arka.
Ari meminta Arka dan Alya untuk datang ke kantor polisi utk melaporkan Alamsya group, pelaku teror di perusahaan AA group milik Alya.
Arka menelpon Alya agar bersiap-siap. Dan Dia akan menjemput Alya.
Alya turun dari lantai dasar dan menunggu Arka.
Tak lama datang lah Arka. membawa mobil sendiri.
Alya Naik ke samping Arka,lalu Arka pun menjalankan mobilnya di kantor polisi yg mana Ari telah menunggu.
"Apa bukti-bukti cukup kuat untuk menjerumuskan mereka ke tahanan.. "kata Alya.
"Apakah kau tak yakin dengan kerja anak buah ku.. "kata Arka sambil tetap menatap jalan kedepan.
"Aku yakin Tuan Arka yg terhormat... "kata Alya,karna seperti nya Arka datang lagi penyakit sombong dan aroganya kambung lagi...
*****
bersambung
di episode selanjutnya aku akan hadirkan cinta masa SMA Arka..
buat yg penasaran baca terus yuk..
Maaf ya bila ada yg tak suka dengan Alur ceritanya..
Aku itu sebenarnya suka bangeet baca novel, tapi kalau ceritanya terlalu berbelit belit kadang aku pindah baca yg lain.
jadi saya mencoba menulis di mana tak terlalu berbelit belit
__ADS_1
yang suka mohon like dan komennya 🙏🙏🙏