
Alya membelalakan matanya saat melihat dlm kamar itu. Kamar itu telah di beri warna pink dan perlengkapan bayi serta mainan bayi, box bayi, ayunan telah lengkap.
"Apakah ini kamu yg lakukan,.. " sambil menatap Arka.
Arka mengangguk sambil tersenyum.
"Apakah kau suka.." kata Arka.
Alya mengangguk dan memeluk suaminya itu.
"Kenapa kau tak bilang dari tadi, jadi aku tak seharusnya membuat rusak pintu kamar anak kita... "Kata Alya.
"Aku tak ingin seperti anak Ari, sediakan kamar warna pink ,tapi anaknya lahir cowok... "Sambil tertawa, Ari pun ikut tertawa karna sampai sekarang kamar anaknya belum juga di ganti.
"Terus kalau anak kita cowok gimana?"
"Sini kita ke kamar sebelah.. "Arka memengang Alya utk keluar ke kamar itu lalu menarik ke kamar tempat Bik Ina dulu di tahan.
Arka membuka pintu dan Alya melihat ruangan kamar itu warna biru.
"Kalau anak kita cowok maka tempatnya di sini.. "Senyum Arka .
"Jadi kamu siapin dua-duanya..,Aku tak menyangka kalau kamu ternyata sejauh ini telah melakukannya untuk anak kita. "kata Alya terharu akan kelakuan Arka.
"Dia anak kita maka Aku akan memberikan yg terbaik utknya... "Sambil mengusap kepala Alya.
"Apa Kau ijin kan Aku kekantor sekarang Sayaaaang..."
Alya mengangguk, Arka lalu mencium keningnya lalu keluar dari mansion yang di ikuti Ari.
Mereka lalu berangkat ke kantornya.
Perusahaan Alya di percayakan kepada Anjas, selama Alya hamil, Arka tak ingin Alya kerja keras. walau hanya duduk terlalu lama.
Alya menelpon Anjas agar menjemput Dokter Anita diaparteme nya. Agar menjemputnya membawa ke mansion Arka.Karna Alya menetapkan di mansion Arka.
Anjas yg di perintahkan Alya menjemput Anita telah sampai di apartemen Alya.
"Bik Ina, apakah Dokter Anita sudah siap..? "
"Iya sebentar lagi Dia akan turun... "belum lama Dokter Anita telah turun dengan pakai seorang Dokter Dia sangat kelihatan cantik dari biasa.
Dokter Anita membawa perlengkapan utk keperluan Alya.
Anita masuk di kursi jok belakang ,
"Duduk di depan, kamu kan buka Nona Alya... "Bentak Anjas dingin.
Akhirnya Anita turun lalu masuk ke kursi depan samping Anjas.
__ADS_1
"Pakai sabuk pengamannya... "
"Anita memakainya lalu melihat ke jendela kaca dan takut melihat Anjas.
"Kenapa Aku selalu berdebar ya kalau dekat dengan es balok ini.. "fikir Anita.
Anjas yg menjalan kan mobil hanya tertuju pada jalan.Tak perna sedikit pun Dia menatap Anita. Sedangkan Anita mulai menatap Anjas.
"Jangan tatap Aku seperti itu aku tak suka " bentak Anjas, membuat pipi Anita merah karena malu.
"Sial...Dasar bodoh aku, kenapa aku menatapnya... "maki Anita pada dirinya sendiri.
"Nona Alya menyuruh aku membelikan buah tadi,dan beberapa pesanan lainnya minggir lah depan mall itu... "Anita menunjuk sebuah Mall.
Anjas akhirnya berhenti lalu memarkirkan mobilnya. Dia mengikuti Anita masuk ke dlm mall tadi.
" Anita... "Teriak seseorang, sambil menghampiri Anita dan Anjas. lelaki itu mantan pacar Anita langsung menarik tangan Anita lalu menangis.
"Aku minta maaf.. ,karna telah mengkhianatimu.. "sambil tetap mengengam tangan Anita.
"Sudah lah lupa kan karna, aku sudah melupakanmu..., jadi pergilah..."mencoba melepaskan tangannya dari genggaman lelaki itu.karna banyak mata yg melihat mereka.
"Aku masih mencintaimu..., Aku ingin kamu jadi milikku..., Aku ingin kita menikah... "Kata lelaki itu tak ingin melepaskan tangannya Anita.
melihat hal itu Anjas kesal karna mereka buru-buru karna Dia akan kembali ke kantor lagi.
"Lepaskan calon istri saya..., atau Aku akan menghajar mu... "Kata Anjas lalu melepaskan tangan lelaki itu dari tangan Anita dengan kasar.
Anita merasa jantungnya ingin loncat dari tempatnya.Menurut saja ketika Anjas menarik kayak kambing.
"Makasih kau telah menolong ku... "ketika mereka telah di mobil.
Anjas tak menjawab Dia tetap menjalankan mobilnya tanpa melihat sedikitpun ke Anita.
"Dasar es batu..., udara panas begini kok belum cair-cair.. "
"Kau bilang apa..., kau memaki ku ya.. "Kata Anjas .
"Eh.. tidak kok...,aku cuma bilang panas -panas begini enaknya minum air di kasih es batu... "Dengan gugup.
Anjas yg mendengar kalau Anita merubah kata-katanya tak dapat menahan tawanya.
"Gadis ini... bikin Aku tertawa begini ya... "batinnya.
Mereka telah sampai di mansion Alya, setelah Anita memberikan vitamin Dia pamit ingin pulang di rumahnya.
"Anjas antar Dia ke rumahnya lalu kamu balik ke kantor.. ,dan ingat besok jemput Dia dan antar kesini untuk memeriksaku lagi... "Perintah Alya.
"Baik Nona... "Jawab Anjas lalu mereka pun pamit.
__ADS_1
Anjas sebenarnya tak ingin mengantar tapi itu perintah Alya maka Dia harus patuh.
Dalam perjalanan mereka hanya Diam tak ada yg mereka bicarakan sedikitpun.
*****
Arka mendapat laporan dari anak buahnya kalau yang menyuruhnya membunuh Papa Alya adalah Yuda dengan Papanya.Arka juga tahu kalau mereka dendam karna Alya menolak perjodohan nya dengan yuda.
Mendengar hal itu Arka geram dan memerintahkan anak buah nya menghancurkan perusahaan mereka tanpa sepengatahuan Alya.
Arka menghubungi Org tua Alya,,dan memberitahukan hal itu, tapi Arka meminta agar Alya tak perlu tau masalah itu karna Arka tak ingin Alya berfikir membuat stres,Arka sangat mencintai dan menjaga Alya agar tak terbebani fikirannya.
****
Kini Alya tinggal menunggu hari persalinannya. Arka jarang datang ke kantor -kantornya karna Dia akan jadi suami siaga untuk anak dan Istrinya.
Arka tak terlalu menuntut Alya USG utk mengetahui jenis kelamin anaknya, Namun Dokter Anita mengatakan kalau anak mereka kembar.
Dokter Anita Dan Anjas sudah sangat dekat boleh di bilang Dia telah berhasil mencairkan es batu itu.
Hari ini Arka berada di kamar sambil menunggu Alya yg keluar dari kamar mandi.
Arka yg masih memainkan ponselnya tak melihat Alya yg telah keluar dari kamar mandi dan duduk di sampingnya.
"Chat siapa.., kok sibuk bangeet... "sambil duduk di sampingnya.
Arka tersenyum sambil mencium kening istrinya lalu merangkul, dan mendekatkan padanya sambil terus memainkan ponselnya.
Alya melihat ponsel Suaminya.
"Chat sama Dokter Iwan... "Alya memperhatikan ponsel suaminya.Sambil mendekat ke Arka.
"Aku ingin Dokter Iwan, mempersiapkan Dokter bedah dari luar negeri yg terbaik utk persalinannya nanti sayang.... " Kata Arka sambil tetap merangkul Istrinya.
"Kalau bisa Aku ingin lahiran normal... "rengek Alya.
"Tapi Dokter Iwan bilang kamu harus secar...,karna lahiran normal akan banyak risiko utk anak kita. "Sambil mengelus pucuk kepala Alya.
Setelah selesai men chat Dokter Iwan, Arka meletakkan ponselnya di atas nakas. Lalu mengerat pelukannya pada Alya.
"Dari tadi kamu mengoda aku terus ya... " Sambil mencubit gemes pipi Alya.
Alya yg perutnya makin besar sulit bergerak hanya pura -pura meringis cubitan mesra Arka dan sentuhan lembut suaminya
"Sayaaaang.. Aku rindu anak kita..." Bisik Arka sambil terus mendekat ke arah Alya.
Alya sedikit tersenyum mendengarkan perkataan Arka, Arka selalu melakukan dengan perlahan karna takut anak kembarnya kenapa-kenapa.
Arka semenjak Alya hamil selalu gemes melihat istrinya itu krn badan Alya makin padat, dan makin berisi membuatnya makin cepat membuatnya
__ADS_1
selalu berhasrat hanya karna bersentuhan sedikit saja dengan Istrinya.
****