
Alya terbangung,Dia melihat Arka memeluknya.
Alya menatapnya,tak terasa air matanya menetes.
"Ini adalah terakhir kalinya Aku meliahat mu.., sebentar Aku akan pergi dari kehidupan Tuan, "batin Alya,sambil menghapus air matanya.
entah keberanian dari mana,
Alya mencium kening Arka.
Arka yg memang tidur sangat lelap tak juga terbangung.
Alya melirik jam di dinding, Lalu Dia membangunkan Arka.
"Bangunlah... "sambil mencoba menggoyangkan bahu Arka.
Arka membuka matanya, lalu menatap Alya.
Bukannya bangun mala Dia justru memeluk erat Alya. Sepertinya tak ingin lepaskan gadis yg di cintainya itu.
Arka merasa takut, kehilangan Alya,firasat Arka merasa kalau Alya akan meninggalkannya.
"Bangunlah Tuan... bukanya hari ini hari pernikahan Tuan dan Nona Tiara. "kata Alya lembut walau tiap kali menyebut nama Tiara membuat hatinya sakit.
Arka tak memperdulika perkataan Alya. Dia terus saja memeluk Alya.
Seperti tak ada keinginannya utk bangun namun mengingat rencananya untuk mengusir Tiiara dan Dia akan menikah dengan Alya.
Arka pun melepaskan pelukannya,lalu perlahan duduk di samping Alya.
Sekilas Arka menatap Alya,lalu menunduk menciumnya.
Setelah itu Arka berdiri dan Alya pun Ikut di samping Arka.
Meliahat Arka akan berjalan pergi,Alya memeluk Arka dari belakang dan melingkarkan tangan nya di perut Arka.
Arka yg merasa tak biasa nya Alya bersifat seperti ini langsung membelikan badannya lalu menatap Alya.
Alya hanya Diam dan memeluk Arka lagi dan wajahnya di dada Arka.
Lama Alya menangis dlm pelukan Arka, Arka membelai rambut Alya dengan lembut.
Alya seakan tak ingin melepas pelukannya, karna sebentar lagi Dia akan pergi dari kehidupan Arka.
Setelah puas menangis Alya, melepaskan pelukannya.
Arka menghapus air mata Alya lalu menciumnya.
Arka mengeluarkan kotak yg ada dlm sakunya ,sebuah kalung berlian yg ber liontin huruf "AA"
"Ini AA.. adalah simbol nama kita Alya Arka. sambil mengenakan pada Alya.
Sekali lagi Alya memeluk Arka lalu berbisik..
"Makasih Arka... "
Arka tak menjawab, Dia hanya menganggukan kepalanya lalu tersenyum,
Alya melepaskan pelukannya.
"Kamu siap ya... sebwntar lagi akan ada perias yg akan masuk membantumu make up... " kata Arka sambil menatap Alya.
"Nanti ada kejutan untukmu"sambil senyum..
"Kejutan apa??? " tanya Alya melototkan matanya.
"Kalau aku bilang berarti itu bukan kejutan dong.. "sambil mencubit gemes pipi Alya.
"Hehe... iya.. "sambil memonyong kan bibirnya.
Dan itu membuat Arka makin gemes,lalu menci**m bibir Alya.
Alya mendorongnya.
"Sudah sana keluar entar tamunya sdh datang, tapi penganting belum mandi.. "ejek Alya.
"Mmmmmaaaa.. "sambil mencium pipi Alya lalu berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Setelah melirik ke kanan dan ke kiri Arka pun keluar.
Setelah akan naik ke tangga, Ari datang menghampirinya.
"Waduuuh calon penganting masih bau tuh.. "ejeknya.
"IIh tak mandi seminggu pun aku tak bakal bau... "balas Arka.
Arka menarik Ari keluar.
Ari dan Arka telah sampai di taman yg telah di dekorasi sangat Indah untuk menerima para undangan.
Taman dan dekat kolam renang dan panggung tempat mereka menyumbangkan suaranya.
Layar -layar yg akan memutar vidio terpasang di berbagai tempat.
Apalagi tamu Arka ini adalah tamu pengusaha sukses dan berkelas.
Arka puas melihatnya.
"Ingat kamu atur semua sesuai dengan rencana.
Ari menganggukan kepalanya.
Arka pun berencana naik mandi di kamar nya karna sebentar lagi tamu pasti sudah berdatangan.
Para catring pesanan sudah sibuk mempersiapkan makanan dan minuman,utk para tamu.
Undangan Akad nikahnya jam 10.Arka melirik jam tangannya sekarang menunjukan jam 7.
Saat akan naik tangga, perias dan beberapa teman Tiara sudah datang.
Tiara yg sudah mandi dari tadi dengan piyama menutupi badannya berlari menyambut mereka.
Sambil cium pipi,...
Tiara melihat Arka,
'Sayaaaang kok belum mandi sih... "katanya manja.
Perias dan teman Tiara pun memandang Arka.
Tentu aja Arka tak izinkan wanita itu mencubitnya. selama ini hanya Alya saja yg bisa menyentuh Arka Sesukanya.
Dengan Tiara pun,kadang Arka menghindari nya.
"Idiii... mau cubit gemes aja tak bisa... "jawab teman Tiara.
Arka pergi meninggalkan mereka. walau Arka tau teman Tiara itu jengkel pada nya.
"Yaa.. Arka itu memang orang nya begitu.. tak sembarangan bisa menyentuh nya... "kata Tiara.
"Kecuali Aku... "sambil mengerlip kan Matanya satu
"Kamu beruntung dapat lelaki macan Dia... .." kata perias yg banci.
"Sudah kaya, ganteng dan setia lagi.. " Dia memuji Arka.
"Siapaaaaa dulu dong Tiara... "sambil tertawa.
Arka mendengar semua pembicaraan mereka,sepertinya Dia ingin membukam mulut mereka.
Tiarapun masuk ke dalam kamarnya untuk di rias.
Sementara Alya pun di kamarnya sudah kedatangan perias yg di sewa Arka Untuknya.
Tentu saja perias yg no 1 di negara ini. krn Arka ingin nanti Alya tak ada yg mengalahkan kecantikannya ketika mereka ijab kabul.
Rencana Arka hari ini ingin menikah dengan Alya bila urusannya dengan Tiara selesai.
Bik Ina juga ikut di rias oleh asisten perias tersebut.
Tapi bik Ina malu tampil katanya karna giginya masih ompong...,,Bik Ina tau tempat tempel gigi.. tapi di pasar dekat kampungnya.
Sementara mereka tak perna bisa keluar dari mansion Arka.
"Neng Alya... Gimna ni.. bibi malu entar gigiku terlihat.. "sambil menatap dirinya di cermin.
__ADS_1
"hehe.. bibi tak usah ketawa satupun berbicara nanti biar tak kelihatan ompongnya. "sambil senyum di ikuti oleh para perias.
"Teruss kalau ada yg ajak omong bibi gimna.. "
"Bibi diam aja... terus tangannya bibi nutupin tu mulut"ejek Alya...
Bik Ina cuma mengangguk setuju. sambil senyum.
"Atau gimna kalau bibi pasang gigi behel aja.. biar yg bolong itu ketutup.. "
Semua pada tertawa terbahak..
Arka yg pun ikut tertawa... krn Dia melihat lewat laptopnya.
Arka sekarang sudah selesai mandi. Arka sudah rapi dengan jas nya.
Dasi yg di pakainya senada dengan warna gaun Alya. Krn memang di pesan nya sepasang dengan gaun Alya.
Sedangkan Gaun yg di pakai Tiara berbeda dengan warna jas Arka.
Arka melirik jam tangannya sudah menunjukan pukul 9,
Arka keluar dari kamarnya yg bersampingan kamar Tiara.
Kamar Tiara tak di tertutup , terlihat teman Tiara sudah memenuhi kamar itu karna mereka tak tahan lagi untuk melihat Tiara memakai baju pengantin.
Terlihat Tiara telah selesai dengan riasannya dan gaun yg kenakannya.
"Loh kok jas kamu beda bangeet warna nya dari gaun ku"protes Tiara sambi keluar menghampiri Arka.
"Ini warna ke sukaan aku.. "jawab Arka cuek.
Arka melangkah meninggalka Tiara, Tiara mengejar nya.
"Nantilah kamu turun bila penghulu nya telah datang. "lalu turun meninggal Tiiara.
"Kenapa penghulu belum datang ya.... "guman Tiara.Lalu masuk lagi ke kamarnya bersama Teman teman nya.
Arka sampai di dasar tangga,dilihatnya Alya keluar dari kamar bersama perias dan Asisten nya.
Mereka berjalan ke arah Arka.
"Terima kasih telah mempercayakan pada kami...merias wanita Tuan ... "kata perias itu.
"Sama-sama dan saya tak rugi membayar Anda,Aku sangat puas hasilnya.. "sambil menatap Alya.
"Itu karna memang dasarnya Wanita Anda adalah wanita yg cantik jadi tinggal di poles sedikit pasti bagaikan bidadari.. "sambil tulus memuji ke cantikk an Alya.
Setelah mengatakan hal itu mereka permisi untuk bergabung di lokasi pesta.
Arka mendekat kepada Alya.
"Kamu sangat cantik Sayaaaang... " sambil berbisik di telinga Alya,namun bibir sengaja menyentuh rambut Alya.
Alya tersenyum dan wajahnya memerah di puji dan di panggil sayang oleh Arka.
Arka memengang tangan Alya menciumnya tangan itu lalu menariknya keluar lokasi acara.
Saat Dia telah tiba di sana,terlihat para undangan telah memenuhi lokasi.
Nyanyian dari seorang pria membuat menambah ramai pesta itu.
Alya yg tangannya masih di genggaman Arka mencoba menariknya.
Para undangan kagum akan ke cantikang Alya. Banyak para pria yg menatap pada Alya.
Karna mereka tau kalau Wanita bersama Arka bukanlah calonnya.
Melihat tatapan para pengusaha itu Arka menambah eratkan genggaman nya.
********
Yuk gimna langjutannya..
buat yg suka atau membaca karya aku..
mohon tinggalkan like atau komen ya..
__ADS_1
biar aku makin Semamgaaat nulisnya...🙏🙏🙏🙏