Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
Episode 25


__ADS_3

Suasana permandian Bantimurung pengujung sudah byk yg pulang.


Arka ,Alya dan bik Ina pun hendak pulang.


Seperti janji Arka tadi akhirnya mereka tiba sebuah kios yg menjual berbagai macam pakai dan hasil karya tangan yg sangat indah.


Alya menunjuk sebuah bingkai kupu-kupu yg di cantik.


Alya mengambil beberapa barang yg di sukanya.


Setelah itu mereka pun membeli camilan -Camilan khas Maros.


Dan beberapa buah jagung bakar yg masih panas,karna baru di bakar di pinggiran jalan.


Arka lalu naik ke mobil di ikuti Alya dan Bik Ina setelah mereka merasa sudah cukup.


Alya menikmati jagung bakar dan sekali menyuapinya Arka yg sedang menyetir mobil


Bik Ina yg duduk di belakang tak ikut makan jagung bakar karna takut lem lengket gigi palsu copot.


Bik Ina cuma makan camilan yg lembek biar giginya tak copot lagi.


Karna kemarin Bik Ina, makan Dodol (beras ketan campur gula merah). Giginya hampir tertelan.


Ketika Dia bawa ke tempat tempel gigi,katanya harus di hindari makanan keras dan lengket.


Tak berapa lama sampailah mereka di jalanan yg berlubang dimana Arka perna lalui malam itu.


Tempat itu tak jauh dari rumah bik Ina.


Arka lalu menemuai Kepala Desa dekat rumah Bik Alya.


Arka men parkirkan mobilnya di Pinggir jalan. lalu berjalan menuju rumah kepala desa. Alya dan Bik Ina hanya menunggu di mobil.


Seorang gadis tersenyum ramah, mempersilakan Arka masuk.


Arka duduk di sebuah kursi teras rumah Kepala Desa.


Narti adalah anak dari Kepala Desa itu melirik krn terpesona dengan Wajah tampang Arka, dan juga mobil mewahnya lebih mewah dari mobil Kepala Desa.


Narti masuk ke dalam tak berapa lama keluar lah dengan Pak Rahman.


Rahman tersenyum dan berjabat tangan dengan Arka.


"Arka.. "menyebut namanya.


Narti hendak menyalami Arka namum dengan dingin nya .Arka lalu berpaling.Dan menunjuk jalan yg berlubang itu.


"Kenapa jalan yg lubang itu Anda biarkan,.. "kata Arka.


Arka berjalan di ikuti Rahman dan Narti .


Alya memperhatikan Narti yg berjalan dengan sangat dekat dengan Arka. Padahal kan di sampingnya kosong.


Alya belum juga memperlihatkan dirinya. Dia masih memperhatikan Narti


Mereka berjalan ke arah jalan yg berlubang ini.


"Sebenarnya Jalan ini baru di perbaiki tapi krn genangan air membuat jalan ini jadi rusak.. "kata Rahman.


Arka yg mendengar jadi manggut kepalanya.


Narti menatap Arka yg sedang berbicara Dgn Papanya.


"Duuh cakep banget sih ni cowok.. "batin Narti.


"Kalau begitu saya akan membiayai perbaikan jalan ini, dan saya minta bantuan Pak Desa buat mengumpulkan warga kerja gotong royong... "kata Arka.


"Baiklah, Besok hari minggu warga akan saya kumpulkan... "kata Pak Desa.


"Kalau begitu sebaiknya Anda Duduk-duduk dulu biar saya buatkan kopi "kata Narti.


Tapi Arka menolaknya,karna Dia yakin Alya pasti sudah risih menunggu nya.

__ADS_1


Arka lalu menaiki mobilnya tanpa berbalik pada Narti, yg di samping nya mencuri pandangan padanya.


Arka menjalan kan mobil.


Mereka hanya diam, tak lama sampailah mereka pada rumah bik Ina.


*******


Sudah seminggu lebih mereka di rumahnya bik Ina.


Karna menunggu luka Arka sembuh.


Hari ini adalah mereka akan gotong royong perbaikan jalan berlubang.


Bahan-bahan bangunan yg di pesan Narti sudah tiba.


Beberapa mobil membawa bahan tersebut.


Sebagai janji Arka yg akan membiaya perbaikan tersebut.


Narti mendatangi rumah bik Ina,untuk meminta Arka membayar bahan -bahan bangunan tersebut.


Melihat Arka,Narti terlihat wajahnya berseri.


Arka duduk di sebuah kursi. Narti lalu duduk di samping kursi Arka.


"dahi Anda kenapa.. ?"kata Narti yg melihat dahi Arka yg habis terluka dengan bekas jahitan.


Arka memang telah Membuka perbannya di dahi biar cepat kering.


Tapi gara-gara kemarin mandi di permandian itu lukanya basah lagi.


Narti mencoba mendekat ke arah wajah Arka yg luka,lalu mencoba memegang dahi Arka,tapi Arka mencoba memundurkan kepalanya.


"Ini karna jalan lubang itu..., saya tak ingin ada yg lain dapat luka lebih parah lagi.. "kata Arka


"Sebagai Kepala Desa seharus memperhatikan warganya... ,jangan sampai jalan rusak itu ada korban jiwa baru di tutupi.. "langjut Arka.


Narti yg merasa anak Kepala Desa,ikut merasa tersindir.


Alya yg akan ikut keluar tadi dengan Arka, melihat semua hal itu hanya mengintip di balik jendela.


"Awas ya mau godaian calon suamiku... "guman Alya.


Arka memang selalu menyiap uang kontan, karna berjaga-jaga kalau tiba-tiba ada keperluan dadakan Dia butuh.


Arka kemudian akan masuk ke dlm rumah mengambil uang tersebut, yg memang cukup lumayan besar.


Untuk biaya perbaikan jalan yg banyak berlubang di mana- mana.


Alya melihat itu langsung pura -pura masuk kamar, biar tak di liat oleh Arka lagi ngitip.


Ketika Arka masuk, Alya pura-pura keluar dari kamarnya.


"Ada apa yank... "kata Alya manja.


"Hemm.. tumben manja.. "bisik Alya pelan,lalu mengambil uang lembaran merah beberapa ikat.


Alya yg pura -pura tak tau ada Narti.


Arka lalu berjalan keluar utk membawa kan uang pembayaran bahan bangunan itu.


Alya mengandeng tangan Arka dengan manja,Alya lengket kayak tokke....


Mereka berjalan keluar menemui Narti.


Arka duduk di kursi,lalu memberikan uang itu pada Narti.


"Ini sekalian dengan uang membeli makanan ,minuman untuk para warga yg gotong royong... "kata Arka saat memberikan uang itu.


"Makasih... "sambil menerima uang itu, terlihat wajah kecewa pada Narti karna melihat ada Alya yg keluar dengan Arka.


Alya tetap tak melepaskan tangannya pada lengan Arka,yg duduk di sampingnya.Di sebuah kursi panjang.

__ADS_1


Arka heran dengan sifat Alya yg begitu mesra itu...


"Tak biasanya Dia bersifat romantis.."fikir Arka.


Alya pura-pura memegang dahi Arka yg mulai kering.


"Yank... lukamu udah mulai kering.. nanti sore kita pulang aja.. karna undangan juga harus di sebarkan utk pernikahan kita minggu depan.. "kata Alya manja tanpa menghiraukan Narti yg wajahnya mulai merah.


"Rasain... masih mau mencoba gadai calon suamiku.. "batin Alya.


Narti lalu permisi setelah menerima uang dari Arka.


Tampa melihat lagi pada arah Arka dan Alya.


Melihat Narti pergi Alya melepaskan lengan Arka.


"Hemm... kenapa di lepas.. kamu berhasil membuat Narti wajahnya merah.. "goda Arka.


"Siapa suruh Dia mencoba mengodamu tadi... "kata Alya sambil memonyongka bibir nya pura pura merajut.


"Cemburu Yaa.... "goda Arka.


"Ih.. siapa cemburu... "elaknya.


"Tuh ....kenapa wajah kamu merah... "menunjuk wajah Alya yg memerah.


Arka mencubit hidung Alya krn gemes. Lalu di rainya tangan Alya.


"sayaaaang... Aku tau tadi kamu ngintipkan di jendela... "


"Oh... krn aku ngintipka jadi kamu pura pura tak ingin di pegang oleh Narti... "kata Alya pura pura marah.


"Sayaang.. Aku kan sdh bilang... tiada wanita lain yg membuatku berhasrat selain dirimu.... "sambil membawa tangan Alya di bibirnya, lama di cium tangannya.


Alya tersenyum, memang Dia cuma ingin mengoda Arka.


Arka menatap Alya,rasanya ingin di lu**t bibir Alya. Tapi bik Ina datang membawakan kopi dan makanan utk mereka.


Bik Ina meletakkan di atas meja depan Arka.


"Bik... nanti sore kita balik..., "kata Arka.


"Tapi bik Ina harus ikut dengan kami.. "sambung Alya.


"Baik Nona Alya.. "kata bik Ina tersenyum.


*****


Seperti rencana mereka sore akan berangkat ke kota Makassar.


Para warga yg akan selesai gotong royong menemui mereka karna Arka telah membiaya perbaikan jalan tersebut.


Mereka sangat berterima kasih dengan Arka.


Semangat gotong royong di kampung itu masih dijunjung tinggi contohnya seluruh warga datang ikut membantu.


Para warga menyalami Arka dan Alya satu persatu. Tangan mereka masih terlihat kotor.


Awalnya Arka tak ingin menyalami mereka karna tangan mereka masih kotor.


Tapi Alya, mencubit pinggang Arka agar Arka mau bersalaman dengan mereka.


Arka Dan Alya bersalaman Dgn para warga , walau tangan Alya dan Arka ikut kotor juga.


Bersalaman dengan Arka memang hanya org pilihan,Arka jarang bergaul dengan org -org Biasa.


Tapi krn adanya Alya seperti merubah semua ke sombongan lelaki itu.


Setelah selesai salaman, mereka para warga melihat Alya dan bik Ina naik ke mobil.


Arka menjalankn mobilnya barulah para warga meninggalkan depan rumah bik Ina.


******

__ADS_1


bersambung


mohon like Dan komennya 🙏🙏


__ADS_2