
Hari pernikahan Arka Dan Alya.
Alya sudah siap dengan balutan gaun yg mewah.Dia sangat cantik hingga setiap org melihat lupa utk berkedip.
Alya ,Papanya dan Mamanya serta bik Ina akan ke mesjid dimana akad nikah di laksanakan.
Mobil penganting yg di bawa Anjas,berjalan dengan pelan -pelan.
Karna jalan kendaraan lagi macet.
Sekilas Anjas Menatap Alya di kaca spion ,ada rasa sakit di dadanya. Melihat Alya harus menikah.
Bik Ina meliahat hal itu.Dan Dia tau kalau Anjas ada hati sama Alya.
Waktu di apartemen Alya tadi Anjas terlihat sedih. Dan selalu menatap Alya.
Namun Alya tak menyadari nya.Kalau Anjas ternyata punya hati padanya.
Alya memang tak perna mengetahui kalau Anjas memcintai dirinya.
Tak berapa lama sampailah mereka pada mesjid yg di tujuh.
Mesjid yg sangat mewah, dengan menara menjelang ke langit.
Arka Dan para undangannya yg
ingin melihat akad nikah,telah menunggu di dlm Mesjid.
Ari datang dengan Dea Karna hanya Ari lah yg menjadi keluarga Arka,Mereka duduk dekat Arka.
Alya telah naik ke mesjid itu di dampingi Papa dan Mamanya. Anjas dan bik Ina ikut di belakang mereka.
Arka menatap Alya, ketika Alya duduk di sampingnya.Dengan gaun putih yg membalut tubuh dengan kulit putih bersihnya.
Pak penghulu segera menikahkan mereka,setelaj Anto sebagai Bapak kandung Alya menandatangani berkas yg di sediakan.
Anjas menundukan wajahnya ke lantai,Dia tak bisa melihat Alya menikah.
Tak lama kemudian terdengar.
"Sah.. sah.. sah.. "kata pak penghulu
"Saah... "Kata parah saksi
"Alhamdulillah.. .."
Akhirnya Arka dan Alya sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Arka memasang kan cincin berlian ke jari manis Alya. Dan Alya pun sebaliknya.
Arka mencium kening istrinya itu. Alya pun mencium tangan Arka.
Anjas telah berdiri dari duduknya,dan keluar dari mesjid itu.
"Begitu sakit entah kenapa ..."batin Anjas.
Anjas baru pertama jatuh cinta pada seorang wanita namun wanita itu pun menjadi milik orang.
Anjas menundukan kepalanya,Dia merasa dirinya jadi orang sangat cengeng.
****
Malam hari resepsi pernikahan.
Mereka pun telah tiba di gedung tempat resepsi pernikahan Alya dan Arka.
Undangan sudah mulai berdatangan.Para tamu telah menikmati makanan yg di sediakan.
Alya dan Arka mendapatkan ucapan selamat dari para tamu.
Terlihat Rico Dan Rini di acara tersebut namun mereka tak berani menyapa Alya dan orang tuanya.
Mungkin di lain waktu.
Tak lama Rico dan Rini langsung pulang,dari acara itu.
Dea yg hadir hanya duduk di sebuah kursi karna perutnya kadang mules.
Para pelayan lalu lalang menambah makanan Karna tamu yg sangat ramai.
Terlihat Alya sudah sangat lelah menyalami para tamu.
"Kalau kamu lelah kamu duduk saja Sayaaang... "kata Arka.
__ADS_1
"Iya pegel banget.. " Alya lalu duduk.
Kini tinggal Arka dan kedua mertuanya yg menyalami tamunya.
Alya melihat Dea terduduk di sebuah meja. Alya lalu ke sana menghampirinya.
"Apa kamu baik-baik aja "tanya Alya.
"Iya Aku baik-baik kok.. "kata Dea.
Alya kemudian menemani Dea.
Kini para tamu sudah banyak yang pulang.
Anjas pun mengatar orang tua Alya,karna mereka akan pulang malam ini ke negara xxx.
Kini tinggal Ari yg akan membawa pengganti baru itu.
Sedang bik Ina sudah sejak tadi pulang ke apartemen Alya di antar Udin,lelaki paru baya itu,yang seumuran bik Ina.
Jam sudah menunjukan 23.00.
Ari kemudian menyetir mobil untuk mengantar penganting ke mansionnya Arka.
Dalam mobil Alya dan Arka di belakang.
sedangkan Dea depan di samping suaminya.
Arka tak perna melepaskan rangkulannya pada istrinya.
Fikiran Arka malam ini akan memiliki Alya seutuhnya. Arka senyum-senyum sendiri dengan hayalannya.
Karena Alya sudah menjadi istrinya. Jadi telah halal.
Tiba-tiba Dea kesakitan.
"Duh.. perutku... "sambil menahan sakit.
"Jangan -jangan kak Dea uda mau lahiran... " Kata Alya.
"Duuh.. sakit bangeet... "sambil keluar keringat karna kesakitan.
"Ayo cepat kita bawa ke rumah bersalin... "kata Alya ikut panik.
Tapi karna masih jauh dari tempat mereka sekarang.
Maka Ari pun mengantar pada rumah bersalin yg di lalui nya yg berada di pinggiran jalan ,walau tak terlalu besar.
Ari memarkir kan mobilnya di teras rumah bersalin , lalu turunlah Ari memecet bel pada pintu.
Begitu bel nya di pencet maka tak lama kemudian keluarlah dua org perawat.
Ari lalu mengendong Dea masuk ke kamar bersalin ,lalu meletakkan istrinya di atas bansal dengan perlahan .
Arka yg masih belum turun di mobil dengan Alya.
"Duuh mimpi apa aku, ...malam penganting mala kerumah bersalin... "sambil menepuk dahinya.
Alya tersenyum melihat tingka laku Arka.
"Dasar mesum... "ejek Alya.
"Hehe...sama istri sendiri tak apalah.. "balas Arka.
"Yuk turun, kasihan Ari... harus sendiri menemani Dea.. "kata Alya.
"Yaaa... malam ini gak jadi lagi deeh... "kata Arka kesel.
"Gak jadi apa?... "kata Alya pura-pura tak tau.
"Gak jadi cetak... tuh Ari sudah jadi.. "kata Arka kayak anak-anak.
"Hehe.. dasar mesum.. ''ejek Alya.
Alya turun dari mobil lalu di ikut Arka,yg berjalan lesu.
Terlihat Ari menunggu di luar karna di suruh sama Dokter.
Arka Dan Alya duduk di sampingnya Ari.
"Apa kata Dokter..? "tanya Alya.
"Sudah pembukaan 6.... "jawab Ari.
__ADS_1
Alya menguap,Ari menyuruh mereka pulang. Tapi Alya menolaknya.
Alya merasa kasihan dengan Ari yg harus menunggu istrinya seorang diri.
Bagaimana pun Ari sudah sepeti saudara bagi Arka.
Akhirnya Alya membaringkannya tubuhnya di kursi panjang itu dan paha Arka jadi bantal.
Jam sudah menunjukan pukul 03.00.Barulah terdengar suara bayi menangis.
Ari bersyukur anaknya sudah lahir.
Alya pun duduk di samping Arka sambil ikut bersyukur.
Tak lama pintu terbuka. Seorang perawat datang mengendong bayi.
"Selamat ya Pak..., bayi anda laki-laki.. "kata perawat itu tersenyum.
"Apaaan..!..laki-laki..?"kata Ari kaget.
Arka mencubit Ari.
"Laki-laki atau perempuan.. syukurin aja... "kata Alya.
"Masalahnya... waktu Dea USG, katanya anakku cewek, jadi semua yg kami persiapkan semua warna pick... "kata Ari pelan.
"Hahaha... "tawa Alya dan Arka terdengar di ruangan itu.
Mereka bayangkan cowok tapi pakaiannya serba pink.
"Duuh ponakan om.. bikin gemes aja..,tau gak gara -gara kamu, kami harus menginap di rumah bersalin saat malam penganting.. "kata Arka.
"Hehe.. makanya cepatan punya anak juga.. "ejek Ari.
"Bagaimana bisa cepatan kalau begini... cetak aja belum.."sambil tepuk dahinya.
Alya melihat itu senyum-senyum, kemudian Alya lalu menemui Dea.
Ari terdengar Adzan di telinga putranya itu.
Tak lama Alya keluar,mereka sudah hendak pulang.
Dia mengambil dan mencium bayi Ari. Lalu memberikan pada Ari lagi.
Mungkin karna lapar bayi Ari itu menangis.Tapi Sri bingung diamkan bayinya.
"Yuk kita pulang ,.."ajak Arka.
"Tunggu dulu.... tuh kasian Ari lagi diamkan bayinya... "kata Alya.
"Biarin aja.. kan hasil buatannya sendiri jadi Dia pasti tau cara mengatasinya... "ejek Arka.
Arka lalu menarik tangan Alya lalu naik ke mobil.
"Besok pagi -pagi biar Udin yg jemput.. "kata Arka kemudian.
Ari pun masuk ke dlm kamar Dea sambil membawa bayinya.
Alya masuk duduk di samping Arka.
Karna Capek Dan mengatuk Alya pun tertidur.Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arka yg menyetir Mobil.
Arka memengang tangan istrinya dengan lembut.
Tak lama mereka pun sampai di mansionnya Arka. Arka mengendong Alya naik ke kamarnya.
Arka meletakkan tubuh Alya dengan hati-hati. Alya masih memakai gaun pengantin tertidur dengan pulas.
Arka yg mengantuk langsung tidur di samping Alya.
Pasangan penganting baru itu terbuai di mimpi masing-masing...
*****
Bersambung
tunggu ya episode berikutnya
like Dan komen nya biar Aku semangat ya ...
🙏🙏
****
__ADS_1