Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
Episode 6


__ADS_3

Setelah mendengar pengakuan Bik Ina.


Alya menangis,sambil memeluk Bik Ina.


"Pantas saja semua org mengira kalau Nona Alya adalah anak Rico." kata Ari


Karna Ari mendatangi semua pihak sekolah Alya,tetangga dan teman yg mengenal Alya.


Arka yg mendengar tentang Alya,merasa kasihan dengan apa yg di alami.


Arka merasa marah kepada Rico dan Rini,Dia berjanji akan memghancurka perusahaan milik Rico.


Alya yg matanya bengkak karna menangis akhirnya akan kembali ke kamarnya untuk Istrahat.


Setelah Alya ,masuk Arka menutup kamar dan menguncinya dari luar.


Arka memerintahkan pada Ari agar tak ada yg akan membantu perusahaan Rico dari kehancuran.


******


Sudah 2 minggu Bik Ina di tahan di mansionnya Arka.


Alya merasa tak lagi terlalu takut krn disana sudah ada bik Ina.


Alya meminta pada Arka agar mereka bisa memasak krn Alya bosan memakan masakan koki Arka.


Aly merindukan masakannya yg sering di masak dengan bik Ina.


Arka menyetujuai asalkan mereka tidak berniat kabur,kalau sampai mereka kabur maka Alya akan di bawa kembali ke tahanan di Markas.


Tentu saja Alya takut akan ancaman itu .


Arka pun selama ada Alya sama bik Ina mereka sering makan bersama di meja makan.


Mereka seperti layaknya keluarga,


Terkadang Arka kadang curi pandang kepada Alya dan kadang juga sebaliknya.


Bik Ina menyadari hal kalau Arka menyukai Alya,dan Alya pun juga menyukai Arka.


Bik Ina dapat melihat perhatian Arka pada Alya.


Pagi itu Arka akan sarapan krn .


Bik Ina meninggalkan mereka berdua dengan alasan mau ke kamar mandi.


Alya mengambilkan nasi dan lauk di piring Arka.


"Makasih..."kata Arka


"Sama- sama tuan"sambil senyum manis


Deg..deg...deg...


Suara jantung mereka..,


"Hemmmm..."kata Ari yg tiba- datang di belakang mereka dan terus duduk di depan Arka mengambil piring.


"Mau apa...."kata Arka


"Yaaaa ..makanlah..."tampa di persilakan langsung mengambil nasi dan lauk,lalu menyuapi mulutnya.


"Enaaaak....bangeeeet...,pantas tuan tak mau lagi makan di luar...,"kata Ari dengan mulut penuh.


"Kalau makan pelan-pelan dong.."Kata Arka sambil melototkan matanya.


Alya yg melihat mereka langsung tertawa lepas...


Sehingga pelayan-pelayan Arka ikut tersenyum...


Mereka semua bahagia melihat tuannya sejak ada Alya tak lagi kasar,dan kesalahan sedikit saja langsung menghukum mereka.


Setelah makan Ari dan Arka pun ke kantor.


******


Sampai di kantor,Arka bukannya mengerjakan tugas kantor.


Tapi mala membuka laptop dan tentu saja mencari tahanan yg di mansionnya.

__ADS_1


Arka menyerahkan semua urusan kerjaan pada Ari.


Urusan tahanan di markas pun juga semua di tangani Ari.


Bos ma...bebas.hehe....


Kadang Ari geleng kepala melihat tingka laku Tuannya.


******


Alam geram karna belum menemukan keberadaan Alya.


Kalau Alya tak sampai di temukan maka Dea yg akan mengantikan posisi Alya,menikah dengan Avi.


Rico dan Rini menerima persyaratan itu karna hanya itu adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan perusahaannya.


Tentu saja Alya menolak.


"Mama...papa,Aku tak mau menikah dengan Avi." kata Dea sambil menangis.


"Sayaaaang...,kalau kamu tak mengantikan Alya.Maka kita akan jadi gembel" bujuk Rini.


"Tapiiii...Ma...,bagaimana mungkin Aku menikah dengan org seperti Avi" memohon pada Mamanya.


"Kamu hanya sementara menikah dengan Avi...,Papa tak mau dengar alasan apapun.." tambah Rico.


"Setelah Alya di temukan maka Alya akan mengantikan posisimu lagi sebagai Istri Avi."kata Rini berusaha menyakin kan.namum Dea tau itu hanya akal-akal mamanya aja.Mana mungkin posisi Istri bisa di gantikan..


Dea membuang dirinya di tempat tidurnya,lalu menangis.


Dea tak habis fikir kenapa Dia haruslah menikah dengan Avi.


Bagaimana mungkin orang tuanya menjadikan nya sebagai tumbal penganti Alya.


Ari yg mendengar di balik jendela tempatnya bersembunyi.


Ari tadi dapat perintah dari Arka untuk menyelidiki keluarga Rico.


Dan Ari memang yg dasarnya rindu ingin melihat Dea tentu saja senang karna dapat menemui wanita yg mencuri hatinya waktu akan mencuri bik Ina.


Ari mengurungkan niatnya bertemu dengan Dea,karna mendengar pembicaraan Alya dan orang tuanya.


Bagi Ari pekerjaan memanjat atau bertarung bukan lagi masalah,makanya Arka mempercayakan semuanya pada Ari.


Setelah sampai di mansion Arka .


Ari menceritakan kepada Arka apa Dia dengar.


Arka terlihat murka mendengar kalau Alya akan di nikah lagi dengan Avi.


"Kamu jangan biarkan anak Rico itu mengantikan Alya,..."


"Aku tak ingin Alam membantu Rico,Aku ingin melihat Rico hancur...,karna Dia telah membunuh dan menindas Alya"sambung Arka lagi.


"Apakah karna Tuan mencintai gadis itu" tanya Ari memberanikan diri.


"Yaaa...Aku telah jatuh cinta padanya,.."sambil tersenyum pada Ari.


"Ternyata tahanan itu telah mengubah dirimu tuan..."sambung Ari sambil ikut tersenyum pada Arka.


"Iya,Dia mengubah Duniaku..."kata Arka lagi.


"Tapi bagaimana kalau seandainya nona Tiara datang..,"kata Ari lirih


"Entahlah...,Aku sepertinya sudah melupakannya..."sambil membuang nafasnya dengan berat.


"Kalau kau suka Dia ambilah..."kata Arka mencoba mengoda Ari.


"Enak aja tuan...Aku kan punya wanita yg Aku cinta..."sambil senyum-senyum manis kayak penjual es krim yg lagi jualannya laris manis.


"Hemmm...siapa Dia?.."kata Arka


"Rahasia lah ..."sambil malu-malu


"Sejak kapan kamu ada rahasia sama Aku..." sambil menaikan alisnya.


"Sejak gadis itu mencuri hatiku..."


"Asal jangan pada gadisku...,"kata Arka menunjuk pada laptop di depan nya di mana di sana terlihat Alya sedang bercanda dengan bik Ina .

__ADS_1


"Yaaaa...tak mungkin lah Tuan,mencintai gadismu sama saja dengan bunuh diri" kata Ari sambil tertawa bebas.


"Untuk masalah anak Rico,Kamu selidiki terus kapan hari pernikannya..," kata Arka .


"Dan culik Dia pada malam pernikahannya,..."kata Arka sambil senyum sinis.


"Pastilah tuan ,Aku tak akan membiarkan gadis pujaanku menikah dengan lelaki lain"batin Ari.


Setelah selesai Ari pun pamit dari mansion.


Setelah kepergian Ari.


Arka menatap laptopnya,setalah mencari kebedaan Alya.


Alya terlihat duduk di taman belakang sambil menatap bulan yg bulat sempurna.


Arka turun dan melangka ke taman di mana Alya berada.


Arka duduk di samping Alya,


"Eeeh Tuan..."sambil senyum manis ..


"Sungguh cantik ya..?" kata Arka tiba-tiba sambil menatap Alya.


"Iyaaa..sangat cantik tuan,.."sambil memandang bulan lagi...


"Iya..bulan itu memang cantik..tapi kamu lebih cantik Alya..."kata Arka lirih..


Mendengar hal itu Alya memandang Arka dengan rasa tak percaya dengan pendengarannya.


"Lihatlh..bulannya malu krn kamu lebih cantik darinya..."sambil menatap bulan yg akan tertutup oleh awan.


Mendengar hal itu tentu saja wajah Alya memerah karna malu.


Jantungnya lebih kencang dari kereta api..


Tring..tring..tring...


Hp Arka berbunyi.


"Halo,..."jawab Arka.


"Sayaaaang...,kamu di mana.."jawab si penelpon.


Arka yg mendengar suara itu tiba-tiba diam.


"Sayang..kenapa diam aja..."


"Besok aku uda tiba di Indonesia..dan kita akan merayakan pertunangan kita..." kata gadis itu,walau Arka tak membalasnya.


Alya hendak berdiri namun tangannya di tarik oleh Arka.


"Halo..halo.." kata gadis yg menelpon.


Namun Arka mematikan dan me non aktifkan hp nya.


Alya yg tanganya di tarik oleh Arka,tak jadi melangkah.


"Tetaplah di sini,.."kata Arka lirih .


Alya pun duduk kembali di samping Arka.


Arka belum melepaskan tangan Alya.


Arka merangkul bahu Alya,


Alya membiarkan tangan Arka di bahunya.


Mereka berdua menatap bulan yg akan bersembunyi di balik awan.


Arka membawa tangan Alya ke bibirnya...


******


Maaf ya kalau cara tulisan masih tak teratur..


terus terang saya kadang ragu juga apakah ada suka ya cerita aku😭😭


soalnya baru punya keberanian nulisnya..

__ADS_1


tolong berikan semangat nya buat aku ya tinggalkan komen dan likenya🙏🙏


__ADS_2