
Hari ini adalah pernikahan Dea dan Avi.
Dea yg harus mengantikan Alya utk menikah dengan Avi.
Dea menangis di kamar ,sudah berkali panggilan dari luar kamarnya namun tak juga di hiraukannya.
Acara Akad nikah akan di langsung di sebuah gedung milik Alam.
Avi dan keluarga sudah tiba di sana.
Dea merasa bersalah dengan Alya, dulu Dea memperolok -olok Alya krn harus menikah dengan Avi.
Kini Dea sangat menyesal, telah jahat sama Alya.
"Dea.. apa sudah selesai sayang? "kata mama Dea.
Dea membuka pintu utk mamanya.
Melihat wajah Dea mamanya pun kangeet
"Sayaaaang.. apaan sih masa wajah kamu kayak kunti, "kesel mamanya, krn melihat make up yg berantakan krn menangis.
Maskara Dea sudah sudah belepotan.
Rini mengambil tissu dan membersihkan wajah Dea yang mirip terkena percikan air got.
Setelah merasa agak Mendingan.
Rini mengajak Dea turun ke bawa dan mereka menaiki mobil yg telah di sediakan.
Puluhan pengawal yg di tugaskan Alam utk menjemput keluarga Rico.
Alam tak ingin ke Colongan Lagi seperti waktu penculikan Alya. saat selesai tunangan dengan Avi.
Rombongan Penganting pun di kawal oleh beberapa mobil anak buah Alam.
*****
Sementara itu Ari sudah siap dengan posisi masing -masing dengan anak buahnya.
Arka tak ikut karna tugas itu di percayakan oleh Ari bisa menjalankan misi mereka.
Namun Arka tetap siaga bila Sewaktu Ari butuhkan dirinya.
Arka duduk di depan meja kerjanya di mansionnya.
Selama kedatangan Tiara,Arka tak perna ketemu Alya di meja makan.
Alya kebanyakan di dlm kamar, dan di taman. Alya selalu menghindari Arka dan Tiara.
Alya tak ingin hubungan Arka dan Tiara retak karna dirinya.
Walau sebenarnya Alya merasa sakit harus melihat Arja di peluk dan dicium oleh Tiara.
Arka menatap Alya di laptopnya.
Kamar Arja di tempati oleh Tiara.
Arka lebih memilih tidur di kamar lain dan menjauh dari Tiara.
Sebenarnya Hati Arka sangat sakit,melihat Alya menjauhinya.
Namun untuk sementara Dia memikirkan bagaimana untuk mengusir Tiara dlm hidupnya.
Arka tak ingin Alya di sakiti oleh Tiara.
Karna Arka tahu bagaimana sifat Tiara.
Sementara ini Arka mencoba menyelidiki tentang Tiara.
Tring... Tring... Tring..
Hp Arka berbunyi.
"Halo"...
__ADS_1
Arka mendengar suara anak buahnya kalau minta bantuan.
Tampa bamyak bicara Arka tutup telpon,lalu memadukan senjata yg memang di siapkan dari tadi.
Arka berlari turun,dan hampir menabrak Alya yg keluar kamarnya.
Alya menatap Arka.,namun Arka tak Peduli.
Ada terlihat kecewa di wajah Alya.
Arka terus berlari keluar mansionnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju lokasi Ari dan anak buahnya.
Arka tak menyangka,ternyata kekuatan anak buah Alam begitu banyak.
Sehingga anak buah Arka kala banyak,oleh mereka.
Ari dan anak buah terkepung oleh anak buah Alam.
Mata -mata dari anak buah Arka tak mengira anak buah Alam begitu cepat sampai di lokasi.
Awalnya Ari dan temannya telah mengalakan anak buah Alam.
Tapi ketika akan meninggalkan lokasi mereka telah di kepung oleh anak buah Alam.
Dan salah satu anak buah Arka yg memang hanya ikut mata-mata pertempuran tersebut melaporkan pada Arka.
Saat ini Ari telah membuang pistol,harus mengakat tangan mereka.
Rico ,Rini dan Dea telah berada tak jauh dari Ari dan teman -temannya di kepung .
Melihat Ari tak berdaya.Dea mencoba menyelamatkannya.
Dea kenal dengan Ari karna tadi Ari lah yg mendongakkan pistol ke kepala Dea.
Dea tau kalau Ari lelaki malam itu yg juga menculik bik Ina.
Di tondong dengan pistol oleh Ari tak membuat Dea takut.
Justru Dea merasakan aman di dekat Ari. Dea sebenarnya merindukan Ari sejak ketemu malam itu.
Pistol di tondongkan ke kepala Ari, tapi sebelumnya Dia memberi Isyarat pada Ari agar merebut pistol itu darinya.
Ari merebut pistol dari tangan Dea dan menodongkan ke kepala Dea.
Saat itu Arka tiba di lokasi,dan ikut mengalihkan pistolnya ke arah anak buah Alam.
Seorang anak buah Alam, yg akan menembak ke arah Ari berhasil di lumpuhkan oleh Arka.
"Bila ada yg menembak lagi, maka gadis ini akan jadi sasaran. "ancam Ari.
Tentu saja Rico,dan Rini panik. Dan memerintahkan agar anak buahnya Alam mereka buang senjatanya.
Saat Anak buah Alam membuang senjata, Arka memberikan isyarat kepada Ari agar membawa Dea ke mobil.
Arka kemudian menembak ban mobil anak buah Alam agar mereka tak dapat mengejar rombongan Arja.
Arka pun Naik ke mobilnya di ikuti oleh anak buah nya yg naik ke mobil masing-masing yg di pakai menghadang mobil Rico tadi.
Mereka pun meninggalkan tempat itu dengan membawa Dea jadi sandera mereka.
Setelah di mobil,yg di kendarai Ari.
"Makasih ...Kamu menolong kami"Kata Ari sambil memasukkan pistolnya di balik jaket hitamnya.
Seperti Anak buah Arka yg lain,Ari tetaplah memakai topeng.
Ari mengarakan mobilnya Apartemen miliknya.Dia parkirkan mobilnya di bagasinya.
Dea turun dari mobil Ari, dengan mengenakan gaun pengantingnya.
Mereka berjalan Memasuki Apartemen Ari bagaikan sepasang penganting baru.
Ari membuka pintu kamarnya,kemudian masuk di ikuti oleh Dea.
Ari melangkah ke lemari tempat pakaian,mengambil handuk dan baju kaos miliknya.
__ADS_1
"Bersihkanlah dirimu... "Ari menyerah Kan pakai dan handuk itu pada Dea.
Dea menerima nya lalu melangkah ke kamar mandi.
Sedangkan Ari keluar dari kamar itu.
Tring... tring.. tring..
Hp Ari berbunyi ,terlihat nama Arka di layar hpnya.
"Halo tuan... "
"Disana dimana wanita itu kau bawa... "tanya Arka di balik telpon.
"Di Apartemen ku tuan.. "kata Ari
"Sejak kapan kamu membawa tahanan di Apartemen mu!? " dengan suara keras.
" Aku akan tanggung jawab kalau wanita itu tak akan melarikan diri"kata Ari mencoba meyakinkan Arka.
"Baiklah, tapi ingat jangan sampai kamu melakukan sesuatu yang.... "
Sebelum Arka selesai bicara Ari memotong.
"Jangan kwatir...hehe.. "Ari mengerti arah bicara Arka.
Ari menutup telpon padahal Arka belum selesai bicara.
Ari menelpon memesan makanan karna Dia telah sangat lapar.
Makanan sudah datang, Ari melangkah ke kamarnya.
Dia meliat Dea telah selesai mandi, sambil mengenakan pakaian yang di berikan oleh Arin
Namun lucunya handuk di lilitkan menutupi bagian dadanya.
Ari menunjuk handuk Dea.
"Oh ini... Aku tak punya dalaman....jadi biar tak terbayang dari luar... "sambil senyum malu malu.
"Oh..., nanti aku beli pakaian, .."sambil senyum.
''Untung gadis ini mengerti kalau aku itu lelaki norma..jadi tak bisa sesuatu yang. *****"batin Ari.
"Ayo kita makan, aku sudah pesan tadi.. "Sambil keluar Kamar di ikuti Dea.
Lalu merekapun makan bersama...
Setelah selesai makan Dea membersihkan piring kotor
Sedangkan Ari membersihkan diri di kamar mandi.
Setelah selesai mandi
Ari keluar dan melihat Dea telah selesai bersih kan piring.
"Aku ke kantor dulu,ada yg aku harus selesaikan sebentar... "
Dea mengangguk.
"Nanti aku belikan kamu pakaian dan dalaman juga... " sekilas Ari melirik ke dada Dea.
"Liat apaan sih,,, "sambil menutupi dadanya dengan telapak tangannya.
"Itu... ukurannya no berapa.. "kata Ari lirih bagaimana pun Ari tak mau ke kejadian waktu anter Arka membelikan dalaman buat Alya.
Dea dengan malu-malu menyebutkan sebuah no dalamannya.
Ari melangkah keluar Apartemen nya.
Ari yakin kalau Dea pasti tak akan kabur dari sana.
*****
makasih pembaca...yg sudah like dan komennya
__ADS_1
membuat Aku sebagai penulis jadi semangatπππππ