Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
episode 35


__ADS_3

Alya lalu memanggil menelpon Anjas utk menjemput nya di gedung milik Arka.


Tak lama Anjas datang menjemput Alya. Mereka berangkat ke perusahaan miliknya yg di resmikan beberapa bulan lalu.


Sampai di sana para karyawan menunduk hormat.


Alya masuk ke dlm di ikuti Anjas.


Sebelum berangkat,Anjas sudah menelpon Arka.Kalau mereka akan datang.Ari yg mendengar pasti punya rencana buat Alya.


Ari memanggil karyawan wanita untuk menemaninya berjalan bersama mereka bila nanti Alya datang.


Alya masuk tempat perlengkapan bayi,di temani Anjas.


Alya memilih beberapa barang yg di butuhkannya.Ketika hendak melangka mengambil barang yg lain , tiba-tiba Alya melihat Arka dengan Ari serta Seorang wanita.


Wanita itu cantik, dan manis. Arka tersenyum pada wanita itu. Alya tau Arka jarang tersenyum pada seorang wanita.


Arka pura-pura tak melihat Alya. Alya menghampiri Arka yg kelihatan serius itu.


Alya menatap Arka, ada air mata yg tak tertahankan di sudut matanya,namun berusaha di bendungnya.


Arka yg menatap Alya, mereka saling tatapan.Arka melihat ke perut Alya yg kini sudah sedikit menonjol itu, ada rasa bahagia dlm diri Arka. Tapi Arka kemudian berlalu dari tempat itu tanpa menoleh lagi ke Alya.


😢😢 Aku juga jadi nangis gaes.. bayangin kalau di posisi Alya... ini semua rencana Ari... 😭😭


Saat ini Alya butuh dada untuk bersandar,Alya tak bisa lagi menahannya air matanya. Alya menangis di dada Anjas yg berdiri di sampingnya. Seakan semua ke sedihan Dia tumpahkan di sana.


Anjas yg di peluk oleh Alya seperti itu tak dapat lagi menahan ke sedihan dan melihat orang yg sangat di cintainya itu terluka seperti,Anjas lalu meletakkan tangannya di bahu Alya,dan berusaha untuk menenangkannya.


Alya meminta Anjas menyelesaikan barang ke kasir, walau pun ini gedung miliknya tapi semua harus di catat terlebih dahulu dan di masukan ke catatan pengambil Alya.


Alya tak jadi Istrahat ke ruangan Arka yg ada dlm gedung itu, Alya mengatakan pada Anjas kalau dia menunggu Anjas di mobil.


Alya berjalan keluar, walau para karyawan menunduk hormat, tapi Alya tak memperhatikan mereka.


Anjas yg selesai dengan kasir, berlalu ke ruangannya Arka. Dia tau Arka ada di sana.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk.. "


Anjas masuk,menghampiri Arka.


"Cukup...!!!ide gilamu ini di hentikan...., Saya tak tega melihat Alya seperti itu..., "Kata Anjas marah pada Ari dan Arka.


Entah keberanian mana Anjas bersikap seperti itu.


"Seperti Kau mencintai Alya.. "Kata Arka Sambik menatap Anjas tatapan membunuh.


"Iya!!!.. Aku memang mencintainya saat pandangan pertama, tapi setelah tau Dialah wanita yg kau cari selama ini maka saya mencoba menguburkan cinta saya..., tapi bila kau masih menyakitinya seperti hari ini..!!, saya akan mengambilnya dari mu...,!! " Kata Anjas dengan marah, sambil keluar dari ruangan Arka sambil menutup pintu dengan kasar.

__ADS_1


Anjas keluar dari gedung yg menjulang tinggi itu. Lalu berjalan ke arah tempat parkir, dimana Alya sedang menunggu nya.


"Kenapa lama sekali... "Tanya Alya.


"Maaf... "Hanya itu di katakan Anjas.


Anjas menyetir mobilnya ke menuju apartemen Alya.


Setelah sampai apertamen ,Alya turun. Anjas mengantar barang belanjanya Alya ke kamar Alya.


Ketika keluar Anjas menabrak Dokter Anita,yang akan masuk ke kamar Alya.


Dokter Anita menabrak dada Anjas, tentu saja hal itu membuat jantung Anita berdebar kencang.


Wajah Anita memerah karna malu, kalau sampai Anjas mendengar detak jantung nya.


Anjas dengan dinginnya menatap Anita. Lalu berlalu dari kamar Alya.Lalu pulang ke kantornya.


Anjas tak perna merasakan detak jantung berdetak kencang selain dengan Alya. Anjas sangat mencintai Alya, maka Di tak ingin ada yg menyakiti Alya.


*****


Sementara di ruangan Arka,Arka sangat menyesal mengikuti ide Ari tadi.


Arka juga sangat geram dgn Anjas yg mencintai Alya. Arka perna melihat cctv saat di rumah sakit nya, ketika Alya pinsang, Anjas memengang tangan Alya.


Arka tak tau kalau Anjas ,mencintai Alya. Namun Alya tak tau kalau Anjas mencintai nya.


****


Sepulang dari kantor,Anjas ke apartemennya Alya.Sebenarnya berkas itu tak bisa saja di bawa nya besok, tapi Anjas sebenarnya ingin melihat keadaan Alya.


Anjas masuk ke kamar Alya setelah di suruh oleh bik Ina.


Lagi-lagi di sana ada Anita. Anita yg mengira Anjas datang untuk nya jadi bahagia dan selalu senyum ke arah Anjas.Namun Anjas tak perduli.


"Duuh... cakep bangeet sih ,.."Anita jadi geer sendiri.


"Ada apa Anjas,... "Kata Alya yg suaranya nada-nada serak.


"Maaf, boleh Anda keluar dulu,... "Kata Anjas, malas meliat Anita yg selalu menatapnya.


Anita yg di usir oleh Anjas, lalu permisi pada Alya.


"Anjas menghampiri Alya..., lalu duduk di kursi samping Alya... "


Di berikannya berkas yg harus tanda tangani oleh Alya.Alya mengambilnya lalu memeriksanya.


Saat Alya melihat bekas itu, Anjas sekali -kali mencuri pandangan pada Alya.


"Setiap kali melihat mu kenapa jantung ku seperti ini.. "Guman Anjas.

__ADS_1


"Kamu bilang apa... "sambil menatap Anjas,Anjas yg ditatap jadi salah tingka.


"Eh... Tidak bilang apa -apa kok Nona Alya.. "sedikit deg-degan dengan tatapan Alya.


"Oh... saya kira kamu ada ngomong apa.. "Alya pun langsung mengarahkan matanya ke berkasnya lagi.


Tak lama kemudian Alya telah selesai, Anjas permisi lalu pamit pulang..


Anjas turun dari tangga, Anita akan naik berpapasan lagi dengan Anjas. Anjas melihat ke arah lain, Anita yg merasa di cuekin, diapun menghadap ke arah lain.


Mereka saling buang muka,tapi naas, bagi Anita hampir saja dia terjatuh.Membuat wajahnya meraj karna malu ,karna Anjas melihatnya namun tak menolongnya.


Anjas lalu meninggalkan apartemen Alya, menuju ke apartemennya.


*****


Malam sudah larut namun mata Alya tak bisa terpejam, matanya merah karna menangis.


Bik Ina masuk melihat Alya, ini untuk ke 2 kalinya, Namun Alya juga belum tidur.


Sebenarnya Arka sudah datang sejak tadi sebelum Anjas datang,Arka bersembunyi di sebuah Kamar hingga Anjas pergi barulah Arka keluar.


Alya jadi curiga dengan tingka laku bik Ina, yg selalu berapa kali pulang balik ke kamar nya dengan mengendap -endap.


Sudah berkali -kali Alya mendapatkan bik Ina berlaku seperti itu.Malam ini Alya akan pura -pura tidur. Alya ingin lihat ada apa dengan bik Ina.


Begitu melihat Alya masih belum tidur, bik Ina keluar kamar dan mengatakan pada Arka.


"Nona Alya belum tidur juga, Dia tadi habis nangis ...."Kata bik Ina.


Arka merasa bersalah karna telah membuat Alya menangis.


Akhirnya Arka bercerita kepada bik Ina,karna mengikuti ide gila Ari tadi siang. Arka juga mengatakan kalau Anjas mencintai Alya.


Bik Ina mendengar dengan seksama.


"Saya tau Tuan, kalau Anjas mencintai Alya tapi Alya tak tau kalau Anjas mencintai nya.. "


"Nona Alya hanya mencintai Tuan..., "Kata bik Ina lirih..


"Sebaik nya ,Tuan terus terang dengan Alya biar tak ada lagi Kesapahaman.. "Kata bik Ina menasehati.


Arka mengangukkan kepalanya.


Bik Ina masuk melihat Alya lagi apa sudah tidur apa belum.


Tak lama kemudian bik Ina datang mengatakan kalau Alya sdh tidur.


Arka melangkah menuju kamar Alya.


bersambung

__ADS_1


Aku akan selalu usahakan terus menulis bila masih ada yg komen..., komen para pembaca menjadi semangat nulisnya..


__ADS_2