
Alya kemudian menceritakan apa yg Dia lihat.
Flashback
Rico dan Rini, sedang menatap baju yg akan di pakai Alya saat bertunangan sama Avi.
Baju itu sangat cantik dan kelihatan mewah.
Tiba-tiba Dea masuk.
"Cantik bangeeet..,baju ini untuk aku kan ma.."sambil mencoba memakai baju itu.
"Sayaaaaaang,baju ini untuk Alya.."
"Apaaaa?"kata Dea marah sambil menatap ke mamanya
"Kan kamu selama ini,mama dan papa sering kali beliiiin baju buat kamu sayaaang..."mencoba membujuk Dea ..
"Tapi Aku mau ini ma..." sambil ceberut
"Sayaaang...,besok Alya akan tunangan sama Avi,kalau sampai tuan Alam lihat kalau baju yg di kenakan calon menantunya jelek,mereka pasti curiga.."kata Rini
"Curiga apa ma.."
"Yaaaa....,mereka akan curiga kalau kami itu pilih kasih..."kata Rini lagi
"Selama ini mereka kan mengira kalau Alya itu anak kandung kami juga.."
"Naaah kalau tuan Alam tau kalau Alya bukan anak kandung kami,apakah kamu mau gantiin posisi Alya..."sambil mengedipkan matanya
"Tak mau maaa...iiihhhh...amit-amiit"kata Dea sambil menjitak jitak kepalanya sendiri dengan pelan.
Alya yg mendengar dari balik pintu itu,baru menyadari kalau selama ini perlakuan mereka padanya sangatlah beda kepada dirinya.
"Jadi aku cuma anak angkat..." guman Alya dan buru-buru meninggalkan tempatnya berdiri.Ada rasa sakit yg sangat dalam,walau selama ini perlakuan mereka kepadanya selalu menyakitinya.
Tapi kenapa semua dalam jati dirinya kalau Rico dan Rini sebagai ayah kandungnya.
Flashback
Arka mendengar cerita Alya.di tatapnya mata Alya untuk memcari setitik kebohongan disana namum Dia tak menemukannya.
Alya mengusap air matanya,yg telah membasahi pipinya.
Entah kenapa Arka merai kepala Alya ke dadanya
dan membiarkan gadis itu menumpahkan tangisnya di sana.
Arka memeluk Alya yg masih terus menangis,ada rasa nyaman dan hangat dalam diri Alya.
Setelah merasa sedikit tenang,Aya lalu menarik dirinya agar menjauh dari Arka.
"Apakah ada seseorang menurutmu yg tau kebenaran ini.dan orang tua kandungmu" tanya Arka.
"Bik Ina...,mungkin Dia tau sesuatu tapi...Aku mohon tuan jangan libatkan Bik Ina..."
"Siapa Dia?"tanya Arka.
__ADS_1
"Dia pembantu di Kediaman papa Rico"
"Dia sangat baik padaku tuan,dan Bik Ina yg merawat aku waktu kecil .."kata Alya lagi.
Tring..tring...
Arka menjauh dari Alya lalu mengangkat hpnya.
"Bagaimana apakah anak Rico itu masih di tahan olehmu?" tanya org yg menelpon
"Iya,tapiiii...kata gadis itu Dia cuma anak angkat dari Rico" jawab Arka.
"Anak angkat,sejak kapan Rico punya anak angkat..."kata musuh Rico
"Saat ini Aku akan selidiki apakah gadis ini hanya ingin membohongiku.."namun matanya menatap Alya yg berdiri dan mendengar pembicaraan mereka.
"Baik ...Aku akan tunggu jawabannya,...Aku ingin Rico merasakan bagaimana kehilangan orang yg di sayanginya...hehe..."musuh Rico tertawa puas.
Setelah telpon di tutup,Arka keluar dari kamar itu.
Arka menekan nomor telpon.
"Halo tuan" jawaban Ari di balik sana.
"Malam ini juga kamu culik Ina di kediaman Rico" kata Arka lalu telpon ditutup.
Ari di balik sana tentu saja langsung bertindak dengan anak buahnya.
Dia tau kalau Arka tak suka basa basi..
****
Ari yang akan masuj kesana dan yg lain hanya berjaga di mobil.
Ari memanjat karna di lihat sebuah jendela disamping di lantai 2 ...
Dengan muda Ari sudah sampai di atas dengan memakai topeng saat beraksi.
Dea yg hendak tidur dalam kamar tersebut,tiba -tiba di kageet dengan bayangan hitam yg langsung membukam mulutnya.
Dea berusaha memberontak,sehingga membuat Mereka sempat guling guling di kasur.
Ari sempat kageet karna tiba -tiba suara pintu di ketuk,dari luar ..
Mendengar hal itu,Ari panik dan tubuh Dea berada di bawanya agar tak bergerak,lalu tanganya tetap membukam mulut Dea.
Dea yg memang belum perna di perlalukan begitu oleh lelaki merasakan ada getaran aneh di aliran darahnya.
Dea berusaha lepas tapi tubuhnya maki dikunci oleh Ari.
Dea mengigit telapak tangan Ari.
Ari kesakitan lalu melepaskan tanganya.
Dea akan teriak membuat Ari tak punya cara lain selain men**m bibir Dea.
Dea yg di cium bi**rnya oleh Ari hanya bisa membelalakan matanya dan tak bisa berteriak lagi.
__ADS_1
"Mungkin Dea nya sudah tidur ma...,besok saja kalau ada yang mau mama bicarakan.." terdengar suara Rico berbicara pada Rini.
tak lama kemudian Mereka terdengar meniggalkan depan kamar Dea.
Ari mendengar mereka telah pergi dari sana,tapi Dia belum juga melepaskan c****n di b***r Dea.
Dea mencoba melepaskan diri karna Dia telah hampir ke habisan oksigen karna Ari.
"Ssssiapa kau..."tapi telunjuk Ari di dekatkan pada bibir Dea agar Dia tak membesarkan suaranya.
Entah kenapa keduanya saling mendengar debaran jantung masing-masing.
Dea tak lagi ingin memberontak tapi Dia menatap Ari dengan sayu.
Dea memandang Ari tak selayaknya memandang org ketakutan tapi pandangan itu bagaikan pandangan seorang kekasih yg di cintainya.
"Dimana kamar Ina.."tanya Ari pelan.karna tadi dikiranya yg akan di suruh untuk di culik oleh Arka adalah gadis ini.
Karna Arka tak menyebut Bik Ina..Tapi cuma Ina..
"Maksudnya Bik Ina...?,"jawabnya juga pelan tak adalagi keinginan teriak di hati Dea.
Bisa saja Dea teriak memanggil ke amanan tapi Dia tak melakukannya,Sepertinya Dia tak ingin Ari dapat masalah.
"Dikamar bawa,dekat tangga.." tampah pikir panjang Ari langsung keluar dari kamar Dea.
Didlam kamar Bik Ina telah tertidur,lansung di bukam dengan sapu tangan yg sudah di beri obat bius.
Ari membuka jendela dan memberi Isyarat pada temanya yg menunggu di luar agar membawa tubuh Bik Ina.
Sebenarnya Ari bisa saja keluar melalui jendela itu tapi Dia justru naik kelantai atas lalu masuk kembali ke kamar Dea.
Dea yg melihat Ari masuk ke kamarnya tak ada bersuara sedikitpun.
Ari melangkah ke arah Dea,di penganya tangan gadis itu..,lalu di tatapnya dengan sayu.
Dea pun menatap Ari,sejenak mereka cuma saling tatap.
Ari mencium kening Dea,lalu berbisik pada telinga Dea.
"Aku akan datang lagi..." lalu di c**** pipi Dea dengan sangat lembut.
Setelah itu Ari keluar dan turun lewat jalan tadi ketika Dia datang.
Dea memengan pipinya,bekas di cium Ari.
"Aku akan menunggumu pangeranku.."batinnya
*****
Ari telah membawa Bik Ina di mansion sesuai dengan perintah Arka.
Bik Ina di tempatkan kamar yg di samping kamar Alya.
Arka menunggu sampai Bik Ina sadar dari obat bius yg di berikan oleh Ari.
Setelah meletakan Bik Ina ,Ari pun pulang ke Apartemennya.
__ADS_1
Dalam mobil Dia masih membayangkan apa tadi Dia lakukan dengan gadia itu..Ari senyum senyum,dengan tekad Dia pasti akan menemui gadis itu lagi.
*******