
Alya jarang keluar kamar selama Tiara datang ke mansionnya Arka.
Bik Ina mengetuk pintu kamar Alya.
Alya membuka pintu sambil mempersilakan masuk.
Kelihatannya bik Ina buru-buru dan wajah agak pucat kayak orang lagi ke ketakutan.
Alya ikut panik..
"Bik Ina kenapa?"tanya Alya panik.
"Tadi bibi makan Ayam,... "
"Terus... "kata Alya sambil membulatkan matanya.
"Gigigi.... Bibi ikut tertelan juga neng...."sambil memperlihatkan potongan giginya yg copot.
Alya yg melihat merasa geli dan tertawa...
Bik Ina yg menyadari kalau itu sangat lucu bagi Alya,ikut tertawa juga sambil memperlihatkan giginya yg ompong.
Arka yg melihat di layar lap top nya ikut tertawa sampai terbahak-bahak.
Kerja Arja selalu melihat setiap keberadaan Alya baik di mansionnya atau pun di kantornya.
Arja yg hari tak masuk kantor, hari ini tekadnya ingin menemui Alya.
Arja sangat ingin berada dekat gadis itu, Tiara tak perna di perdulikannya.
Arja turun di lantai bawa di mana kamar Alya berada.
Waktu di depan kamar Alya,.
Tiara juga ternyata di belakang Arka. Dan langsung memeluk Arka.
Alya keluar dari pintu bersama Bik Ina.
Alya menatap Arja yg dipeluk oleh Tiara.
Lagi hatinya sangat sakit, melihat hal itu.
"Sayaanggg....,Aku sudah pesan gaun yg aku pakai nanti untuk acara pernikahan kita.. " kata Tiara manja.
"Terserah kau saja..."katanya Arka cuek.
"Ok sayang makasih.. aku pergi dulu ya..., "Kata Tiara sambil mengecup pipi Arka.
Tiara yg sudah melangkah kepintu balik lagi ke arah Arka.
"Aku pinjam pakai kartu ATM mu... "
Arka mengambil salah kartu ATM nya dalam dompet dan memberikan pada Tiara.
Setelah kepergian Tiara.
Arka terlihat menelpon anak buahnya untuk menjadi mata-matanya,mengikuti Tiara.
Arka melihat ke arah Alya tadi berdiri.
Namun Alya sudah tidak ada di sana.
Arka melangkah mengetuk pintu Kamar Alya.
Namun Alya tak membuka pintu untuknya.
"Aku hitung sampai lima,kalau kau tak buka,pintunya aku dobrak " teriak Arka.
"Satu... dua... tiga... " belum cukup hitungan ke empat..
Alya sudah membukakan pintu untuknya.
Arka langsung masuk ke dalam, lalu menguci pintu kamar.
Alya duduk di soga di depan TV, lalu pura-pura menonton.Dan tak mempedulikan Arka.
Arka melangkah ke arah Alya dan duduk di samping Alya.
Merasa tak di perdulikan oleh Alya,Arka menarik kepala Alya agar menatapnya.
Alya yg matanya sembap karena menangis.
"Kamu habis nangis..? "tanya Arka sambil menatap Alya dengan lembut.
"Tttidaak tuan... " bohong Alya.
__ADS_1
"Terus kenapa merah... "tuding Arka.
"Oh itu gara-gara filemnya bikin baper.. .. "sambil menunjuk tv.
"Kamu pintar bohong juga.. " bisik Arka.
"Aku tak... "belum sampai ucapan Alya.
Arka sudah tak bisa membendung perasaan nya.
Arka menarik kepala Alya dan menciumnya.
Sangat lama Arka mencium Alya,bagaikan pasangan yg telah lama tak bertemu bertahun tahun.
Alya hanya Diam saat di cium oleh Arka.
Setelah itu Arka melepaskan ciumannya. Lalu menatap Alya.
"Apakah ke dagangan Tiara menyakitinya.. "
Alya menggelengkan kepalanya.
Arka membaringkan dirinya dan paha Alya jadi bantalnya.
Tangan Alya di pegang oleh Arka.
Arka merasa nyaman baring di pangkuan Alya. Dia memejamkan matanya,lalu tertidur.
Alya pun ikut tertidur,sambil bersandar di sofa.
Setelah beberapa jam tertidur Alya terbangun.
Pahanya sebenar sudah pegal memangku kepala Arka,namun Dia tak ingin membangun kan nya.
Alya menatap wajah Arka yg begitu sangat tampan tampa berkedip.
Tak lama kemudian Arka membuka matanya.
"Kau tau setelah Ibuku tiada,baru kali ini aku tidur di pangkuan seorang wanita... "kata Arka sambil menatap Alya.
"Apakah kau keberatan kalau aku tidur seperti ini" kata Arka lirih.
Lagi-lagi Alya hanya memgeleng.
"kita makan ya..,aku uda lapar.. . "sambil bangkit dari tidurnya.
"Aku mau kamu masakan,buat aku... "
Alya mengangguk dan mengikuti Arka yg berjalan keluar kamar,menuju ke dapur.
*******
Alam meninju wajah Rico, karna marah telah membuat anak buahnya harus kalah.
Karna waktu itu Rico memerintahkan membuang senjata ketika Ari menodongkan pistol ke pada Dea.
Alam geram dan memutuskan tak akan membantu Rico.
Dia menendang Rico Dan mengusirnya bersama istrinya.
Rico Dan Rini meninggal kan Mansion Alam. Karna kemarin selesai di hadang oleh anak buah Arka mereka tak jadi ke gedung dimana Alam dan para tamu menunggunya.
"Tak ada jalan lain lagi, Perusahaan dan semua harta kita harus di lelang pihak bank... "Kata Rico lemah.
Bagaimana tidak Semua telah dia jadi anggung na di salah satu Bank swasta.
Mereka hanya bisa pasrah.
****
Arka duduk di meja ke kuasaannya markas besarnya sebagai mafia.
Hari itu sengaja datang untuk melihat Keadaan kasus baru yang di tangani.
Anak buah yg di suruh menyelidiki Tiara masuk membawa kaset yg berisi rekaman vidio tentang Tiara.
Vidio itu sebenarnya sudah Arka liat saat anak buahnya mengirim lewat hp.Tapi Arka ingin semua rekaman itu di satukan dan akan di putar dan akan di tonton semua para undangannya nanti di acara pernikahannya.
Arka punya cara sendiri untuk mempermalukan Tiara wanita licik itu.
"Beraninya kamu bermain denganku wanita *****"sambil senyum sinis.
Arka tak bisa langsung mengusir Tiara dalam kehidupan nya tanpa Alasan.
Karena bisa saja membuat nama nya rusak di teman para bisnis nya.
__ADS_1
Namun Arka tak memberi tau pada Alya tentang rencana nya itu.
Arka mendengar suara pistol Ari, menembak salah satu tahanan yg membuat mereka marah krn tak memberikan keterangan yg benar.
Tak lama Ari, keluar dari dalam tahanan itu sambil memberikan wajah nya dengan tisu.
Ari duduk di depan meja Arka.
"Bagaimana dengan perkembangan kasus Rico.. "tanya Arka.
"Besok semua harta milik Rico akan di lelang tuan.. "kata Ari.
"Usahakan kamu beli semua...Aku ingin mengembalikan pada Alya semua miliknya yg dulu di rebut Rico... "Kata Arka Sambil tersenyum.
"Jadi tuan akan menikahi Alya..?"tanya Ari.
"Tentu saja... tapi setelah masalah Tiara selesai.. "kata Arka sambil membakar sebatang rokok kesayangannya.
"Kamu ikut aku ke mansion dan ambil berkas yg sudah ku tanda tangani semalam,lalu kamu urus masalah kantor... "kata Arka sambil mengisap rokok nya.
"Aku ingin masalah Tiara secepatnya selesai..., dan aku ingin menikah dan memulai hidup baru dengan Alya... "sambil senyum sambil membayangkan wajah Alya.
Ari tersenyum melihat Arka, bagaimana pun mereka berdua Mafia itu jatuh cinta pada tahanannya.
"Bagaimana dengan anak Rico yg kamu tahan di Apartemen mu"Tanya Arka Sambik melirik Ari.
''Hehe... kalau Tuan sudah menikah dengan Alya, maka Akupun ingin menikahinya juga..."kata Ari sambil senyum malu-malu.
Mereka berdua tertawa bersama..
Lalu mereka meninggalkan markasnya menuju Mansionnya Arka.
Tak lama merekapun sampai di mansionnya Arka.
Seperti biasa pasti Arka mencari keberadaannya Alya.
Selama Arka telah membujuk Alya tempoh hari di kamar nya, Alya tak lagi mengurung di kamar.
Alya sudah seperti dulu sebelum Tiara datang.
Apalagi Tiara jarang di mansion Arka. Karna Arka tak perna memperdulikannya .
Bila Arka keluar,Tiarapun keluar shopping.
Arka melihat Alya bersama bik Ina.
Arka menatap Alya sekilas,hati Arka merasa tenang bila sudah melihat gadis pujaanya itu.
"heeemmmmm.. "suara Ari membuat Arka berbalik menatap jengkel pada Ari.
Ari hanya senyum sendiri.
Arka melangkah ke sofa,di ikuti oleh Ari. Dan mereka duduk disana.
Entah apa mereka bicarakan dengan serius.
Mansionnya Arka sangat luas mirip istana kerajaan.Jadi Alya tak bisa mendengar pembicaraan mereka.
Alya datang membawa minuman untuk Arka dan Ari.
Ketika Alya meletakkan gelas depan Arka,Arka memengang tangan Alya.
"Kenapa tanganmu?Siapa yg berani melakukan seperti ini? "
Tanya Arka sambil tetap mengegam tangan Alya.
Tangan Alya terlihat merah seperti habis tersiram air panas.
"Inii.. Habis kena air panas... "kata Alya berusaha menarik tangannya.
Arka berteriak memanggil kepala pelayannya.
"Mulai sekarang kamu yg mengerjakan tugas di dapur dan jangan biarkan Alya masuj ke dapur kalau tampa se izin ku... "kata Arka sambil menatap marah pada pelayannya.
"Baik... tuan"kata pelayannya gugup.
"Jangan marahi Dia tak bersalah,Aku saja yg ceroboh..."Alya mencoba membela pelayan itu.
"Ari berikan salep di ruang kerjaku... "suruh Arka.
Ari tanpa berkata langsung naik ke lantai atas di ruangan kerja Arka.
Arka tetap memegang tangan Alya,sambil menyuruhnya duduk di sampingnya.
Tiba-tiba
__ADS_1