
Arka sengaja menginap di hotel berharap Alya akan datang.
Namun tak seperti harapan Arka.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00.Namun Arka tak bisa tidur.
Arka menelpon Ari dan memerintahkan datang
bersama sopir yg mengantar bik Ina ke kampumg nya tempo hari.
Tak berapa lama Ari telah tiba.
Arka turun ke lobi lalu sopir nya membawa mobil Arka.
Dan Ari bawa mobil sendiri.
"Kita ke kampung bik Ina.. "perintah Arka.
Sang sopirpun mulai menjalankan mobilnya.
perjalan ke rumah bik Ina mungkin sekitar 2jam.Arka tak ingin lagi menunggu hari esok utk menyusul Alya.
Arka tak punya nomor ponsel bik Ina,makanya tak bisa mengetahui Alya di sana atau tidak.
Arka tak bisa memejamkan matanya. Walau Sebenarnya Dia sangat mengantuk.
"Bisa lebih di cepatkan lagi"kata Arka.
Akhirnya sopirnya Arka menambah kecepatan .
Sebentar lagi mereka akan sampai di rumah bik Ina.
Arka tentu sangat senang dan tersenyum senyum sendiri.
kikkkkkkk...
Plaakkkkkk
sopir rem mendadak karna ada lubang yg dalam dan menyebabkan dahi Arka terbentur di kaca jendela mobil karna posisi Arka menghadap keluar jendela.
Darah bercucuran dari dahi Arka,Arka menahannya dengan tangannya.
Sang sopir panik.Dia ingin membantu Arka,Namun Arka tak izin kan.
Arka memerintahkan sopir untuk berjalan lagi agar segera sampai ke rumhnya bik Ina.
Tak lama mobil di tumpangi Arka telah sampai ,di susul mobil Ari.
Kedua mobil mewah itu mengundang perhatian warga yg Lagi ronda malam.
Ari mengetuk pintu bik Ina.
Tak lama Pintu terbuka dan Bik Ina keluar dan melihat para warga berkerumun.
Alya yg kaget ikut ke luar sambil menggosok matanya krn memang dia sudah tertidur.
Arka yg melihat Alya langsung senyum dan Dia belum keluar dari mobil.
Sedangkan Alya tak tau kalau Arka ada Dlm mobil.
Para warga yg berkerumun mereka terpesona dengan kecantikan Alya.
Apalagi malam itu Alya menggunakan Baju Daster bik Ina yg lengan pendek, dan panjangnya sebatas lutut.
Karna datang mendadak jadi tak bawa baju ganti.
Arka memperhatikan Alya. Ingin rasanya Dia memeluk gadis itu.
"Tuan Arka terluka, kita harus segera membawa kerumah sakit... "kata' pak Udin sopir Arka.
Ari yg mendengar langsung membuka pintu mobil Arka.
Darah terus mengalir di dahi Arka.
"Ayo Cepat bawa masuk ke dlm" kata bik Ina panik.
Para Warga pun mengakat tubuh Arka.
Alya baru sadar kalau Arka ada di antara mereka.
Karna Rumah sakit jauh jadi salah satu warga menjemput Dokter yg bertugas di desa itu.
Alya sebenarnya kasihan melihat Arka, tapi hatinya masih sakit saat melihat tadi siang memeluk gadis itu.
Tak lama Dokter Siska yg cantik itu datang,karna memang dekat dari rumah bik Ina.
__ADS_1
Dokter Siska menjahit luka Arka, lalu memberikan perban.
Dokter cantik menatap wajah tampang Arka.
Alya melihat nya seakan dokter itu sengaja mencari perhatian Arka.
Alya yg merajut makin merajut.
Alya duduk di antara warga yg datang seolah -olah cuek dengan Arka.
Setelah melihat Arka telah selesai di perban Alya masuk di kamar tanpa melihat ke Arka.
Dokter Siska telah pulang dan para Warga juga.
Kini Arka memerintah kan Ari dan Udin pulang juga.
Udin ikut di mobil di kendarai Ari.
Arka akan menginap di rumah Bik Ina.
Alya mendengar suara mobil meninggal kan rumah bik Ina. Alya keluar dari kamar.Di kiranya Arka sudah pulang.
Melihat Arka masih duduk di sofa dan bik Ina masih duduk tak jauh dari Arka.
"Bik.. Aku lapar,sejak pagi Aku belum makan"kata Arka jujur.
Sejak Alya datang ke kantornya Arka belum makan krn keliling mencari Alya.
Begitu Alya sudah di liatnya baru merasakan lapar.
Alya langsung masuk ke dapur utk mengambil makanan namun di tunggu nya bik Ina yg mengantarkan keluar buat Arka.
Alya lalu masuk ke kamarnya lagi,lalu menutup pintu kamar.
Setelah selesai makan,Arka akan tidur depan kamar Alya.
Bik Ina memberikan selimut buat Arka.dan Arka pun tertidur karna memang sangat lelah.
Arka sudah merasa tenang karna sudah melihat pujaan hatinya itu walau masih merajut.
*****
pagi -pagi Alya terbangun,saat di buka pintu di lihat Arka tertidur beralaskan tikar dan selimut di tutup semua tubuhnya sampai kepalanya.
Arka kedinginan karna Dia memang tak perna tidur di tempat Seperti ini.
Awalnya Alya masa bodoh karna masih marah sama Arka.
Alya ke dlm tapi bik Ina, Sdh tak ada.
"Duh bik Ina kemana ya?" kata Alya
"Bik Ina ke pasar tadi subuh, ikut sama penjual krn bik Ina punya pisang sudah masak,... kalau tak di bawa nanti ke buru rusak... "kata Arka tapi terbata-bata karna lagi menggigil.
Meliat Arka menggigil seperti itu Alya jadi kasihan.
Alya cari minyak gosok namun tak ada. Alya masuk ke dapur sambil mencium botol -botol berisi minyak itu.
"Naa ini Dia.. "sambil senyum- senyum.sambil mengambil botol itu.
Sini Aku gosokin, Alya kemudian menggosok telapak kaki, lalu punggung Arka lalu telapak tangan Arka.
"Ini minyak Apaaan sih.. "tanya Arka. sambil sedikit membuka wajahnya yg di tutup selimut.
"Diamlah, mau di kerokin tidak...? "kata Alya sambil mencoba melepaskan telapak Arka.
"Mau... mau.. "kata Arka pasra.
Dengan minyak itu Akhirnya Arka agak baikan.
Arka membuka wajahnya yg di tutup dengan selimut.
"Tuh kan uda mendingan,... "sambil tetap mengusap -usap telapak tangan Arka.
Arka merasa gemes melihat Alya seperti itu.
Arka langsung mencium bibir Alya. Karna tak ada perlawanan dari Alya.
Arka memperdalam ciumannya., sampai ke duanya hampir habisan oksigen.
Arka masih mau mengulang lagi, tapi Alya menutup bibir Arka dengan telapak tangannya.
"Bau banget sih... "Kata Arka Sambik mencoba melap bibirnya.
Alya tertawa lepas karna berhasil mengerjai Arka.
__ADS_1
"Kamu kerokin aku pakai minyak apa? "tanya Arka sambil mencoba bangun.
"Pakai minyak tanah.. hehe.. "
"Astagaaaa, tega amat sih sama kekasih sendiri... "
"Biarin... dari pada harus melihati mu mati kedinginan.. "kata Alya masih tertawa.
Akhirnya Arka menarik Alya dalam pelukannya dan pura-pura menutup bibir Alya dengan telapak tangannya juga yg bau minyak tanah.
Tiba -Tiba Alya berhenti tertawa.Dia melepaskan pelukan Arka.Karna Dia ingat kalau Dia lagi sedang merajut.
"Sayang.., Aku mohon berhentilah merajut, apa yg kamu lihat aku dengan Wanda tak seperti yg kamu bayangkan "
Arka lalu menceritakan semuanya ,dari awal menjalin hubungan sampai berpisah dengan Wanda.
"Sayaaaang percaya lah,sama Aku kalau tak ada gadis lain yg bisa Mengantikamu di hati Aku..." Arka menatap Alya.
Alya hanya Diam.
"Sayaang kalau kita seperti ini kapan kita akan menikah,kalau kamu merajut terus.. "
"Aku Ingin secepatnya menikah dan memberikan cucu buat Papa.. " kata Arka sambil menaikan alisnya sebelah.
"Papa...? "Kata Alya.
"Iya Papa tadi menelponku.,Papa bilang kalau sudah merestui hubungan kita.. "
"Dan Papa bilang Ingin segera dapat cucu "goda Arka.
Alya mencubit lengan Arka,Arka meringis ke sakitan.
Tok.. tok.. tokk
Alya berdiri membuka pintu ternyata yg datang Dokter Siska.
"Saya Akan menganti perban Arka. "lalu dengan pedenya masuk menghampiri Arka.
Dokter itu semalam Dia seperti nya megoda Arka,Dengan wajah nya yg begitu dekat dengan Arka,seakan ingin mencium Arka.
Alya hanya menatap Dokter Siska hendak mendekatkan tangannya pada kepala Arka.
Namun Arka mundur kan kepalanya.
"Sayaaaang...,bantuin buka perban aku.. "Kata Arka memanggil Alya.
Membuat Dokter Siska wajahnya memerah krn malu di tolak dengan Arka.
Alya menghampiri Arka.
Arka memengang tangan Alya,lalu membawa tangan Alya ke perban yg akan di buka.
Dokter Siska terlihat sangat jelas marah.
Apalagi Arka semakin mendekatkan hidungnya ke arah bibir Alya.
Darah Dokter Siska makin mendidih melihat hal itu.
Dia paling jam wajahnya lalu memberikan perban baru untuk Arka,Lalu berdiri.
Hendak pergi.
Ketika di pintu Bik Ina datang.
"Dok...Apa sudah selesai.. "kata bik Ina.
""Hadeeeh andai Aku tau semalam aku tak datang mengobatinya..orang sombong Seperti mereka... "guman Dokter Siska.
"Hai tunggu !.."Kata Arka memanggil Dokter Siska.
Dokter Siska lalu menoleh ke arah Arka...
*******
bersambung
Bila suka mohon tinggalkan jejak like dan komen
Hai.. makasih buat kalian uda membaca nya.
semoga suka ya..
bolehkan minta pendapatnya bagaimana menurut cerita aku.. maklum ini adalah pertama kalinya jadi penulis.
komen anda bikin aku semangat..
__ADS_1
makasih 😍😍