
Alya membuka matanya, Dia melirik Arka masih memeluknya.
Arka begitu lelap dalam tidurnya.
Mungkin karna Dia telah bersama Alya.
Karna Selama kehilangan Alya, Arka jarang tidur senyenyak itu.
Arka bagaikan seorang bayi Tidur di pelukan Ibunya.
Alya menatap Arka lelaki yg selama ini di rindu kan nya.
Ada rasa bahagia tak tergambarkan dlm hati Alya saat ini.
Alya mencoba bergerak pelan utk bangun dari pelukan Arka.
Tapi Arka seakan tak ingin melepaskan pelukannya.
"Mau kemana... mau kabur ya.. "kata Arka sambil membuka mata nya.
"Hai emang aku tahanan pakai kabur segala"kata Alya sambil memonyongka bibir seksinya.
Arka langsung me****t bibir Alya.
"Masih mau mengodaku"bisik Arka setelah melepaskan bibir Alya.
"Enak aja siapa yg menggodamu.. "kata Alya tersenyum.
Alya kemudian ingin bangun namun tetap saja tak di biarkan oleh Arka.
"Aku harus ke kantor dulu.. "kata Alya sambil mencoba melepaskan Arka.
"Baiklah tapi kamu harus... ini.. "kata Arka sambil menujuk pipinya.
"Mmmaaaa... "Alya mencium pipi Arka.
Lalu keluar dari kamar Arka lalu masuk ke kamarnya.
Setelah selesai berpakai rapi dan dandan sangat cantik Alya dan bik Ina turun ke bawa untuk sarapan.
Sampai di bawa restoran terlihat Arka sudah duduk menunggu mereka.
Arka memanggil Alya dan bik Ina agar duduk di kursi yg telah di sediakan oleh Arka.
Alya dan bik Ina duduk samping Arka.
Arka memanggil anak buahnya Andi yg percayakan mengelolah restorannya.
"Ini Nona Alya, pemilik Gedung AA group di samping.., semua sewa kamar dan kebutuhan selama di sini masukan dlm Catatanku... "kata Arka.
Anak buah Arka itu menunduk hormat pada Alya.
Alya tersenyum
"Pantas saja tuanku suka padamu Nona karna kamu sangat cantik.. "batin Andi
"Baik Tuan... "Kata Andi.
Lalu Arka memesan makanan untuk mereka.
Setelah selesai makan, maka bik Ina pamit mau pulang dulu ke kampung halamannya karna Dia telah lama tak pulang.
Arka memerintahkan salah satu sopirnya mengantar bik Ina.
Arka mecium tangan bik Ina.bik Ina lalu keluar dri restoran di ikuti oleh sopir arka.
Alya senang melihat sifat Arka yg tak lagj kasar seperti dulu.
Arka kini tinggal duduk bersama Alya.
banyak pengunjung dan tamu hotel yg ikut makan melihat ke arah mereka.
Tapi mereka tak perduli bagi Arka dunia bagaikan milik mereka berdua.
Arka mengambil ponsel Alya yg di letakan di atas meja.
Arka memasukan Nomor ponsel nya di ponsel Alya.Lalu Dia memasukan nomor ponsel Alya di ponselnya.
Lalu meletakkan kembali.
"Makan siang nanti kita ketemu di sini, .."Kata Arka.
Alya lalu berdiri dri kursi nya
Arka melihat beberapa pengujung restoran itu memandangi Alya.Mereka pada menatap Alya tak berkedip.
Arka rasanya ingin mencungkil mata lelaki itu yg telah berani menatap Alya seperti itu.
__ADS_1
Arka lalu mengandeng tangan Alya dan menuju keluar dari restoran.
Satpam menunduk pada Tuannya itu.
Arka hanya berjalan tanpa peduli org di sekitarnya terus memandangi mereka berdua.
Setelah sampai di depan pintu masuk gedung Alya, mereka bertemu dengan Anjas.
Anjas menatap mereka ada rasa sakit dlm hatinya ketika melihat Arka mengandeng tangan Ceo cantik itu.
Arka lalu menyapa Anjas.
"Anjas, ternyata Wanita yg telah ku cari selama ini adalah Bos kamu"kata Arka tersenyum.
"Tuan kau tak tau kalau kau itu sedang menari -nari di atas luka ku ini"batin Anjas.
"Oh jadi kalian saling mengenal.. "tanya Alya.
"Ia nona..., setiap Tuan Arka lewat sini utk ke hotelnya kami sering ketemu jadi akhirnya kami jadi kenal.. "kata Anjas.
"Oh gitu ya.. "sambil menatap Arka.
" Aku masuk dulu ya.. sambil melepaskan tanganya dari Arka... "sebenarnya Alya tak enak di liat begitu sama orang orang tapi karna Arka marah kalau di lepas.
Akhirnya Alya masuk di ikuti Anjas.
Arka pun menyebrang jalan menuju kantornya.
Arka masuk sambil senyum senyum membuat para karyawan nya heran, apalagi Ari.
Sampai di dalam ruangan di buka lap topnya.tapi di tutup lagi.
Arka berjalan ke balkom dan tatap gedung depannya.
Arka mengambil Ponselnya lalu menekan nomor "Wanitaku"
Akhirnya tersambung
tutt.. tutt.. tutt.
Alya yg di sebelah sana yg baru saja membuka lembaran kertas di depannya.
Alya melihat nomor Yg memanggil "lelakiku"
Alya tak mempedulikan kan nya karna Alya merasa tak perna menyimpan nomor itu di tambah lagi dia lagi sibuk.
" angkat sekarang by Arka."
Alya membaca lalu mengangkat panggilan vc itu.
Alya tak ingin Arka marah.
Wajah Arka langsung tersenyum ketika Alya terlihat di layar ponselnya.
"Sayang.. kamu melihat ke gedung depanmu.. "kata Arka.
Alya berdiri melihat ke gedung di liatnya Arka melambai ka tangannya.
" Kalau kamu nelpon terus.., kapan saya bisa kerja.. " Kata Alya memonyong bibirnya.
"jangan mengodaku seperti itu.. "canda Arka.
"Kerja aja.. tapi panggilan vc nya tetap aja.. "kata Arka tak membiarkan Alya memutuskan panggilan nya.
Akhirnya Alya menyimpan ponsel itu di depannya sambil bekerja.
Alya memeriksa laporan yg berada di depannya.
Arka menatap terus Alya di ponselnya.
"Apa kamu tak bosan liat aku terus begitu... "sahut Alya sambil tetap bekerja, namun sekali-kali melihat layar ponsel di mana Arka terus menatapnya.
"Aku matikan ya... "canda Alya.
"Kalau matikan Aku akan kesitu "kata Arka.
Alya memonyongka bibirnya
Arka tersenyum.
tok.. tok.. tok
"Masuk.. " kata Alya.
Anjas masuk dan duduk di depan meja Alya.
"Ada apa..? "kata Alya.
__ADS_1
"Ini ada yg teror, tadi Dia melempar ini dan memecahkan salah satu kaca depan di lantai dasar."kata Anjas.
Alya membuka kertas itu.
Arka yg masih vc sama Alya mendengarkan hal itu.
Alya membacanya.
TUTUP TEMPAT INI KALAU TIDAK GEDUNG MU INI AKAN AKU HANCUR DGN DIRIMU.
Alya kemudian memerintahkan pada Anjas untuk melacak pelemparan tadi.
Anjas lalu permisi utk menemui pihak ke amanan di gedung.
Arka meminta Alya utk memperlihatkan kertas Ancaman tersebut.
"Kamu jangan takut Sayaaang.., siapa pun Dia saya akan pasti temukan. "kata Arka.
Karna Arka melihatt Alya agak ke takutan namun mencoba utk di sembunyikan dari Arka.
Arka berjalan turun sambil berlari kecil.
Ari melihat Arka.
"Kau uruslah perusahaan,Aku ada hal penting "kata Arka lalu berjalan lagi.
Arka menyebrang jalan dan naik ke Ruangan Alya.
Karyawati pada terpesona dengan ke tampangan Arka.
Namun Arka tak peduli,Dia berjalan tanpa menoleh para karyawati yg sedang memperhatikan nya.
Akhirnya Arka sampai di ruangan Alya.
Alya kaget karna Arka tak mengetuk pinta.
Arka langsung masuk dan menghampiri Alya.
Melihat Arka yg datang,Alya langsung memeluknya.
Terasa aman bila ada di dlm pelukan Arka.
Alya candu dengan parfum milik Arka.
Arka pun demikian candu akan bau tubuh Alya,
Arka janji mereka tak akan menyakitimu dan Aku akan menemukan siapa yg telah teror perusahaan kamu itu.
Alya merasa tenang sedikit. Alya dan Arka kemudian berjalan ke sofa.
"Suruh Anjas Kirim vidio CCTV yg menangkap gambar pelemparan itu ,di ponselmu sayaang... " kata Arka sambil membelai rambut Alya dengan lembut.
Alya menghubungi Anjas,sementara Alya bicara Arka berdiri mengambilkan Alya air agar Dia tenang.
Setelah menelpon,Arka memberikan Air pada Alya.
Setelah meminum air itu Alya kemudian sdh mulai tenang.
Suara ponsel Alya bergetar menandakan adanya pesan yg masuk.
Alya mengambil ponselnya lalu membuka pesan tersebut.
Alya memberikan ponselnya pada Arka. Arka memutar vidio yg di kirim Anjas.
Dalam rekaman dua org mengendarai motor, lalu melempar ke arah jendela kaca ,setelah itu mereka tancap gas dan meninggal kan depan gedung.
Arka mengirim vidio itu ke ponselnya,lalu di kirim ke Ari untuk di selidihki .
Arka memerintahkan Ari menghubungi semua Anak buah Arka di markasnya.
Setelah itu Arka kemudian menyerahkan ponsel Alya.
Alya mengambilnya,lalu menatap layarnya sudah di ganti wallpaper nya.
Foto Alya dan Arka di layar ponsel tersebut.
Alya tersenyum,sambil menatap Arka.
Arka mendekat kan wajahnya ke Alya lalu menciumnya. Alya hanya Diam dan membiarkan Arka mencium seluruh wajah Alya.
Arka sejak bertemu Alya Dia tak ingin jauh dari Alya.
Dia janji Akan melamar Alya bila telah menemukan siapa yg dalam yg teror perusahaan Alya.
********
bersambung
__ADS_1
-'