Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
episode 22


__ADS_3

Arka bertemu dengan Anjas.


Namun Anjas tak mengetahui keberadaan Alya.


Arka kemudian ke apartemennya Alya juga tak ada.


" Ke mana Alya...."guman Arka merasa panik karna tak menemui Alya.


Semua ini karna Wanda.


Flashback


Wanda Dan Arka pacaran waktu kelas 3 SMA.


Mereka sebenar belum ada kata putus tapi Wanda harus mengukuti orang tuanya dan kuliah luar negeri.


Saat itulah mereka tak perna terhubung lagi.


Arka pada awalnya selalu mencari keberadaan Wanda. Namun Wanda yg saat itu telah punya pacar tak perduli dengan Arka lagi.


Arka mengetahuai kalau Wanda sudah memiliki lelaki lain maka Diapun tak perna lagi perduli dengan Wanda dan Dia tak Lagi mencintai Wanda karna wanda telah mengkhianati cinta mereka.


flashback


Saat kejadian di kantor polisi mempertemukan mereka kembali


Awalnya Wanda melihat data Arka yg melaporkan klien nya Alamsya gruop, karna adalah pengacara Alam yg sangat di andalkan oleh Alam.


Saat itu wanda membaca data -data Arka. Namun Wanda tak tau kalau itu adalah Arka pacar waktu SMA.


Akhirnya Wanda mengetahui kalau Arka sekarang telah menjadi lelaki sukses.


Makanya Wanda datang ke kantor Arka yg di dapatkan alamat dari Alam.


Arka mendengar ponselnya berdering Dia berharap Alya yg menelepon tapi nama yg memanggil "Hendra Ardianto"


Arka mengangkat panggilan itu.


"Halo.. "


"Arka... Apa Alya sudah memberi tahumu? "kata papa Alya dengan terdengar suara terkesan lebih bahagia.


Arka mendengar kan papa Alya berbicara di balik sana.


Papa Alya mengatakan kalau semalam Alya menelpon dan mengatakan kalau Dia tak ingin di jodoh kan dengan Yuda karna Dia punya pilihan sendiri.


Dan Alya juga mengatakan kalau Alya mencintai Arka.


Papa Alya telah merestui hubungan mereka.


Arka mendengar suara Papa Alya dengan seksama rasa penyesalan dlm hatinya karna lagi-lagi Dia buat Alya sedih.


"Makasih Nak Arka selalu menjaga Alya...,dan melindungi Alya dari teror yg membuat Alya ketakutan.. "lanjut papa Alya lagi.


"Tak perlu berterima kasih bagiku Alya adalah hidupku... "kata Arka.


Papa Alya terdengar terkekeh senang mendengar perkataan Arka.


Papa Alya yakin dengan ucapan Arka itu dan Dia merasa bahagia karna putri semata wayangnya itu dpt cinta dari seorang seperti Arka.


Papa Alya tau bagaimana Arka lelaki yg tak perna ingkar janji demi janji Dia pasti akan pertaruhan nyawanya sendiri.


Ada rasa bahagia dlm diri Arka mendengar perkataan Papa Alya.


Tak lama kemudian Papa Alya mengahiri panggillannya.


Arka Bingung harus mencari Alya kemana lagi.


Alya tak ada teman selain bik Ina.


"Apa mungkin Alya ke kampung Bik Ina... "Fikir Arka.


Arka akan menunggu info dari Alya dulu.


Arka lalu berangkat kembali ke Kantornya.


Ponsel Alya tak perna di aktifkan,jadi sulit di ketahui ke berandaannya.

__ADS_1


Arka sangat menyesal, telah membuat Alya terluka.


Padahal Andaikan Alya tau ke jadian sebenarnya.


Kedatagangan Wanda untuk membicarakan kasus Alam. Maka dari itu Arka mengizinkan Dia masuk ke ruangannya.


Wanda meminta Arka agar mencabut tuntutan pada Alam.


Namun Arka menolak,karna bagaimana pun Alam telah membuat ketakutan Alya.


Dan Arka tak akan memaafkan org yg telah membuat gadis yg di cintainya ketakutan.


Nah saat itu Wanda memanfaatkan situasi itu untuk mengenang masa lalu bersama Arka.


Dan memang Wanda bermaksud untuk merebut cinta Arka kembali.


Wanda saat melihat Alya menangis lalu pergi membuat Wanda senang.


Tapi itu cuma hayalan Wanda karna Arka tak akan jadi miliknya lagi.


Arka sangat mencintai Alya dan Alya adalah hidup Arka.


*****


Sementara itu Alya yg meninggalkan gedung Arka Dia langsung mengambil Taksi.


Maklum Alya belum bisa menyetir mobil jauh. Kebiasaan nya di bawa sama sopirnya.


Alya bingung harus ke mana.


Disaaat seperti ini hanya bik Ina tempatnya mengaduh.


Alya memutuskan untuk ke kampung bik Ina.


Taksi yg di tumpangi Alya tak bisa mengantarkan Alya sampai kampung bik Ina.


Taksi itu menurunkan Alya di batas kota. Makassar -Maros


Alya bingung mau naik taksi tapi tak ada , ponselnya pun lobet.


Bantimurung... Bantimurung. ..


Teriak kernek angkutan itu ambil memanggil penumpang.


Alya tau nama kampung bik Ina.


Kata bik Ina waktu itu ,kalau mau ke kampungnya depan permandian Bantimurung.


Akhirnya Alya pun naik ke angkutan itu.


Alya kini agak terjepit oleh penumpang lainnya namun hal itu tak di peduli kan Alya.


Seorang Ibu mengajak Alya tersenyum.


"Mau kemana dek.. "kata Ibu itu ramah.


"Mau ke Bantimurung bu.. "balas Alya ramah pula.


Penumpang berdesak itu mereka baru dari pasar,berdagang di pasar tradisional di kota Makassar.


Mereka pergi saat subuh dengan membawa hasil panennya atau buah buahan yg di hasilkan di desa mereka.


Saat mereka ke pasar mereka di antar oleh Angkutan Umum langganannya,tapi saat pulang mereka hanya menyetop mobil yg tak ada muatannya.


Alya sebenar sangat risih dengan bau -bau yg ada di mobil itu. Tapi mau bagaimana lagi. Alya tak ingin membuat mereka tersinggung.


Alya menatap para Ibu di sampingnya. Demi sesuap nasi harus lah pulang balik dari desanya ke kota.


Ada di antara mereka tertidur,bahkan ada yg sampai kepalanya mengikuti irama angkutan itu.ketika dapat jalan berlubang kepalanya manggut, kalau angkutan nya belok kekiri kepala juga ikut kekiri.


"Tangkap'ki, Ayam na cucu ku.. "kata Ibu paling ujung.


Seekor ayam kecil yg di beri warna pink melompat ke arah Ibu yg tidur tadi.


Tapi ke enak tidur sang Ibu tak merasa ada Ayam itu,dan akan keluar dari jendela.


"Plaakkkkkk... "Seorang Ibu yg beli sapu lidi langsung

__ADS_1


mentabok Ayam kecil itu agar tak keluar jendela.


"Masih mau ko.. (Masih lari) "sambil senyum -senyum karna melihat Ayam kecil itu hampir teler.


Ibu yg tertidur tentu saja kaget karna pukulan sapu lidi.


Tapi ketika melihat kekiri dan kekanan semua pura-pura tak terjadi apa -apa.


Maka Ibu kemudian tertidur kembali, mungkin Ibu itu mikir cuma mimpi di tabok pakai sapu.


Alya yg memperhatikan mereka cuma -cuma senyum.


Tak berapa lama para penumpang turun satu persatu dan membawa turun bawaan masing. masing.


Alya mendekat dengan sopir


"Pak tolong turunka Aku di depan jalan masuk permandian Bantimurung.. "kata Alya.


"Adek mau kerumah siapa memang? "kata Ibu yg di samping Alya.


"Mau ke rumah bik Ina.. "kata Alya.


"Saya juga orang di sana tapi tidak tau'ka nama'nabik Ina.. "kata ibu itu dengan logat khas daerah nya.


"Tapi.. kata Bik Ina rumah nya dekat situ.. "kata Alya.


Ibu itu mencoba ingat-ingat org yg dimaksud Alya.


Bik Ina satu bulan yg lalu baru pulang dari bekerja.


"Oh jadi TKW itu ya.."


Alya hanya menganggukan kepala.


"Kalau yg di maksud baru-baru pulang setahu saya itu Daeng Senna"kata Ibu itu..


"Daeng Senna. ..??? "Alya mengaruk kepalanya yg tak gatal.


" Nanti sama-sama 'ki turun ku tunjukan'ki rumahnya Daeng Senna.. "kata Ibu itu akhirnya dengan logaynya namun dapat di pahami oleh Alya.


Awalnya Alya ragu tapi tak lama Alya setuju saja.


Akhirnya sampai juga,Alya membantu membawa barang Ibu itu.


Sampai lah mereka pada sebuah rumah sederhana.


Tok.. tokk. tok


"Daeng Senna Ada cari'ki.. "kata Ibu itu.


Akhirnya pintu itu terbuka.


"Nona Alya...? "Bik Ina langsung memeluk Alya setelah melihat siapa yg datang.


"Itu bilang memang'ka Daeng Senna di cari to"sambil senyum.


Alya bersyukur ternyata betul itu rumah bik Ina.


Alya memeluk Bik Ina dengan Erat.


Alya berterimakasih pada Ibu tadi yg Me hantarkan ke rumah bik Ina.


Ibu itu pun pulang ke rumahnya yg jarak nya memang tak jauh dari rumah bik Ina.


Alya masuk kerumah bik Ina.


Bik Ina tinggal sendiri karna suaminya telah menikah lagi dan Dia tak punya siapa-siapa .


Bik Ina sangat senang Alya datang.


Bik Ina mengambil kan makanan utk Alya.


Alya makan dengan lahap, padahal itu cuma makanan yg sangat sederhana dan khas pedesaan.


********


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2