
Tiba -Tiba Tiara datang. sambil membawa barang belanjanya.
Tiara mendekati Arka dan Alya.
Namun Arka tak melepaskan gegamannya pada tangan Alya.
"Apaaan ini,.. "sambil menatap jengkel pada Alya.
Alya yg di tatap jengkel oleh Tiara berusaha melepaskan tangan nya dari Arka. Tapi Arka tak memperdulikannya.
Ari datang membawa salep. Dan memberikan pada Arka.
Arka mengobati tangan Alya, tanpa memperdulikan Tiara yg menatap mereka dengan marah.
Alya menatap Arka, yang mengobati tangan nya. Alya tak menyangka akan berbuat seperti itu di depan Tiara.
"Dasar manja.. kamu kan bisa mengobatinya sendiri... "sambil menarik tangan Arka.
Tiara mengambil salep itu.,dan memberikan pada Alya.
Tiara lalu membuka baju yg di beli nya yang akan di pakai di pernikahannya .Dia memperlihatkan pada Arka.
"Sayaaaang cantikkan?.."kata Tiara,mencoba memamerkan gaun pengantingnya ke pada Alya yg masih berdiri sambil berusaha mengobati lukanya.
"Pernikahan kita akan di percepat..Minggu depan.. "tanpa memandang Tiara.
"Benarkan sayaaaaang.... "Tiara merangkul Arka.
Mata Arka memandang Alya.
Arka melihat ada bening yg di tahan di sudut mata Alya.
"Maafkan aku sayaang... Aku terpaksa begini... agar wanita ini secepatnya pergi dari kehidupan kita.. "batin Arka.
Alya melangkah meninggalka Arka dan Tiara.
Air mata Alya tak bisa di tahan lagi, setelah sampai di kamarnya.
Tiara tersenyum sinis melihat Alya menahan air mata nya.
Arka berdiri dari duduk nya,lalu berjalan ke arah tangga utk naik ke ruang kerjanya. Ari mengekor di belakang Arka.
Sedangkan Tiara melipat gaun penganting lalu menyusul Arka.
Tapi Arka sudah masuk di ruang kerja sekaligus tempat Arka tidur, selama Tiara menempati kamar Arka.
Tiada cela untuk mengintip atau mendengar pembicaraan mereka krn ruangan itu pakai kedap suara tak bisa terdengar dari luar.
*****
Alya sudah bertekad akan pergi dari mansion Arka.
Alya sudah mengutarakan rencananya pada bik Ina,kalau mereka akan pergi di hari pernikahan Arka dengan Tiara.
Alya tak ingin membuat hubungan Arka dan Tiara bermasalah karna dirinya.
Alya memang mencintai Arka.Namun di sisi lain Arka sudah akan menikah dengan Tiara.
Alya sebelum tersakiti lebih jauh lagi Dia akan pergi fikir Alya.
Pernikahan Arka akan di laksana kan di mansionnya. Dengan mengundang para teman Bisnisnya.
Tentu saja Hendra Ardianto bersama istrinya akan di undangan juga.
Karna saat ini kapal pesiar miliknya bersandar di Indonesia. Maka mereka akan menghadiri pernikahan Arka.
Sekaligus datang mengucapkan terima kasih karna Arka telah membuat Rico hancur. Hingga jadi gembel.
Demikian juga dengan Tiara,tak mau kalah dengan Arka.
Tiara mengundang para teman-teman sebagai model para wartawan tentunya agar menpublikasikan pernikahan mereka.
Tiara tak ada di mansion, Arka sengaja datang mencari Alya.
Tapi sejak kejadian itu Alya jarang lagi keluar kamar krn Arka telah melarang Alya untuk ke dapur.
Saat ini Alya di kamar.
Arka mengetuk pintu,tak lama Alya datang membuka karna Dia tau kalau itu adalah Arka. Dan Alya tak ingin membuat Arka marah lagi seperti dulu.
Setelah membuka pintu Arka masuk dan mengunci pintu.
Alya berjalan menjauh dari Arka.
Arka melangkah ke arah Alya.Dan menarik tangan Alya.
__ADS_1
"Tuan mau apa??? " katanya gugup, tapi Arka hanya menatapnya.
"Sebentar lagi tuan akan menikahi ....."belum sampai ucapan Alya.
Arka sudah menarik kepala Alya dan ***** bibir merah Alya.
Lama Arka ***** bibir Alya. Sampai keduanya hampir ke habisan oksigen.
Arka menarik Alya dan memeluknya. Lama Arka memeluk Alya tak ingin rasanya Dia melepas gadis yg di cintainya.
Arka ingin menjelaskan pada Alya akan rencana menikahi Tiara dan mengatakan kalau hanya Alya yg Dia cintai.
"Alya.. Aku.....men.... "tiba-tiba hp Arka berbunyi dan Arka tak sampai melanjutkan kata-katanya.
Di lihat di hpnya nama Tiara.
"Halo.. "kata Arka.
"Sayaaaang.. kamu dimana ? Dari tadi aku cari di ruangan kerjamu.. "kata Tiara manja di balik sana.
"Iya.. Tunggu aku akan kesitu.. "kata Arka Cepat.
Arka tak ingin Tiara tau kalau Dia di kamar Alya.
Arka tak ingin rencananya gagal.
Arka menutup telpon dan Dia menyerahkan sebuah bungkusan pada Alya.
"Pakailah ini besok...."kata Arka.
Alya menerimanya,Arka mencium kening Alya. Lalu keluar dari kamar Alya.
Alya menatap Arka, yang bingung dengan sifat Arka yg begitu lembut perlakuannya padanya.
Alya berfikir kalau Arka hanya mempermainkan perasaannya. Dan Alya sudah bulat dengan tekad nya pergi besok di mansionnya Arka.
"Tempatku bukan di sini.. "batinnya
Alya membuka bungkusan itu dan terkejut.
Gaun yg Indah... seperti milik Tiara tapi cuma warna nya yg beda.Kalau ini kuning mas.. yg bertahtakan permata... dan sangat cocok dengan warna kulit Alya yg putih bersih.
"Bagaimana mungkin Aku memakai gaun seperti punya penganting wanitanya"fikirnya ragu-ragu.
Alya mencoba memakai gaun itu.
"Mashaaa Allah...cantiiiknya.. " sambil mengeleng-geleng kepalanya dan senyum lebar memperlihatkan gigi ompongnya.
Maklum bik Ina belum tau tempat tempel gigi palsu ya gaees... hehe...
"Neng Alya lebih cantik dari Tiara yg sombong itu... "Puji bik Ina.
"Huuussss... "kata Alya sambil menutup dengan telunjuk bibirnya.
Akhirnya Bik Ina pun tutup giginya yg ompong dengan telapak tangannya .Mereka tak ingin kedengaran oleh Tiara.
Setelah mencoba gaun itu Alya melipat nya kembali.
Bik Ina keluar dari kamar Alya, bik Ina masuk hanya untuk memastikan rencana mereka besok.
Alya keluar dari pintu belakang kamar itu. Dia duduk di bangku panjang yg sering mereka duduk berdua dengan Arka.
Alya menatap bunga yg layu. Air mata Alya menetes.
Tak terasa sudah berbulan-bulan di mansionnya Arka.
Arka tak lagi kasar,dan kejam padanya.
Sehingga tak tau sejak kapan cinta itu tumbuh di hati Alya.
Berat rasanya meninggal kan semua ini,apa lagi setiap kebutuhan Alya di penuhi oleh Arka.
Pakaian,kosmetik yg di belikan Arka sangat lah mahal karna Alya tau dari mereknya .
Dulu Alya tak perna pakai baju yg baru atau pun bermerek.
Namun Alya mencintai Arka bukan krn pemberiannya namun karena perhatian nya.
Selama ini Alya memang tak perna dekat dengan lelaki mana pun.
Karena pergaulan nya di batasi,Alya tak perna dpt izin keluar jalan oleh Rico dan Rini.
Alya memeluk lututnya lalu menangis.
Besok bila Dia tinggalkan mansionnya Arka tak tau Dia akan kemana,Dia tak punya siapa-siapa.
__ADS_1
Alya juga tahu kalau saat ini Rico tak punya apa -apa lagi.
Alya makin menangis, mengingat dirinya harus bagaimana ke depannya.
Arka yg dalam ruangan kerjanya melihat Alya menangis.
Rasa kasihan pada gadis itu membuatnya ingin segera turun dan memeluknya.
ketika Arka akan turun,Tiara keluar dari kamar nya.
"Sayaang, mau kemana? "kata Tiara.
"Aku mau ke bawa ambil minuman" alasan Arka.
"Yuk sama -sama sayang.. "sambil mengadenng tangan Arka.,lalu menyandarkan kepalanya di bahu Arka.
tanpa di duga oleh Arka, ternyata Alya keluar dari kamarnya dan melihat mereka.
Alya langsung mengambil minuman di kulkas terus berjalan ke arah kamarnya.
"Hai tunggu.... "teriak Tiara.
Alya menghentikan langkah nya.
"Buat kan kami minuman juga.."langjut Tiara.
Alya kembali ke kulkas membuat minuman utk Arka dan Tiara.
Arka melangkah ke sofa,Tiarapun ikut duduk di samping Arka.
Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Arka.
Arka mengeluarkan hp nya ,lalu pura-pura sibuk memainkan nya.
Alya dapat melihat mereka, Tiara memang sengaja pamerkan kemesraan mereka ke pada Alya.
Alya membawa minuman ke arah mereka.
Alya tak berani menatap ke arah Arka.
Alya meletakkan minuman itu dan lalu mengambil minuman miliknya.Lalu berjalan ke kamarnya.
"Aku ngantuk... "kata Arka
Arka bangkit dari duduk nya. Lalu mengambil minumanmya lalu melangkah naik.
Tiiara memburu Arka dari belakang, sampai di kamarnya,Arka langsung masuk lalu mengunci pintu kamarnya.
Arka keluar di balkon kamarnya lalu melompat turun melalui tembok, bagi Arka begitu gampang Dia lakukan, sebagai seorang mafia.
Arka sampai di bawa lalu mengetuk pintu belakang kamar Alya.
Alya sempat ragu-ragu membuka, tapi mendengar suara Arka langsung dibukanya.
Arka masuk ke kamar Alya, lalu menguncinya.
"Tuan ada apa? "kata Alya kangeet.
"Malam ini aku ingin tidur disini" kata Arka, lalu naik ke tempat tidur Alya.
"Tapiiii... "kata Alya ingin menolak"
"Aku tak akan macam-macam kok, ..Entahlah... malam ini Aku ingin sekali bersamamu... " Kata Arka Dan mengisyaratkan agar Alya Naik di sampingnya.
Alya pun pelan-pelan naik.
"Tapi Tuan janji tak akan macam- macamkan?"kata Alya lagi.
"Iya..., andaikan Aku mau macam -macam dari dlu aku lakukan.. "kata Arka mencoba meyakinkan Alya.
Alya baring di samping Arka.
"menghadap ke aku... "
Alya membelikan badannya menghadap ke Arka.
Arka memeluk Tubuh Alya, lalu membawa wajah Alya ke dadanya.
"Tidurlah.....Aku juga akan tidur... "bisik Arka di telinga Alya.
Tak kemudian mereka tertidur pulas....
*******
bersambung..
__ADS_1
******
bersambung