
Mohon maaf kalau sering terlambat up nya ya...
Saya akan selalu berusaha untuk menulis di tengah kesibukan aku ya.. sebagai seorg Ibu rumah tangga dan pegagang, selama masih ada yg suka dengan hasil karyaku ini..
mohon tinggal komennya ya... agar aku bisa tau bagaimana dengan hasil karyaku... komen Anda buat semangat bagi penulis... 😅🙏
Alya menjabat tangan mereka sambil tersenyum manis, Dia sengaja membuat Arka makin panas, Arka sudah tak bisa menahan lagi amarahnya.
Arka mendekati Alya, lalu mengakat tubuh dan mengendongnya ke luar dari gedung tanpa perduli pada org -org yg memandang ke arah mereka.
"Turunkan saya... "Kata Alya, tapi Arka tak perduli.Dia hanya menatap dingin ke depan tanpa peduli dengan Alya yg memberontak.
Ari dan Anjas hanya ikut di belakang mereka, Ari sempat menahan tawa tapi di tatap oleh Arka, dia lalu terdiam.
Mereka terus berjalan ke arah parkir, dimna mobil Arka .
Anjas ke arah mobilnya, dan berlalu dari sana, karna melihat Alya sudah ikut di mobil Arka, Anjas hanya memandang mereka, karna bagaimana pun Arka dan Alya adalah org yg saling mencintai.Anjas tak ingin jadi org ketiga.
Arka langsung masuk ketika Ari telah membuka pintu mobil, Dia membaringkan Alya yg terus menatapnya dengan sinis.
"Aku mau pulang ke kantor... "Kata Alya dan berusaha turun dari mobil tapi Arka menahannya, menckram tangannya. Di tariknya masuk ke mobil. Lalu Menutupnya kembali.
"Ke mansion...."Perintah Arka ketika Ari mulai menjalankan mobilnya.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Tampa lama akhirnya telah sampai di mansionnya Arka.
Arka mengendong Alya naik ke kamarnya.Di letakan perlahan tubuh Alya di pembaringan dengan perlahan.
Alya yg masih merajut tak melihat Arka.mulutnya di monyongkan, lalu tetap tak memandangi Arka.
Melihat Alya seperti itu membuat Arka jadi gemes, di rainya wajah Alyaa
Alya berusaha memukul dada Arka.
Arka memeluk erat dan berbisik di telinga Alya.
"Aku tak bisa melihat kamu dekat org lain... "Sambil mencoba mencium Alya.
"Oh ya..!kamu sendiri dengan Wanda bahkan sampai pelukan dan ciuman di depanku.. !.! ?"Sambil senyum mengejek .
"Sayaaaang.. Aku uda bila mereka menjebakku... ,"
"Apa kamu juga bilang Wanda menjebaknya waktu kita ketemu di pesta...,?!"
"Sayaaaang.., kau taukan Aku lakukan semua itu karna agar Aku bisa dekat dengannya, lalu mengetahuai siapa saja yg kerja sama dengannya agar aku bisa menghancurkan perusahan Andre yg ikut dlm rencana Wanda.. " bisik Arka,sambil berusaha menciumi wajah Alya tak lagi bisa menahan hasratnya yg telah berbulan dia tahan.
Alya tak lagi berusaha memukul dada Arka.Karna dia sebenarnya tau kalau Arka memang di jebak oleh Wanda dan Andre.
Melihat Alya tak lagi memukulnya ,Arka menc**m bibir, mel**t bibir Alya dengan memperdalam ciumannya itu. Alya merasa ke habisan oksigen, lalu mengigit bibir Arka.
"Ah..."Arka kesakitan lalu melepaskan b**** Alya.
__ADS_1
"Kamu mau membunuhku.." Kata Alya ketika Arka melapaskannya lalu menarik nafas panjang.
"Tidak lah Sayaaang... "Bisik Arka sambil senyum.
Di pelukannya dengan lembut wajah Alya.
"Maafkan Aku..., Aku sangat merindukan mu... "Bisik Arka.
"Bohong... bukan kah setiap malam kamu datang ke kamarku... "Ejek Alya.
"Jadi kamu tau...?! "
"Hemm... "
"Sejak kapan kamu tau..? "
"Semalam saat bik Ina, mencurigakan pulang balik ke kamar hanya utk menanyakan Aku sudah tidur... "
"Oh... jadi tadi kamu sengaja mempermainkan Aku ya.... "Kata Arka sambil mengigit kecil Telinga Alya. Alya geli jadi ketawa.
Arka jadi gemas dan melanjutkan aksinya yg tadi sempat tertunda.Diciuminya Istrinya itu dengan sangat berhasrat, setiap inci tampa ada terlewati.
Mereka melakukan seperti saat penganting baru, karna sudah berbulan mereka tak perna melakukannya.
Arka melakukan dengan pelan krn Dia tau Alya lagi hamil muda dan masih berbahaya utk janinnya.
Setelah beberapa lama kemudian mereka menghentikan kegiatan pa**snya itu, merekapun tertidur sambil tangan Arka memeluk Istrinya dan mengecup keningnya.
*****
Alya keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Arka. Arka yg masih tidur tak menyadari kehadiran Alya. Alya menatap Arka dan mencium kening Arka.
Arka merasa ada yg mencium lalu membuka matanya. Di liatnya Alya di rainya tekuk Alya lalu di cium,dan ditarik Alya ke dalam pelukannya.
"Aku lapar..."Kata Alya lirih.
"Mau makan apa...? "
"Apa aja..."Sambil tidur di lengan Arka sebagai bantal, Arka merai ponselnya yg di atas nakas lalu menekan nomor agar pelayan membawa makanan ke kamarnya.
Alya masih tidur dan menciun ketiak Arka, entah kenapa Dia merasa sangat fres mencium bau harum suaminya itu.
"Geliii . ..."Kata Arka sambil berusaha mengoyangkan lengannya.
"Aku kok suka dan merasakan nyaman mencium... "Sambil memperdalan ciumanya ke ketiak suaminya.
"Mungkin bawaan.. anak Papa... "Sambil mengelus elus lembut perut Alya.
"Anak Papa... ,Papa janji tak akan perna biarkan Mama nangis ya... "Sambil terus membelai perut istrinya.
Terdengar suara ketukan dari pintu,pelayan membawa makanan. Arka bangkit lalu membuka pintu lalu pelayan membawa masuk makanan di atas meja dalam kamar Arka.
__ADS_1
Pelayan itu keluar,lalu menutup pintunya kembali. Alya menghampiri Arka lalu duduk di sampingnya.
Mereka berdua makan dengan lahap karna memang Alya sangat lapar. Arka memperhatikan Alya dengan seksama, tubuhnya makin berisi dan wajahnya makin bundal.
"Kenapa menatapku seperti itu... "
"Kamu makin cantik Sayaaaang... "
"Hemm... "Sambil tetap makan.
"Apa kamu mau aku tambah lagi makannya... "ketika melihat Alya hampir menghabiskan semua makan di depannya.
"Tak usah aku uda kenyang... "
"Baiklah makanlah,...Aku mandi dulu...." Sambil berjalan ke kamar mandi.
Tak lama Arka keluar dari kamar mandi dengan melilit kan handuk di pinggangnya, terlihat jelas dada yg perkasa.
Alya menatap suaminya itu dengan malu-malu. Arka menghampiri Alya lalu duduk di sampingnya.Alya yg selesai makan berusaha membersihkan bekas makanan di depannya.
"Sayaang... biar pelayan yg Membersihka nya... "Sambil merai tangan Alya.
Tak lama pelayan datang
mengetuk pintu.
"Masuk.. "pelayan itu membawa sisa makanan dan membersihkannya, lalu keluar meninggalkan kan Alya dan Arka.
Arka mengelus elus perutnya Alya, dan Dia berbaring dengan berbantalkan paha Alya. Wajah Arka yg menghadap perut Alya, Dia mencium perut Alya telah sudah mulai agak menonjol.
Bagaikan Anak bayi dalam pangkuan Ibunya, Alya membelai rambut Arka dengan lembut.
"Apakah paha mu pegel..? Karna menahan beban kepalaku "Tanya Arka. Alya mengelengkan kepalanya.
"Tidurlah.. Anakmu ,pasti akan merindukan pelukan Papanya.. "Kata Alya pelan sambil terus membelai rambut suami.
Arka yg merasa sangat nyaman dekat orang-orang yg di cintainya memejamkan matanya. Dia sepertinya tak ingin pergi meninggalkan mereka. Tak lama Arkapun tertidur. Dan Alya juga ikut tidur dengan duduk bersadar di sofa sambil memangku kepala Arka.
******
Sementara di kantor Arka, Ari mendapat laporan dari org ke percayaan yg di tugaskan menangani kasus Wanda, kini telah berhasil membuat perusahaan Andre bangkrut.
Sedangka Wanda, telah di cabut surat izinnya sebagai pengacara,dan itu membuat Wanda sangat marah.
Para perusahaan yg kerja sama dengan perusahaan Andre,meraka menarik semua saham mereka dan mengalikan kerjasama dengan perusahaan Arka dengan janji dua kali lipat ke untungan.
Ari puas dengan kerja anak buahnya itu.Ari ingin menelpon Arka,Namun Dia tak ingin menggannggu Bosknya itu. menikmati saat berdua dengan istrinya.
****
bersambung
__ADS_1