Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya

Mafia Jatuh Cinta Pada Tahannnya
Episode 18


__ADS_3

Kini waktu makan siang, Alya pulang ke hotel dengan jalan kaki maklum dari gerbang gedung Alya cuma bersebelahan.


Bik Ina cuma di mungkin lagi perawatan ya gaes...


Alya duduk di meja pojok dlm restoran sambil menunggu pesanan makan datang.


Alya ingat ke jadian kemarin,Kalung pemberian Arka yg selama ini di simpannya telah di jambret.


*****


Arka yg di balkom yg menatap ke arah gedung di depannya melihat seorang gadis mirip Alya.


Dengan cepat Dia turun ke lobi dan berjalan menyebrang jalan.


Arka masuk ke gedung itu karna memang masih banyak yg melamar pekerja Antrian.


Ketika Arka masuk Anjas yg kenal Arka menghampirinya.


Anjas menunduk hormat pada Arka.


"Tuan Arka cari siapa... "tanya Anjas ramah.


"Eh itu Kayaknya tadi saya lihat seseorang yg sedang aku cari Disini. "kata Arka.


"Oh.. mungkin mereka salah satu para pelamar kerja,karna tadi memang sudah banyak yg keluar. "kata Anjas sedotan mungkin.


"Iya..mungkin... "kata Arka.


Arka mengeluarkan kalung milik Alya.


"Apa perna melihat seorg gadis memakai kalung ini.. "tanya Arka.


Anjas memperhatikan lalu memgeleng.


Anjas memang tak melihat Alya memakai kalung itu karna Alya sudah di jambret ke marin sedangkan hari ini mereka baru ketemu.


"Tapi liontin kalung ini mirip logo perusahaan ini"kata Anjas.


"Iya betul, tapi apakah ini hanya kebetulan ya.. "Fikir Arka.


"Apakah kalung ini punya Nona Tiara Tuan? "tanya Anjas tiba-tiba karna Anjas tau kalau Arka perna ingin menikah dengan Tiara tapi gagal.


"Tiara??? "tanya Arka sambil memasukan Alisnya.


"Bukan Tiara tapi seorang gadis yg sangat saya cintai dan saya telah kehilangan dirinya. .. "kata Arka kelihatan penuh penyesalan.


"2 tahun Aku kehilangannya.,Karna sebuah kesalah pahaman.. "langjut Arka .


"Semoga gadis itu akan Tuan temui lagi.. "kata Anjas mencoba memberikan Semangat kepada Arka.


"Iya.. Aku akan terus mencarinya sampai saya ketemu.. "kata Arka sambil senyum.


"Oh Adapa dengan Tiara tadi kamu bilang.. "tanya Arka.


"Tiara tadi kesini mau lamar jadi model di sini.. "


Anjas lalu memperlihatkan vidio yg di rekam Alya yg sudah di kirim di ponsel Anjas.


Arka melihat dengan saksama..


"Wanita itu tetap aja tak berubah,wanita g*t*l "kata Arka.


"Terus apakah Dia di terima...? "tanya Arka.


Anjas lalu cerita kejadian tadi.


"Oh jadi pemilik perusahaan ini musuh Tiara.. "kata Arka sambil menaikan alisnya yh tebal.


"Kayaknya begitu Tuan.. "kata Anjas.


"Apaka tuan arka dapat undangannya peresmian besok? "kata Anjas.


"Ia, Ari yg memberikan kemarin. "


"Oh ya.. pemilik perusahaan ini orang mana ya.. "tanya Arka


"Mereka tinggal di negara XX. tapi sebenarnya mereka asli Indonesia. "


"Bagaimana kalau hari kita makan di restoran ku.. "tawar Arka.


"Hari ini Aku traktir .."langjut Arka.


Kebetulan tugas Anjas sudah selesai.


Maka merekapun ke restoran Arka.


Anjas masuk,lalu permisi ke toilet dulu.


Pas keluar dari toilet Anjas melihat Alya keluar dari toilet wanita.

__ADS_1


"Nona Alya "Teriak Anjas.


"Eh kamu di sini juga.. "


"Ia ...,di traktir sama pemilik restoran ini dan juga pemilik gedung perusahaan yg depan gedung milik Nona Alya.. "sambil senyum senang ketemu sama gadis yg membuat jantung nya berdebar.


"Oh.. Aku tinggal di kamar XX utk sementara "kata Alya.


"Oh ya Aku permisi dulu mau Istrahat.. "kata Alya.


"Baik Nona aku juga permisi mau makan dulu"


Alya lalu berjalan ke arah life di ikut Anjas karna memang mereka searah.


Alya masuk life sedangkan Anjas menghampiri Arka yg dari tadi menunggu nya


"Kok lama "tanya Arka


"Itu Tuan, Ternyata Bos aku menginap di sini di kamar Xx" kata Anjas


"Oh berarti bos Anjas itu di kamar smpingku batin Arka.


mereka pun makan.


*****


Esok pagi-pagi Alya sudah mandi dan make up yg sangat cantik, rambutnya di biarkan terurai.


Dengan pakai formal milik Orang berduit.


Alya tampak anggun,Dia berjalan ke bawa,bersama bik Ina.


mereka berjalan ke arah gedung milik Alya.


Karangan bunga ucapan selamat telah memenuhi halaman gedung itu di antaranya dari Arka juga.


Alya terkejut karna Papa, Mama, Yuni, Yuda dan kedua org tuanya,dan Adi asisten Alya yg dulu juga hadir.


mereka sengaja memberikan kejutan pada Alya.


Mereka datang dengan jet pribadi milik Papa Alya.


Ketika para undangan sudah hadir semua.


Alya memotong pita lalu di sambut tapuk tangan pada hadirin yg hadir.


Setelah itu mereka pun masuk ke dlm untuk menikmati hidangan yg di sedia kan.


Arka berjalan di antara para undangan.


Hendra Ardianto melihat Arka, lalu di peluknya Arka dan Ari.


Arka yg tak menyangka ke hadirin Hendra.


Akhirnya mereka melepas pelukan.


"Oh iya panggil kan putriku.. "Sambil melihat kesana kemarin mencari sosok Alya.


"Putri saya itu kelak yg jadi CEO di perusahaan ini.. "langjut Hendra.


"Alya ke sini sayaang... "panggil Hendra ketika melihat Alya.


Tentu saja Arka yg mendengar nama Alya berbalik ke arah yg di lihat Hendra.


Alya mendengar namanya di panggil berjalan ke arah Papanya.


Alya dan Arka bertemu pandang.


deg.. deg.. deg...


mungkin itu lah bunyi jantung ke duanya.


Arka tak perna melepaskan pandangan Alya.


Arka seakan merasa tak percaya apa yg Dia lihat. demikian juga Alya.


Anjas ikut berjalan ke arah Arka.


"kenalkan anakku Alya... "kata Hendra akhirnya. hingga Alya dan Arka salaman.


lama tangan mereka tak lepas, di lepas


"Alya.. "kata Alya lirih.


"Arka... "Arka dengan senyum.


"Hemm... " Yuda melihat hal itu langsung merasa cemburu.


"Oh iya kenalan saya tunangan Alya"kata yuda sambil menyalami Arka. dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Walaupun kamu suaminya aku pasti akan merebut wanitaku kembali"batin Arka.


Alya berjalan menjauh dari mereka.


Alya masuk ke toilet wanita,Dalam toilet Alya Menangis bagaimanapun Alya sangat merindukan Arka dan mencinta Arka.


Tapi Dia tak bisa memilihki Arka.


Alya mencuci wajahnya. lalu ke luar lagi menemui para Tamunya.


Yuda mendekati Alya dan memegang tangan Alya.


Arka yg Dari tadi pandanganya tak lepas dari Alya di pojok.


Alya mencoba melepaskan tandanya dari Yuda.


Hari sydah sore ,tamu sudah pada pulang.


kini Papa dan rombonganny akan balik ke negaraXx denga pesawat jet pribadinya.


Alya mengantar mereka ke tempat parkir.


Setelah mereka pergi Alya pamit pada Anjas untuk Istrahat.


Alya berjalan ke arah hotel.


karna lelah Alya langsung menuju kamarnya.


Bik Ina mungkin sudah Istrahat krna dari tadi Dia sudah pulang.


Alya masuk ke kamar tapi ketika hendak menutup tiba-tiba seseorang datang langsung menutup mulut Alya lalu mengunci pintu.


"Kau... keluar dari sini.. "kata Alya ketika meliat Arka yg masuk.


Arka langsung memeluk erat Alya,seakan tak akan mau melepaskannya lagi.


Arka mencium pipi Alya, lama Arka mencium pipi Alya.


Arka menatap Alya


"Sayaaang Aku sangat merindukanmu.. "dahinya menempel pada dahi Alya.


Alya tak dapat membendung air matanya.


Alya kemudian memeluk Arka dan menangis di dada Arka.


"Aku tak akan perna kau pergi meninggalkan ku lagi.. "kata Arka berbisik.


"Sayaaang berjanjilah kalau kamu tak akan meninggalkan ku.. "kata Arka Sambil mengakat wajah Alya.


Alya mengangguk,


"Alya Aku sangat mencintaimu.. "kata Arka.


"Tapi bagaimana dengan Istrimu.. "kata Alya.


"Aku belum menikah dengan Tiara.. "kata Arka.


"Benarkah..? "


Akhirnya Arka mencerita kan semua kejadian sebenar nya.


Alya yg mendengar kan cerita Arka lalu memeluk Arka lagi.


"Maafkan Aku.. Aku telah salah paham padamu ..."lalu menangis..


"Sayang... aku yg salah karna tak terus terang padamu.. "


Setelah mereka merasa baikan setelah melepas rindu..


Arka mengajak Alya ke kamarnya.


Alya mengikuti.


Kamar yg di tepati Arka fasilitasnya lebih mewah dari kamar kamar lain di hotel itu.


Sayang bersihkan dirimu kamu pasti capek setelah seharian menemui tamu.


Arka memberikan Handuk pada Alya setelah mandi dan berpakaian Alya keluar dari kamar mandi.


Arka duduk di pembaringanya.


"Sayaang... tidurlah dan Istrahtlah.. "Alya yakin kalau Arka tak akan berbuat macam-macam padanya.


Alya kemudian melangkah ke arah Arka.


Alya baringkan tubuh nya dan Arkapun tidur di sampingnya dan memeluknya.


Alya memejamkan matanya karna memang sangat capek.

__ADS_1


*****


,


__ADS_2