
Sekitar pukul 4:30 aku terbangun dari tidur ku karena mimpi buruk yang sudah sangat sering ku alami. Setelah bangun aku memilih langsung mandi membersihkan diri ku tak lupa aku mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat. Tak lama setelah aku mengenakan pakaian ku, adzan berkumandang merdu, aku pun mulai melangsungkan kewajiban ku. Setelah sholat aku pun keluar kamar, aku bergegas ke dapur. Aku mulai memasak nasi dan beberapa lauk sesuai dengan bahan yang ada, setelah itu aku melanjutkan mencuci pakaian ku. Tak butuh waktu lama aku sudah selesai mengerjakan semua tugas ku.
Aku segera ke meja makan untuk sarapan, aku tak menunggu yang lain karna memang kebiasaan di rumah ini. Sangan jarang untuk makan bersama, siapa yang merasa lapar bisa makan lebih dulu. Aku memulai memakan makanan ku dengan perlahan sampai aku melihat ibu ku sedang merapikan barang dagangan nya.
"Bu, makan!!" Tawar ku.
"Ya..."
Hanya itu lah yang aku dengar dan aku hanya bisa menghela nafas lembut dan melanjutkan acara makan ku. Setelah makan aku langsung mencuci piring bekas ku makan tadi, ku lirik jam menunjukkan pukul 6:05. Aku segera kembali ke kamar ku, dan memakai seragam sekolah ku. Yah aku memang tak langsung memakai seragam ku tadi karna takut kotor. Setelah selesai aku langsung ke luar kamar untuk berpamitan dengan ibu ku.
"Bu, Yuna pergi sekolah dulu... Assalamualaikum..." Aku menyalami ibu ku dan langsung bergegas pergi.
Yah mungkin ini masih terlalu pagi tapi aku memang sengaja pergi pagi. Aku ingin berjalan santai tak ingin terburu buru lagi pula udara pagi ini sungguh sejuk dan menenangkan hati. Tak lama aku sampai di taman kota, aku berhenti sejenak di sana. Karna memang ini masih sangat pagi, dan hanya butuh waktu 5 menit lagi untuk sampai di sekolah ku. Aku memilih duduk di salah satu ayunan di taman itu, di sana cuku tenang dan banyak di tumbuhi Tamanan dan pohon jadi udara masih begitu segar. Aku memejam kan mata ku sembari bermain di ayunan itu, menikmati suasana pagi ini.
"Ehem...." Suara itu membuat ku perlahan membuka kelopak mata ku.
Betapa terkejut nya diri ku melihat sosok yang sedang duduk di ayunan sebelah ku.
"Ngapain di sini?? Bukan nya langsung ke sekolah??" Tanya nya selidik.
"Aku... Aku cuma mau nyantai aja kok kak, lagian kan belum jam masuk sekolah juga, apa salah nya..." Sahut ku.
"Iya sih,, by the way... Reno ...." Ujar nya sembari mengulurkan tangannya.
"Kan kemarin udah tau kak.." Ujar ku sembari menggaruk tengkuk ku yang tak gatal.
"Gak papa kemarin belum sempet kenalan secara resmi..." Ujar nya sembari terus mengulurkan tangan nya.
"Ayuna..." Sambut ku.
"Kakak ngapain di sini??" Tanya ku sembari menatap nya penasaran.
"Gua?? Gua mah biasa di sini, biasa gua dengerin musik atau baca buku dulu di sini... Lagian di sini kan enak sejuk..." Jelas nya panjang lebar yang membuat ku melongo, yah bagaimana tidak banyak yang mengatakan bahwa kak Reno adalah most wanted yang terkenal jutek dan dingin sekarang ngomong panjang kali lebar.
"lu sendiri??" Tanya kak Reno tiba tiba.
"Hah?? Aku?? Gak papa suka aja di sini,lagian ini masih pagi..." Ujar ku seada nya karna sebenarnya bingung harus menjawab apa.
Dia pun mulai mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Aku pun begitu sampai ia kembali membuka percakapan.
__ADS_1
"Kaki lo kenapa??" Tanya kak Reno tiba tiba.
"Eh??" Reflek aku melirik ke arah betis ku yang ternyata terlihat sekali itu membiru.
"Ah itu.. Itu semalem gak sengaja kepeleset kak..." Ujar ku sembarangan mengarang dan ia hanya menganggukkan kepala nya.
"By the way gak usah panggil kak, kita seumuran..." Seru nya yang membuat ku menoleh.
"Eh seumuran??" Reflek ku bertanya.
"Iya kamu kelahiran tahun xx kan??" Tanya kak Reno.
"Iya.. Kok kakak tau??" Aku malah balik bertanya.
"Iya kan kemaren gak sengaja liat data lu... Dan jangan panggil kakak!!" Tegas nya.
"Gak bisa gitu, ntar yang lain gimana?? Lagi pula aku gak mau cari masalah.." Ujar ku.
"Masalah??" Kali ini kak Reno yang terlihat kebingungan.
"Iya lah, kemarin aja gara gara kakak nolongin aku tuh cewek cewek di sekolah berasa mau nelen aku, apalagi tiba tiba aku manggil kakak nama aja.." Jelas ku panjang lebar.
"Lah kok maksa??" Kesal ku.
"Emang!!" Seru nya sambil berjalan meninggalkan ku.
"emang aneh tuh orang!!" Lirih ku yang masih menatap kepergian nya.
"Woy na... Ngapain kamu masih liatin orang nya juga udah gak ada, ya ampun!!" Aku menepuk jidat ku sendiri karna tak habis pikir dengan diri ku sendiri.
Tak ingin membuang waktu ku, aku mengeluarkan sebuah buku novel yang aku beli sebulan yang lalu lewat hasil tabungan ku. Aku memang suka membaca terutama membaca komik dan novel. Aku memiliki beberapa koleksi di rumah, aku membeli nya dengan hasil jerih payah ku sendiri. Tak terasa sudah cukup lama aku berada di sana, aku segera memasukkan buku novel ku ke dalam tas. Dan beranjak dari sana, seperti yang ku bilang sekolah ku sudah tak jauh dari taman itu.
Ku lihat di gerbang sudah banyak yang berlalu lalang, aku segera memasuki sekolah itu. Banyak siswa siswi bahkan guru yang berlalu lalang bahkan ada beberapa siswa yang sedang bermain basket di lapangan. Aku berjalan melewati pinggir lapangan, seperti nya aku harus berkeliling untuk mencari kelas ku. Kelas 7 berada di lantai satu jadi aku tak perlu naik tangga tapi di sekolah ini ada sepuluh kelas untuk masing masing tingkatan. Aku mulai menyusuri koridor dari ruang kelas yang menunjukkan angka 7-10, aku membaca kertas yang tertempel di sana namun tak ada nama ku.
"Capek, ini udah kelas 7-4 tapi nama ku belum ada!!" Aku menghela nafas kasar...."
Sampai tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu ku, aku langsung terlonjak kaget.
"Astaga..."
__ADS_1
"Hehe kaget yah.." Ternyata itu adalah Sisil.
"Sil, ngagetin ih!!"
"Maaf maaf, by the way belum Nemu kelas juga??" Tanya Sisil yang ku jawab dengan anggukan.
"Yuk cari bareng...."
Aku pun berjalan bersama Sisil, saat sampai di siang kelas 7-2 Kami berhenti untuk kembali membaca kertas yang tertempel di sana.
"Waahhh.. Kita sekelas na.." Ujar Sisil antusias.
"Yuk masuk!!" Sisil langsung menarik ku masuk ke dalam kelas.
Rupa nya di sana sudah ramai dan sudah memilih tempat duduk nya masing masing.
"Sil sini!!" Teriak salah satu siswi di sana.
Kami pun segera mendekat, dan kelihatan nya Sisil sangat mengenal siswi itu.
"ah.. Na kenalin ini Widya, temen aku dari SD mentari..." Seru Sisil.
"Ayuna .." Aku mengulurkan tangan ku.
"Widya.." sambut nya sembari tersenyum.
"Eh sil duduk di depan aku yah..." Seru Widya.
"tapi di sini cuma ada satu bangku kosong, terus Yuna gimana??" Lirih Sisil yang membuat ku mengedarkan pandangan ku.
Aku tersenyum melihat ada bangku kosong di pojok sebelah kiri, Satu orang siswa satu bangku yah mandiri tidak ada yang nama nya teman sebangku.
"Aku duduk di sana aja sil!!" Seru ku.
"Eh gak papa??" Tanya Sisil
"Gak papa, aku nyaman kayak nya di sana!!" Ujar ku sembari menunjukkan deretan gigi ku .
"Ya udah kalo ada apa apa bilang sama aku yah!!" Seru Sisil.
__ADS_1
Aku pun beranjak ke bangku ku, bukan bangku paling akhir namun bangku kedua dari belakang. Pojok dinding dekat jendela, jadi aku bebas melihat orang berlalu lalang dan lagi udara nya lebih leluasa di samping jendela. Aku harap dengan masuk ke sekolah ini akan menjadi bab baru dalam hidup ku.