Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Anak sultan


__ADS_3

Karena kondisi tubuh ku sudah mulai membaik, dan aku pun tidur sangat nyenyak tadi malam. Sehingga pagi ini aku terbangun dengan tubuh segar. Aku segera mandi, setelah selesai aku langsung membantu ibu ku yang sedang memasak di dapur. Meski tangan ku masih sakit namun aku masih bisa membantu seperti mencuci sayur, atau mengaduk aduk masakan.


Di sela memasak, ku sedikit bercerita tentang sekolah ku pada ibu ku. Meski tak ada respon sama sekali namun aku tahu ibu mendengarkan setiap kata ku. Aku berusaha lebih terbuka dengan ibu ku, melihat reaksi nya kemarin.


"Anak gadis harus pinter jaga diri!!" Seru ibu ku tiba tiba yang membuat ku menoleh ke arah nya Daan tersenyum.


"Kalo mau pacaran gak boleh kasih yang atas apalagi yang bawah... Jangan bikin malu!!" Peringat ibu ku yang justru membuat ku tersenyum.


"Iya Bu... Yuna ngerti!!" Ujar ku tak lepas dari senyum manis ku.


Tak butuh waktu lama untuk semua makanan masak, aku segera menata semua nya di meja. Aku segera mengambil piring karena tak sabar untuk mencicipi makanan yang di buat ibu ku. Aku segera mengambil nasi dan lauk lalu kemudian duduk di depan tv, adik ku sedang mengerjakan pr nya. Dia memang ceroboh udah saat nya sekolah malah lupa mengerjakan pr. Namun tak ku gubris aku hanya fokus pada tontonan ku. Aku sekarang hanya ingin membahagiakan diri ku sendiri.


"Na.. Ibuk pergi jualan dulu!!" Ujar ibu ku, ini adalah kali pertama ibu ku menyapa ku saat ingin pergi jualan.


Aku tersenyum senang, dan mengangguk antusias lalu ibu ku bergegas keluar dana pergi.


"Udah kelar??" Tanya ku pada adik ku yang beranjak dari duduk nya.


"Udah kak..." Sahut nya.


"makan gih, abis itu pergi sekolah!!" Seru ku.


"iya kak...."


Aku melihat adik ku memakan makanan nya dengan tergesa gesa mungkin karna takut terlambat. Aku segera ke kamar meninggalkan makanan ku. Aku mengambil uang sepuluh ribu, dalam lemari ku dan segera kembali menghampiri adik ku.


"Nih buat ongkos sama jajan!!" Ujar ku pada adik ku.


"Tapi itu uang kakak!!" Sahut adik ku ragu.


"Gak papa, kakak juga kan lagi libur gak sekolah jadi gak butuh uang..." Jelas ku.


"Nih ambil..." Aku segera menarik tangan adik ku dan menaruh uang itu di telapak tangan adik ku.

__ADS_1


"Makasih kak.." Aku tersenyum manis mendengar ucapan dari adik ku itu.


Aku segera kembali menuju piring ku, karena sisa sedikit aku pun segera mengambil lagi nasi dan juga lauk. Entah kenapa pagi ini perut ku sangat kosong dan butuh di isi. Padahal semalam aku sudah makan cukup banyak.


"Kak aku pergi dulu yah!!" Seru adik ku langsung bergegas keluar rumah.


Aku pun segera menutup pintu rumah, sekarang tinggalah aku seorang diri di rumah. Ayah ku?? Entah lah dari semalam aku sudah tak melihat nya lagi. Dan aku pun tak ingin ambil pusing jadi aku melanjutkan acara makan ku sembari menonton kartun. aku tertawa sendiri melihat adegan lucu yang di tampil kan kartun itu.


"Bosen.. Ngapain yah enak nya??" Monolog ku yang melihat rupa nya piring ku sudah kosong.


"hmm isss gak enak juga di rumah aja, jadi bingung sendiri..." Ujar ku.


Aku pun memutuskan membaca komik saja di dalam kamar. Sampai sampai aku tak sadar kalau aku sudah tertidur sampai siang. Matahari terik tak mengusik tidur ku, namun sebuah ketukan di depan rumah membuat ku terpaksa bangun. Dengan mata yang masih satu dan juga jalan yang sedikit sempoyongan aku berjalan keluar kamar. Dengan segera aku membuka pintu rumah ku.


"Yuna..." Seru dua orang gadis dengan cukup kencang.


"eh?? Sisil weni..." Aku terkejut melihat kedua teman ku yang tiba tiba datang ke rumah ku.


"eh iya masuk!!" Ujar ku mempersilahkan kedua teman ku itu masuk ke rumah ku.


"mau minum??" tanya ku.


"Gak usah Na... Ini!! Kita dah bawa makanan sama minuman!!" Seru Sisil memperlihatkan dua bungkusan besar yang entah apa isi nya.


"wah apa tuh!!" ujar ku antusias yang duduk di hadapan mereka.


"ini, ada milkshake strawberry, ada chicken, ada gorengan ada juga buah buahan, sama ini strawberry cheesecake!!" Seru Sisil yang mulai mengeluarkan satu persatu isi bungkusan itu.


"Wah..."


"Yuk makan bareng!!"


Kami pun segera melahap makanan yang ada di hadapan kami itu satu persatu sembari bercengkrama. Mereka terus saja merengek karna aku tak sekolah, menurut mereka ada yang berbeda saat tak ada diri ku. Aku tersenyum senang mendengar ucapan mereka, aku bersyukur karna ada orang orang yang menyayangi ku.

__ADS_1


"eh Na... Lu sakit apa??" Tanya Weni tiba tiba.


"cuma demam biasa kok..." Mendengar ucapan ku mereka ber oh ria.


"eh itu tangan lu kenapa??" Tanya Sisil.


"Ah ini, itu gara gara demam mau masak malah motong tangan!!" Kekeh ku mengarang cerita.


"Astaga Na... Segitu pengen nya lu makan daging!!" Seru Weni yang membuat ku mengernyit kan dahi.


"Makan daging??" Ujar ku memastikan pendengaran ku.


"emang apa hubungan nya Wen??" Tanya Sisil yang seperti tak mengerti juga ucapan Weni.


"iya saking pengen makan daging malah daging sendiri yang mau di masak!!" Ujar Weni yang kemudian tertawa terbahak bahak.


Aku dan Sisil menggeleng geleng kan kepala kami karna melihat tingkah absurd Weni. Namun kehadiran mereka berdua memberikan warna baru di hidup ku. Dan aku sangat berharap semua nya akan terus baik baik saja seperti ini. Aku beralih mengupas jeruk yang ada di depan ku.


"lu suka banget sama jeruk yah Na??" Tanya Weni.


"Hmm... Aku suka semua buah sih, tapi lebih dominan ke yang kayak jeruk gini manis asem asem enak!!" Seru ku setelah itu kembali memasukan jeruk kembali ke mulut ku.


"Ya udah ntar ku suruh orang beliin jeruk buat lu!!" Ujar Sisil.


"eh gak usah sill!!" Tolak ku tak ingin merepotkan.


"Gak boleh nolak Na... Kalo kagak gua ngambek nih!!" Ujar Sisil yang mengerucut kan bibir nya.


"hmm iya iya deh..." Sahut ku yang benar benar tak bisa menolak ucapan Sisil.


Akhir nya mereka berdua bercerita tentang keadaan sekolah selama aku tak masuk sekolah. Dengan antusias aku mendengarkan cerita mereka, terutama cerita Weni. Karna dia ratu gosip jadi cara bercerita nya berbeda dan slalu menarik perhatian orang lain. Kami tertawa bersama sampai waktu senja pun tak terasa. Sisil dan Weni segera berpamitan pulang, aku pun mengantar mereka sampai depan pintu. Benar benar hari tak terduga, bisa bertemu dengan teman teman baru ku ini. Apalagi mereka rela meluangkan waktu untuk menjenguk ku bahkan membawakan berbagai macam makanan yang pasti nya harga nya mahal.


"anak sultan!!" Ujar ku sembari melihat beberapa makanan yang belum tersentuh itu.

__ADS_1


__ADS_2