Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Best Friend Forever


__ADS_3

Seperti biasa aku bangun pagi sekali untuk beres beres dan memasak, setelah itu baru bersiap untuk ke sekolah. Hari ini jadwal olahraga jadi aku memakai segaram olahraga, tak lupa aku menguncir satu rambut ku agar tak mengganggu aktivitas ku. Aku juga menyiapkan seragam sekolah ku tak lupa almamater nya, karna sehabis jam olahraga harus mengganti seragam. Setelah selesai aku langsung keluar kamar, aku berpamitan pada ibu ku dan langsung berangkat ke sekolah.


Seperti biasa aku berjalan kaki ke sekolah, rupa nya benar Bang Gio pergi keluar kota selama beberapa hari. Jadi aku harus pergi sendiri, sedangkan tawaran Rega semalam tak ku gubris. Aku lebih memilih untuk berjalan sendiri, namun baru sepuluh menit berjalan aku di hadang oleh sebuah motor.


"Rega??!" Aku kaget melihat Rega ada di hadapan ku.


"Udah di bilang berangkat bareng!!" Ketus nya.


"Hehe... Aku lebih suka jalan.." Aku terkekeh pelan.


"Dasar... Buru naik!!" Ujar nya, aku terpaksa naik karna tak ingin tetjadi perdebatan.


Ia menjalankan motor nya dengan kecepatan sedang, tak lama kami sampai di sekolah.


"Makasih.." Seru ku setelah turun dari motor.


"Yuk!!!" Rega tiba tiba menarik tangan ku.


"Eh .. Ehh... Mau kemana??" Ujar ku buru buru mengikuti langkahnya karna ia menarik tangan ku.


Rega diam saja, jadi aku dengan pasrah mengikuti langkah nya. Tak ku sangka ia mengajak ku ke kantin belakang, ia menyuruhku duduk.


"Ngapain kesini??" Tanya ku penasaran.


"Makan!! Ngapain lagi!!" Ketus nya.


"kamu aja.."


"Gak ada penolakan!!" Tukas nya memotong ucapan ku, dan aku hanya bisa menuruti nya.


"Mau pesen apa??" Tanya Rega pada ku.


"Hmm, mie aja deh!!" Ujar ku.


"Oke..."


"Bu mie nya dua, bakso chicken nya 10, sosis goreng dua, sama gorengan nya campur 5 ribu!!" Aku di buat melongo dengan pesanan Rega.


"Astaga abis berapa duit tuh!!" Batin ku tak percaya, karna aku saja menghabiskan uang 5 ribu sehari sangat sangat sayang.


Harga bakso chicken 2 ribu satu yang arti nya 10 sama dengan 20 ribu. Belum lagi sosis, mie dan gorengan astaga memang beda kalo anak sultan.


"Gak papa lah sekali kali di traktir makan enak, rejeki gak boleh nolak!!" Batin ku tersenyum senang.


"Mau minum apa??" Tanya Rega.


"Hmm apa yah!! kayak biasa aja deh lemon tea ice!!" Sahut ku.

__ADS_1


"Latte satu sama lemon tea ice satu yah Bu!!" Ujar Rega.


"di tunggu yah.." Ujar Bu Laras.


"Makasih!!" Seru ku sembari tersenyum manis.


"Iya cantik!!" Rega tiba tiba mengusap puncak kepala ku.


"Na... Na.."


"Hah?? Iya apa??" Aku kaget karna tadi sedikit melamun.


"Malah ngelamun pagi pagi!! Tuh makanan nya dah ada..." Seru Rega yang mulai memakan makanan nya.


Aku pun mulai menghaluskan cabai dengan sendok seperti waktu itu, aku memang penggila pedas. Setelah itu baru lah aku menyantap mie ku tak lupa ku tambahkan sosis yang sudah ku potong kecil dan dua buah bakso chicken. Ini enak sekali aku bersyukur slalu di kelilingi orang orang yang baik pada ku. Meski keluarga ku tak pernah menganggap ku, bahkan sosok ayah yang seharus nya menjadi sosok luar biasa di mata putri nya tapi di mata ku dia adalah iblis tak punya hati.


"Eh, Na!! Ntar kita olahraga bareng kan?? Kelas kita satu jadwal, kata nya hari ini mau belajar basket gitu!!" Seru Rega.


"Really??" tanya ku memastikan dan Rega hanya menganggukkan kepala nya.


"wah bagus donk!!" seru ku antusias.


"eh bagus??" Tanya Rega yang seperti nya bingung.


"kenapa?? cuma karna aku kecil pendek, jangan remehin aku yah!! Aldi udah banyak ngajarin aku main basket dan aku udah termasuk jago!!" Jelas ku penuh dengan keyakinan mengenai kemampuan ku.


"Lu Deket banget yah sama Aldi??!" Tanya Rega.


"pantes, Aldi tuh kalo cerita tentang Lo tuh antusias banget! Dia bilang Lo pernah nolongin dia??" Rega menatap ku serius.


"Aissshh cuma masalah kecil, dulu dia pernah di kejer anjing tetangga, aku yang nolongin dari situ dia nempel kayak perangko!!" Ujar ku menghela nafas berat mengingat kelakuan absurd Aldi untuk mendapatkan simpati ku sampai aku mau bermain bersama nya.


"By the way, ternyata kamu gak sebatu yang aku pikirin!!" Ujar ku yang membuat Rega mengernyit kan dahi.


"Batu??" Tanya nya penasaran.


"Iya batu, abis nya kamu dingin ketus pendiem kek batu, lebih tepat nya batu es sih!!" Jelas ku yang entah lucu nya di mana malah membuat Rega tertawa.


"Lah malah ketawa!!" Heran ku.


"Abis lu lucu, Mada ada gua kayak batu, apalagi batu es!!" Kekeh Rega.


"Dih emang iya, abis dingin amat!!" Ujar ku membela diri.


"Sekaaang masih dingin kah??" Ujar nya mengedipkan sebelah mata nya.


"Mata nya bintitan pak, ngedip ngedip mulu!!" Ketus ku yang malah membuat tawa Rega semakin pecah.

__ADS_1


"Na... Na..." Ujar Rega sembari mengusap puncak kepala ku.


"Isss ntar rambut nya acak acakan!!" Kesal ku.


"Abis lu imut banget!! Pantes Aldi suka banget jailin lu!!" Kekeh Rega.


"Dihhh.. Dasar!!" Aku memilih untuk menyeruput kopi ku dan makan gorengan yang tersedia di sana.


Rega sedari tadi menatap ku namun ku abaikan, karna aku masih kesal pada nya. Yah mungkin bawaan PMS jadi kesal terus. Namun sebuah tepukan di bahu ku membuat ku menoleh.


"Bagus yah kalian, makan gak ngajak!!" Ujar pemuda itu.


Yah pemuda itu adalah Aldi, ia menatap ku garang dan aku hanya membalas nya dengan cengiran kuda.


"Di cariin juga rupa nya nongkrong di sini!!" Aldi mengusap puncak kepala ku.


"Isss lama lama rusak bener rambut ku di acakin mulu!!" Kesal ku mengerucutkan bibir.


"Hehe... Maaf Na!!" Kekeh Aldi.


"wihhh dah akur nih kalian yah, bagus deh jadi kita bisa bentuk BFF!!" Seru Aldi.


"BFF??" ujar ku dan Rega berbarengan.


"BFF apaan dah??" Tanya Rega.


"Best friend forever donk!!" Ujar Aldi sembari merangkul pundak ku dan Rega.


"Yehhh... Di kira apaan..." Ujar Rega.


"Hehe gak papa donk, kan kita dah akrab juga lagian kayak nya kalian berdua kan cocok jadi temen main!!" Ujar Aldi.


"Serah dah!!" Ucap ku yang tak ingin berdebat lagi pula menambah teman lebih baik dari pada menambah musuh.


"Eh, Na!!" Aku menoleh ketika Aldi memanggil ku.


"Ku masuk eskul apa??" Tanya Aldi.


"Belun tau, kenapa emang??" Tanya ku.


"Ikut eskul musik aja gimana??" Tanya Aldi.


"Eh?? Tapi??" Aku baru ingin menyanggah namun sudah di potong sama Aldi.


"Suara lu tuh sayang kalo gak di asah, lagian meski masuk eskul musik lu juga masih bisa pilih beberapa lagi asal gak tabrakan jadwal!!" Jelas Aldi.


"Gua sama Rega juga ikut!!" Ujar Aldi.

__ADS_1


"Oke lah..."


"Yess berarti fiks kita best friend forever yang gak terpisahkan!!" Seru Aldi antusias yang membuat ku dan Rega geleng geleng kepala.


__ADS_2