Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Pengalaman pertama


__ADS_3

Setelah berganti pakaian, kami segera kembali menuju ke ruangan ospek kami. Aku dan Sisil sangan asyik bercerita sampai tak sadar bahwa kami menjadi pusat perhatian. Hingga sampai di depan ruangan kami berpapasan dengan Kak Angga dan Kak Reno. Aku tersenyum canggung melihat kehadiran di seniorku ini, sedangkan Sisil malah menyenggol nyenggol lengan ku tanpa ku tau maksud nya.


"Wah,, Kakak baru sadar di ruangan ini ada dua bidadari cantik!!" Seru Kak Angga yang membuatku menunduk malu.


"Ya udah masuk gih ambil tas kalian abis itu ke lapangan kita Adain upacara penutupan Ospek. Inget abis itu jangan langsung pulang!!" Seru Kak Angga.


"Iya kak!!" Sahut ku dan Sisil berbarengan.


Aku dan Sisil pun segera mengambil tas, tak lupa kami memasukan beberapa barang yang sempat keluar dari tas kami.


"Wahhh,mimpi apa dah gua di puji sama kak Angga!!" Lirih Sisil sembari tersenyum senyum sendiri.


"Kamu kayak nya seneng banget??" Tanya ku sembari duduk di pinggiran meja menunggu Sisil membereskan tas nya.


"Iya donk, isss jangan jangan Lo gak tau yah..." Tebak Sisil, dan benar saja aku memang tak tahu apa apa.


"Astaga, Na!! Lu tinggal di goa apa yah..." Sisil geleng geleng kepala saat aku hanya menggaruk tengkuk kepala ku yang tak gatal.


"Kak Angga sama kak Reno tuh most wanted di sekolah ini, yah walaupun mereka tuh baru angkatan kedua cuma kharisma mereka tuh ada di seluruh sekolah..." Jelas Sisil yang membuat ku manggut manggut.


"Kak Angga dan Kak Reno tuh anggota inti tim basket sekolah, mereka tuh keren banget kalo di lapangan apalagi kak Angga tuh yah pesona nya sebagai kapten tim bener bener bikin cewek cewek kayak eskrim.... Meleleh!!" Ujar Sisil antusias.


"Wah berarti kak Angga paling populer donk??" Tanya ku.

__ADS_1


"No no no!!" Sisil langsung menggoyangkan jari telunjuk nya di depan wajahku.


"Salah!! Justru yang paling populer itu Kak Reno!!"


"Hah?? Cowok muka baru kayak gitu populer..." Batin ku heran.


"Di kabarkan nih yah kak Reno tuh orang nya cool banget, tapi di balik sikap cool nya itu dia tuh perhatian binggo!! Dihh pokok nya dia tuh idaman ciwi ciwi, mana nih dia tuh kalo udah maen basket woowww banget dia tuh pencetak gol terbanyak di tim selain itu dia anak orang kaya yang tajir melintir, banyak banget cewek yang deketin dia bahkan angkatan senior pun banyak yang terpesona sama dia... Tapi menurut gue kak Angga yang paling ganteng...." Cerocos Sisil panjang lebar.


"Fiks, nih anak suka sama Kak Angga!!" Batin ku terkekeh.


"Ah, udah belum yuk ntar kita di hukum lagi karna kelamaan...." Ajakku menarik lengan Sisil.


"Eh eh...."


Aku dan Sisil pun bergegas ke lapangan dan benar saja seperti nya semua murid sudah berkumpul. Nyali kami sedikit ciut melihat seluruh tatapan mengarah kepada kami, aku pun mengeratkan genggaman ku pada Sisil. Sisil yang seperti nya mengerti aku, ia langsung menarik ku ke barisan yang satu ruangan dengan kami.


"Dari ganti baju lah, kan tadi basah semua." Jawab Sisil dengan suara kecil.


"Eh, Gas!! Kenapa semua orang liatin kita yah??" Tanya Sisil pada Bagas yah pemuda yang barusan bertanya.


"Gimana gak di liatin orang tiba tiba muncul dua cewek cantik!! Aku aja pangling liat penampilan kalian berdua kalo gak Pake seragam..." Jelas Bagas yang membuatku menunduk malu, karna meski suara nya kecil aku masih mampu menangkap percakapan nya dengan Sisil.


"Emang gue secantik itu yah??" Tanya Sisil dengan percaya diri yang membuat Bagas terkekeh.

__ADS_1


Dari ini aku mengetahui bahwa Sisil adalah sosok perempuan yang baik, jujur apa adanya. Ia terlihat humble pada siapapun dan sangat mudah mendapatkan teman, tak seperti ku yang selalu takut memulai. Karna ku tahu banyak atau rata rata murid di sekolah ini dari kalangan kelas atas sedangkan aku hanya seorang murid miskin yang hanya mengandalkan beasiswa untuk bisa bersekolah di sini..


Upacara penutupan Ospek pun di mulai, ada beberapa pembicara dari kakak senior untuk mengingatkan kami kembali dengan aturan aturan sekolah. Baik yang tercatat maupun yang tak tercatat, karena ada beberapa peraturan yang di patuhi murid murid meski tak ada di tata tertib sekolah. Setelah upacara selesai, semua murid mulai bubar satu per satu, ada yang langsung menuju parkiran untuk mengambil kendaraan mereka. Yah kebanyakan siswa di sini mempunyai kendaraan nya masing masing yang sudah terparkir di tempat parkir khusus murid.


Sedangkan teman teman satu tim ku tadi termasuk aku dan Sisil masih berada di sana, menunggu aba aba dri kak Angga. Sebenarnya aku agak bingung, semua orang membaw kendaraan sedangkan aku.


"Haiss... Aku naik apa yah nanti?? Apa ngojek aja?? Tapi sayang duit nya..." Batin ku pun dilema.


"Gimana udah kumpul semua??" Tanya kak Angga yang membuat kami semua mengangguk.


"Siapa yang gak bawa kendaraan??" Tanya kak Angga yang membuat aku ragu namun akhir nya aku mengangkat tangan.


Rupa nya bukan aku seorang tapi Sisil dan Bagas juga tak membawa kendaraan.


"Ya udah kalian naik mobil gue aja!!" Seru Kak Geby.


"Oke kak!!" Sahut Sisil dan Bagas antusias sementara aku hanya mengangguk kecil.


"Ya udah yuk berangkat!! Tapi kalian udah hubungin orang tua kalian kan kalo pulang telat??" Tanya kak Angga memastikan, karena kak Angga memang sudah meminta kami untuk menghubungi orang tua kami.


Mungkin semua orang sudah mengabari orang tua mereka, yah kecuali aku karna aku memang biasa sehabis sekolah tidak pulang dulu tapi langsung bekerja. Lagi pula aku tak bisa menghubungi orang tua ku, kenapa?? Bagaimana mau menghubungi kalau ponsel saja tak punya. Miris sekali bukan, aku yang hanya bisa menatap mereka yang menggunakan hp android canggih sedangkan aku tak punya, jangan kan mau membeli ponsel uang jajan saja aku harus berhemat.


Tak menunggu lama, kak Geby pun mengeluarkan mobil nya dari tempat parkir menuju gerbang sekolah. Melihat kak Geby menepikan mobil nya di gerbang, Bagas pun langsung masuk ke dalam mobil tanpa menunggu sang empu menyuruh nya.

__ADS_1


"Yuk naik Na!!" Sisil pun membuka pintu belakang mobil dan menyuruh ku masuk lebih dulu, kemudian baru ia masuk dan menutup pintu mobil nya.


Ini adalah pengalaman pertama ku naik ke mobil mewah seperti ini. Sungguh kampungan memang namun aku terkagum dengan isi mobil ini, nyaman sekali. Dan lagi wangi lavender yang menyebar sungguh membuat hidung ku termanjakan. Tanpa ku sadari Sisil sedari tadi menatap ku, ia sedikit menyunggingkan senyum melihat ku yang diam sambil meneliti setiap sudut mobil kak Geby.


__ADS_2