
Malam itu udara begitu dingin menusuk ke kulit tubuh ku. Bahkan sudah memakai sweater pun tak bisa menutupi rasa dingin itu. Mungkin akan segera hujan, kondisi tubuh ku saat ini sudah jauh lebih baik. Sekarang aku sedang duduk di dekat jendela sembari merasakan hembusan angin yang terus saja menerpa wajah ku. Tak ku peduli kan lagi rasa dingin yang menusuk itu karena yang ku ingin kan adalah ketenangan.
"Hufffhhh .." Aku menghembuskan nafas beberapa kali.
"Bodah..." Lirih ku yang menatap pergelangan tangan ku yang sudah berbalut perban.
Benar sekali aku mengatai diriku sendiri bodoh karna hal yang tadi aku lakukan. Kalau aku benar benar sampai mati bukan kah semua usaha dan perjuangan ku selama ini jadi sia sia belaka. Namun rasa sakit di hati ku membutakan mata dan pikiran ku. Bahkan sekarang aku mulai merasakan nyeri di pergelangan tangan ku padahal tadi saat memotong nya aku tak merasakan apapun.
Yah memang tak bisa di pungkiri bahwa setiap manusia pasti menyesal setelah terjadi. Dan tak akan pernah mungkin menyesal di awal. Lagi dan lagi bayang bayang kejadian tadi berputar di memori ku. Yang membuat ku sedikit memijit pelipis ku, karna mulai nyeri.
"Na... Na... Bodoh banget sih!!" rutuk ku.
"Sekarang sakit sendir kan!! Besok GK bisa kerja lagi, sekolah pun harus libur... Hhuufffhh...." Aku terus saja merutuki kebodohan ku.
"Melamun apa sih??"
Aku hampir terjatuh jika tidak sebuah tangan menahan tangan ku.
"Rega..." Kesal ku karena benar benar terkejut.
"Hehe..." Rega justru menyengir.
"Lagian ngapain juga, lu ngelamun di sini Na.." Ujar Rega mengusap puncak kepala ku.
"Masuk!!" Ujar ku sembari berjalan menuju kasur ku.
Rega pun masuk ke kamar ku, yah dari jendela seperti biasa. Memang tamu yang tak punya akhlak menurut ku namun aku tak terlalu mempermasalahkan nya. Rega duduk di dekat ku, dan aku baru sadar bahwa ia membawa bingkisan.
"Gua denger lu sakit!! Jadi gua bawain ini!!" Seru Rega sembari menyodorkan bungkusan itu.
"Eh.. Tangan lu kenapa??" Tanya Rega menatap ku penuh arti.
"Hah?? Ini emmm anu..." Aku tiba tiba menjadi gagap.
"Kenapa??" Tanya Rega menyelidik.
"Haiissshhh gak papa kok..." Ujar ku menghela nafas dan langsung berpaling.
__ADS_1
Namun tak di sangka Rega menarik tangan ku paksa dan dengan cekatan melepas perban ku. Mata nya membuka lebar, ia langsung menatap ku seakan menuntut penjelasan. Aku hanya diam tak bisa berkata kata, lagi pula aku juga bingung harus menjelaskan dari mana.
"Ini yang gak papa??" Tanya Rega dengan nada penuh penekanan.
"Lu kenapa Na??" Tanya Rega lagi sembari menatap ku lekat menuntut penjelasan.
"Aku gak papa kok ga .. Cuma tadi itu .." Aku tak sanggup menyelesaikan kalimat ku dan justru air mata ku mengalir begitu saja tanpa bisa ku cegah.
"Are you okey??" Ujar Rega dengan nada lembut sembari mengusap puncak kepala ku.
"Hikss.... Hiksss...." Tangis ku tiba tiba kembali pecah meski sedikit ku tahan agar tak ada orang di luar kamar yang mendengar nya.
Sedangkan Rega kini merangkul ku dan mengusap punggung ku mencoba menenangkan ku.
"It's oke.. Semua nya baik baik aja!!" Ujar Rega.
"Kalo lu ada apa apa lu bisa panggil gua, lu bisa cerita apapun sama gua... Lu gak sendirian Na..." Ujar Rega dengan nada yang begitu lembut yang membuat ku merasa sedikit tenang.
"Lu kenapa?? Sini cerita sama gua??" Ujar Rega sembari meminta ku untuk menghadapnya.
."Aku...."
"Gak papa.. Aku udah gak papa kok..." Ujar ku sembari berusaha tersenyum meski sedikit di paksa kan.
"Kenapa lu gak pergi aja dari sini Na??" Tanya Rega.
"pergi?? Pergi kemana ga?? Ini rumah ku, tempat aku lahir, aku gak tau harus kemana??" Ujar ku menatap langit langit
"Lu bisa cari kosan, kan lu juga kerja pasti GK susah buat bayar nya... dari pada lu di sini..." Seru Rega yang membuat ku tersenyum.
"Gak bisa ga... aku gak bisa ninggalin keluarga ku, walau gimana pun mereka orang tua ku keluarga ku, aku gak mungkin ninggalin mereka..." Ujar ku.
",haisshhh Na... Na... Lu terlalu baik tau gak!!" Seru Rega sembari membuang muka ke arah lain.
"Hehe... Kan emang aku baik!!" Ujar ku sembari memamerkan deretan gigi ku.
"Dasar!!" Rega mengacak ngacak rambut ku.
__ADS_1
Lalu ia beranjak dari sana, kemudian berjalan menuju meja .Rupa nya ia mengambil perban yang ada di atas meja. Kemudian ia kembali lagi ke sebelahku, ia mengambil tangan ku dengan hati hati kali ini. Rega terlihat begitu serius dalam membalut kan perban pada tangan ku. Sementara aku hanya bisa tersenyum mendapat perlakuan yang begitu lembut dari sosok teman yang belum lama ini aku kenal. Namun kita sudah sangat akrab bahkan lihat saja ia masuk ke kamar ku tanpa sepengetahuan orang tua ku pun aku biasa saja.
Mungkin karna ketulusan nya yang membuat ku sedikit luluh. Lagi pula ia tak pernah macam macam, atau bertindak yang tidak tidak. Justru dengan kehadiran nya membuat ku lebih tenang dan seperti ada seorang kakak yang sedang menjaga ku. Yah untuk ku Rega terlihat seperti sosok kakak yang Selama ini aku idam idamkan.
"Selesai!!" Ujar Rega sembari tersenyum.
"Eh iya itu di makan!!" seru Rega sembari menunjuk ke arah bungkusan yang tadi ia beri.
Pun membuka bungkusan itu, rupa nya isi nya SE cup bubur kacang hijau dan beberapa buah apel. Aku tersenyum manis dan membuka cup bubur itu. Dengan senang hati aku langsung memakan nya dengan lahap. Kebetulan sekali aku sangat lah lapar karna dari tadi belum makan.
"Pelan pelan gak ada yang rebutan!!" Kekeh Rega yang terus memperhatikan ku makan.
"Hmmm... " Gumam ku di sela menguyah makanan ku.
Rasa bubur nya benar benar enak rasa manis yang tak berlebihan yang sangat pas dengan selera ku. Tak butuh waktu lama aku un menghabis kan bubur itu dan beralih menuju apel itu. Aku mulai menggigit satu apel.
"Laper??" Tanya Rega.
"UMM..." Angguk ku.
"lain kali kalo ada masalah apa apa lu cerita sama gua, sama Aldi jangan lu pendep sendiri..." Ujar Rega.
"Hmmm..." Aku hanya menanggapi nya dengan gumaman.
"Ishhhh.... Gemes banget sih...." Seru Rega sembari mengacak ngacak rambut ku.
"Ga...." Protes ku karna rambut ku sudah acak acakan.
"Abis nya lu gemesin banget!!" Kekeh Rega yang membuat ku mengerucutkan bibir ku.
"Sini sini!!" Rega pun membenahi rambut ku menggunakan tangan nya.
Dia benar benar seperti sosok kakak di mata ku saat ini, aku tersenyum manis tanpa sadar.
"Napa liatin gua kayak gitu?? Ganteng yah??" Ujar Rega sembari menaik turun kan Alis nya.
"d?hah??" Aku melongo karena tingkah Rega yang terlampau narsis.
__ADS_1
sedangkan Rega justru tertawa melihat ekspresi ku, dan aku hanya geleng geleng kepala melihat nya.