
"Jangan yah!!" Teriak ku saat ayah ku mulai mencambuk ku.
Namun ia seperti di buta kan oleh amarah yang tak pernah ku tahu sebab nya. Aku hanya bisa menangis sembari menahan rasa sakit yang teramat mendera setiap bagian tubuh ku. Tubuh ku mulai bergetar hebat, terkulai tak berdaya, hanya derai air mata yang terus luruh tanpa bisa berhenti.
Setelah puas, ia pergi begitu saja tak memperdulikan diri ku yang sudah terkulai lemas di lantai yang dingin itu. Tangis ku pecah seiring dengan rasa sakit yang mendera tubuh ku.
"Hiksss... Hikss.. Kenapa yah??" Lirih ku.
"Hikss... Aku salah apa yah?? Yuna salah apa??" batin ku.
Aku menutup mata ku mencoba untuk tidur karna sudah sangat lemah bahkan untuk bangun pun aku sudah tak kuasa. Namun seketika aku terlonjak kaget, seakan nyawa ku baru saja di tarik. Aku langsung membuka mata ku, dan membuat ku mengernyit kan dahi melihat sekeliling ku. Aku bahkan meraba seluruh tubuh ku tanpa sadar, dan justru mengedip ngedipkan mata ku berkali kali.
Dan ternyata aku masih ada di UKS, aku tertidur tadi sampai sampai bermimpi.
"Haissshh..." Ternyata mimpi!!" Lirih ku menerawang ke atas.
Meski pun sekarang adalah mimpi, namun itu lah yang ku alami setiap ayah ku marah. Ntah apapun itu alasan nya, ia tak pernah mengatakan nya. Miris bukan, sosok putri yang seharus nya mendapatkan kasih sayang nya. Namun justru neraka yang ia berikan pada putri nya, rasa takut yang tak berujung. Hingga membuat putri nya menjadi introvert, hanya suka menyendiri apalagi di rumah. Aku menjadi sedikit terbuka karena aku sadar aku tak bisa hidup tanpa orang lain.
Aku butuh sosialisasi untuk mencapai tujuan ku, aku ingin menikmati masa remaja ku. Meski di balik sikap ceria ku, ada luka yang teramat dalam yang harus ku sembunyikan rapat rapat. Aku tak ingin dunia tahu akan luka ku, mungkin dengan cara itu aku bisa melupakan sejenak masalah ku. Di tengah lamunan ku, aku tak menyadari bahwa di sana bukan hanya ada aku seorang.
"Woy.. Ngapain lu melamun??!!" Seru seorang pemuda di samping ku.
Aku terkaget hingga langsung terduduk, menoleh ke arah kiri ku. Bola mata ku membulat ketika melihat Reno berbaring di ranjang sebelah ku. Yah Reno, si salah satu most wanted di sekolah ini, yang hampir membuat ku celaka karna fans gila nya.
"Kamu ngapain di sini??" Tanya ku.
"Lah, emang gak boleh?? Emang cuma lu yang boleh di sini??" Reno justru membalikkan pertanyaan ku.
"yahh.. Yah gak gitu juga..." Gumam ku.
"Lu sakit??" Tanya Reno.
"Ya kalo orang di UKS emang ngapain lagi!!" Ketus ku.
"Yah kali aja bolos!!" Ujar Reno dengan enteng nya.
"Kamu kali yang bolos!!" Ujar ku sembari menatap nya tajam.
"Emang iya!!" Lagi lagi Reno menjawab dengan nada santai yang membuat ku melongo.
"Astaga nih orang, bolos bisa sesantai ini!!" Batin ku.
__ADS_1
"Malah bengong lagi, ntar kesambet lu!!" Seru Reno.
"Isss..." Aku mengalihkan pandangan ku sembari bersandar di kepala ranjang.
"Udah baikan??" Tanya Reno.
"hmmm.." Aku hanya menjawab nya dengan gumaman.
"Cuma Hem doank!!" Seru Reno.
"ISS mau nya apa lho.... Mending Sono deh gak usah gangguin aku!!" Usir ku karna tak ingin terlibat masalah kalau sampai ada yang tau aku berduaan dengan most wanted yang satu ini.
"Dihh... Enakan di sini adem, bisa rebahan!!" Ujar Reno yang menutup mata nya dengan lengan nya.
"Iya kamu enak, aku yang di bully..." Gumam ku lirih namun seperti nya masih di dengar oleh Reno.
"Hah?? Di bully??" Tanya Reno yang langsung merubah posisi nya duduk menghadap ku.
"Hah??" Aku yang di tanya malah bingung sendiri.
"Lu bilang tadi, ku di bully?? Di bully sama siapa?? Di apain?? Ada yang luka??" Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh Reno pada ku yang malah membuat ku melongo bukan nya menjawab.
"Yehh .. di tanyain bukan nya jawab malah bengong!!" Seru Reno.
"Gak bisa, kalo lu di bully karna gua..." Tegas Reno.
"Udah lewat, lagian aku gak luka!! Dan kamu jauh jauh mending, aku gak mau ada yang salah paham!!" Jelas ku menatap nya lekat.
"Cihh.. Siapa?? Cowok Lo itu!!" Ketus Reno memalingkan wajah nya yang membuat ku mengernyit kan dahi.
"Cowok??" Bingung ku.
"Cowok yang mana??" Tanya ku pada Reno.
"Yang ngeboncengin lu kemaren lah siapa lagi!!" Seru Reno.
"lah, Aldi mah sahabat aku bukan cowok!!" Dan entah kenapa kok aku merasa lagi menjelaskan kesalahpahaman yang sedikit aneh.
"Sahabat?? Bukan cowok??" Lagi, nada bicara Reno berubah lagi.
"Nih anak ke sambet apaan dah??" Batin ku heran.
__ADS_1
"Woyy... Di tanya!!" Seru Reno.
"Isss iya dia sahabat aku dari kecil..." Ujar ku.
"Ohhh...."
"Kamu ngapain masih di sini!! Sana!!" Ujar ku.
"Gak... Gua capek mau tidur, gak usah ganggu gua!!" Seru Reno sembari membaringkan diri lagi.
"Dih..." Aku segera menarik tirai pembatas yangada di antara ranjang, sehingga membuat penutup di antara kami.
"Orang stress!!" Gumam ku.
"Gua gak stress!!" Dan rupa nya terdengar oleh orang nya yang membuat ku tersenyum canggung.
Aku pun kembali membaringkan tubuh ku, karna memang tubuh ku masih cukup lemas. Memang rasa nyeri di perut ku sudah hilang namun entah kenapa rasa nya tak ingin kembali ke kelas. Aku memilih untuk tetap di sana, karena pikir ku dokter Desi akan segera datang dan mengusir orang di sebelah ku ini. Aku benar benar tak nyaman dia di sini, yah aku takut terlibat masalah lagi.
"Ya Allah, aku cuma pengen sekolah baik baik di sini!! Jangan jadiin ini masalah lagi..." Batin ku berharap.
Namun sekian lama menunggu tak kunjung ku lihat batang hidung dokter Desi. Yang membuat ku sangat jengkel, aku tak tahu kemana dokter Desi pergi. Aku hanya bisa menghembus kan nafas kasar beberapa kali.
"Lu kenapa?? Sesek nafas??" Tanya Reno dari balik tirai, mungkin ia mendengar helaan nafas ku.
Aku hanya diam tak berminat untuk menjawab nya.
"Butuh nafas buatan??" Tanya Reno lagi yang sukses membuat ku membulatkan mata.
"Yakk.. Bisa bisa nya nih orang mikir ke situ, emang aku tenggelam butuh nafas buatan!!" Batin ku kesal namun tak berani bersuara.
"Eh Na..." Panggil Reno, namun aku hanya diam.
"Na...." Panggil nya lagi yang tak ku hiraukan sama sekali.
"Ayuna..." Ujar nya sedikit meninggikan suara.
"apaan sih rese amat!!" Ujar ku yang tanpa sengaja kelepasan yang membuat Reno membuka tirai penghalang itu.
"Lu bilang apa tadi??" Tanya Reno.
"Rese... Lu tuh cowok rese... Puas!!" Ketus ku menatap nya tajam.
__ADS_1
"Bodo amat lah!!" Batin ku yang melihat Reno memicingkan mata nya.