
"Huh... Akhir nya pulang juga... Capek banget dengerin gosip anak anak.." Batin ku sembari berjalan menuju gerbang.
Aku diam bersandar di pilar gerbang, yah aku sedang menunggu Aldi sesuai janji. Bisa marah dia kalau aku tak mengindahkan ucapan nya tadi. Terakhir kali ia marah pada ku, ia mendiamkan ku selama sebulan. Aku tak banyak berteman, itu sebab nya kalau tak ada Aldi aku sedikit kesepian. Cukup lama aku berdiri di sana dan wajah ku sudah mulai masam karna menunggu.
"Jangan jangan aku di tinggal!!" Kesal ku.
Aku bergegas menuju tempat parkir untuk memastikan motor kesayangan Aldi apakah masih di sana. Saat sampai aku celingak celinguk mencari keberadaan motor Aldi. Namun tiba tiba ada yang menepuk pundak ku, yang membuat ku menoleh.
"Ngapain di sini??" Rupa nya ia adalah kak Angga di samping nya ada Reno yah sesuai yang dia bilang kamu seumuran jadi aku memanggil nya Reno saja
"Ah itu aku...."
Belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku, sudah di potong oleh Aldi yang tiba tiba muncul.
"Maaf Na.. Lama yah..." Ujar Aldi yang terlihat ngos ngosan.
"Gak papa... Kenapa lari lari??" Tanya ku heran.
"Takut putri cantik ku nunggu lama .." Seru Aldi sembari merangkul pundak ku.
"CK... Dasar.. Aku ampir lumutan nunggu .." Aku mengerucutkan bibir ku sembari berkata dengan manja.
Yah aku memang begitu pada Aldi karna aku slalu menganggap nya seperti seorang kakak. Namun aku tak sadar kalau kedua orang di hadapan ku melongo tak percaya.
"Astaga nih cewek!! Kemarin aja diem aja di ajakin ngobrol di cafe bales seada nya, sekarang kenapa malah imut banget..." Batin Kak Angga.
"Ya udah yuk... Eh Kak misi..." Ujar Aldi bersikap sopan.
Aldi pun segera menuju ke motor nya, aku mengikuti nya dari belakang. Setelah itu kami langsung pergi dari sana meninggalkan dua orang dengan tatapan yang tak bisa ku arti kan.
"eh ,Na.. Berarti Bang Gio gak masuk kerja juga yah??" Tanya Aldi sembari tetep fokus mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang.
"Iya kata nya sih gitu..." Ujar ku.
"Ya udah nanti aku jemput yah!!" Seru Aldi.
"eh.. Gak usah Di..." Tolak ku.
"Ini perintah bukan tawaran... Lagian anak cewek bahaya kelayapan malem malem..." Seru Aldi.
"Dih... Dah biasa kok..." Tukas ku.
"Gak usah ngeyel..."
__ADS_1
Aldi pun memberhentikan motor nya di area cafe, aku pun segera turun dari motor nya.
"Makasih.." Ujar ku.
"Nih novel lu.." Seru Aldi menyerahkan novel yang sempat aku titipkan pada nya tadi.
"Gua gak mampir soal nya ada janji sama Rega!!" Seru Aldi.
"Oke lah!!" sahut ku sembari melambaikan tangan saat dia mulai melakukan kembali motor nya.
"Rega?? Cowok gunung es??" Batin ku.
"Dih ngapain mikirin dia, mending kerja..."
Aku segera masuk ke dalam cafe, dan masuk ke ruang ganti untuk mengganti seragam ku dengan seragam kerja. Setelah itu aku mulai ke depan untuk membersihkan meja yang sudah tak ada pelanggan nya. Yah di sini kerjaan nya tak teratur, semua di kerjakan semampu karyawan kecuali yang bertugas memasak, karna mereka khusus memasak. Sedangkan karyawan yang lain harus melihat apa yang bisa di kerjakan tanpa harus di perintah. Namun sebenarnya kerja di sini lumayan santai karna ada banyak karyawan yang berbagi tugas. Dan lagi gaji nya yang lumayan membuat karyawan betah apalagi memiliki bos seperti mbak Gita.
Setelah selesai aku menaruh piring dan gelas kotor di tempat cuci piring. Dan kembali lagi ke depan karna ku lihat ada pelanggan yang datang.
"Selamat siang, ini menu nya..." Ujar ku sembari tersenyum.
Mereka pun mulai memesan, dan aku mencatat nya dengan baik lalu ku ulangi pesanan mereka agar tak terjadi kesalahan. Setelah itu aku bergegas ke dapur menyerahkan daftar pesanan tersebut. Kemudian kembali ke depan lagi sambil menunggu pesanan itu di buat.
"Pelayan..." Teriak salah satu pelanggan yang membuat ku menghampiri nya.
"Iya ada yang bisa di..." Aku menggantung ucapan ku melihat orang yang berada di hadapan ku.
"Ada apa?!" Tanya ku dengan nada lembut.
"Mau pesen paket spesial menu baru... Kata nya ada menu baru kan!!" Ketus nya.
"Iya kita ada paket spesial menu baru porsi untuk 4 orang.." Jelas ku.
"Ya udah sana siapin!!" Ujar nya melambaikan tangan.
Aku pun segera pergi ke dapur untuk menyerahkan catatan pesan pada koki. Aku menghela nafas lega karna tak terjadi keributan. Mungkin aku terlalu banyak nonton drama di tv sampai aku membayangkan adegan drama. Orang tadi adalah Alisa, Sri Daan mungkin dua orang lagi itu teman nya. Untung saja mereka datang bukan untuk berbuat onar, kalau tidak aku bisa dapat masalah.
"Na.. Ini pesenan no 15.."
"Oke..." Seru ku antusias dan segera membawa pesanan itu ke depan.
Setelah menyajikan pesanan itu aku beranjak ingin kembali ke dapur namun lagi lagi Sri melambaikan tangan pada ku. Sehingga aku terpaksa menghampiri mereka.
"iya .."
__ADS_1
"Masih lama gak??" Tanya nya masih dengan wajah ketus
"Mohon di tunggu, makanan nya lagi di masak oleh koki kami .." Ujar ku sembari tersenyum.
"Gua kira lu cewek bar bar!!" Seru Alisa.
"Hah??" Aku hanya menatap nya bingung.
"Udah sana... Ntar kalo jadi langsung anterin ke sini!!" Seru Sri.
Aku pun berlalu dari sana sembari memikirkan sebenarnya ada apa dengan mereka. Seperti ada yang berubah, namun aku mengabaikan nya saja.
"Yang penting mereka gak ganggu aku kerja..." Batin ku.
"Na ini pesenan no 25.." Seru koki namun perut ku tiba tiba sakit.
"Eh, itu minta yang lain yah nganter nya aku ke toilet dulu..." Aku buru buru pergi dari sana.
"Lah itu anak..."
Sampai di toilet aku merasa perut ku seperti di remas remas, peluh bercucuran di pelipis ku.
"Sakit..." Lirih ku yang duduk di bangku kecil dalam toilet.
"Bukan mules ini, astagah aku kenapa sakit banget..." Aku hampir menangis karna tak bisa menahan nyeri nya.
Tak lama celana ku terasa sedikit basah yang membuat ku kaget. Dan lagi saat ku periksa aku semakin kaget dan justru ketakutan karna melihat darah.
"Ini.. Darah!!" Aku hampir berteriak.
Cekrekk...
Pintu toilet terbuka yang membuat ku menoleh, ternyata itu adalah mbak Gita. Tumben mbak Gita ke toilet karyawan karna di ruang kerja nya kan ada toilet sendiri.
"Na kamu kenapa??" Tanya mbak Gita yang melihat wajah ku sudah pucat Pasih menahan nyeri perut ku.
"Mbak..." Aku tak bisa melanjutkan kata kata ku.
Mata mbak Gita rupa nya jeli melihat tangan ku, ia menarik tangan ku.
"Darah??"
"Na, itu emng keluar dari..." Aku yang mengerti maksud mbak Gita langsung mengangguk.
__ADS_1
"Astaga.. Ini yang pertama??" Tanya mbak Gita, aku pun kembali mengangguk.
Mbak Gita meminta ku menunggu di sana sedangkan ia pergi entah kemana. Yah ini kali pertama ku mendapatkan PMS, aku memang terkejut namun aku paham karna ini di jelaskan pada pelajaran biologi. Sekarang usia ku 12 tahun, jadi wajar untuk ku mendapatkan nya namun aku tak menyangka akan secepat ini. Karna ada perempuan yang sudah 15 tahun baru mendapatkan nya. Dan lagi perut ku benar benar nyeri, apakah setiap pertama kali akan seperti ini.