Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Kena Masalah


__ADS_3

"Eh Di, aku ke toilet dulu yah.." Ujar ku sembari berdiri.


"Oh oke, gua juga dah mau Balik ke kelas nih jam pelajaran ampir abis, inget pulang bareng!!" Seru Aldi.


"Iya iya...eh bawain novel ku tuh!!" Seru ku.


"Bawain ke kelas lu atau gua simpenin dulu??" Tanya Aldi.


"Simpenin aja dulu ntar ku ambil, dah lah bye!!" Aku segera beranjak dari sana karna kebelet.


Namun karna tak melihat lihat aku justru menabrak seseorang.


"Aduh..." Ringis ku karna terduduk setelah menabrak orang itu.


"Lu gak papa??" Tanya orang itu yang membuat ku mendongak.


"Eh gak papa kok kak" Ujar ku langsung berdiri.


"Maaf yah kak gak sengaja.." Aku menunduk karna merasa bersalah.


"Gak papa lah!! Di tabrak sama cewek cantik boleh juga, sering sering juga gak papa..." Kekeh nya.


Aku menatap kak Angga dengan tatapan yang sulit di artikan, yah dia lah orang yang ku tabrak.


"Bercanda... Hmmm Yuna kan?" Tanya nya memastikan yang membuat ku mengangguk.


"Eh udah dulu yah kak bye.." Aku langsung beranjak dari sana karna memang sudah tak tahan.


"eh..." Kak Angga yang melihat ku langsung berlari hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Saat tiba di toilet aku langsung masuk dan menuntaskan nya. Setelah selesai aku keluar dan mencuci tangan ku di wastafel, aku menatap diriku di cermin besar itu.


"Haiisshhh...." Aku menghela nafas panjang.


Krekk...

__ADS_1


Suara pintu terbuka membuat ku menoleh, terlihat dua orang siswi yang masuk ke dalam namun aku mengernyit kan dahi saat salah satu dari mereka mengunci pintu. Perasaan ku pun menjadi campur aduk, aku benar benar tak ingin mencari masalah.


"Heh cewek gatel.." Ujar salah satu siswi itu dengan nada setengah berteriak, di lihat dari name tag nya nama nya Alisa dan yang satu lagi Sri.


"Jago banget yah ngerayu cowok, emang cewek miskin kayak Lo tuh ja****" Ujar Alisa namun tak ku dengar, aku beranjak menuju pintu namun tangan ku langsung di tarik dan tubuh ku sedikit terhuyung di buat nya.


"Mau kemana Lo!!" Seru Alisa.


"Aku gak mau cari masalah.." Ujar ku dingin.


"Gak cari masalah?? Hello lu tuh dah gangguin pangeran sekolah dari hari pertama masuk, dih sok cantik banget caper mulu!!" Sinis Sri yang membuat ku mengernyit kan dahi.


"Caper? Pangeran?!" batin ku bingung.


"Gak usah pura pura bego deh lu, lu sengaja kan caper sama Angga dan Reno!!" Seru Alisa.


"Yang caper siapa juga.." Ujar ku membela diri.


"Alah.. Ngeles aja, gua liat lu sama Reno di taman tadi pagi!!" Seru Sri yang membuat ku membulatkan kedua mata ku.


"Gak bisa ngeles lagi kan lu,, dasar ja****... Tadi juga sengaja kan lu nabrak Angga, biar apa biar di perhatiin!!" Ujar Alisa dengan tatapan tajam nya namun aku hanya memutar bola mata ku malas.


"Munafik, gua liat lu juga Deket sama anak baru itu!! Murahan banget sama sini mau!!" Seru Sri.


"Terserah!!" Aku beranjak menuju pintu.


Namun lagi lagi mereka menarik ku sampai tubuh ku tak sengaja membentur dinding. Sakit luar biasa mendera tubuh ku, karna bekas luka semalam belum sembuh. Aku menatap nyalang pada dua orang yang ada di hadapan ku ini.


"Kenapa sakit?? Mau ngadu?!" Ujar Sri menatap ku remeh.


"Cih... Sampah.." Ujar ku dengan sedikit lantang yang membuat Alisa hendak menamparku, namun dengan cekatan aku menahan tangan nya dan justru aku lah yang berhasil menampar pipi nya.


Plakkk


Suara itu terdengar cukup nyaring, yang membuat Sri membelalakkan mata nya.

__ADS_1


"denger baik baik, aku di sini mau belajar gak mau cari ribut!! Tapi kalo kalian berani sama aku, apalagi bullying kayak gini aku gak bakal segan segan!!" Ujar ku menatap tajam ke arah Alisa dan Sri.


"Satu lagi!! Jangan kalian pikir aku bakal nangis atau terima gitu aja semua perlakuan kalian karna aku orang miskin!! Karna aku bakal bales kalian dia kali lipat!! Ngerti!!"


Setelah menyelesaikan ucapan ku, aku langsung keluar dari toilet itu tanpa memperdulikan kedua orang itu yang mungkin masih syok. Yah aku adalah tipe orang yang memegang teguh prinsip ku, aku mungkin terlihat lemah tapi tak selemah itu. Kalau aku tak suka maka akan ku katakan langsung, aku bukan lah orang yang munafik. Dan lagi kalau ada yang menyakiti ku, aku akan membalas nya dia kali lipat. Aku bukan lah orang yang mudah di tindas, meski aku sering di pukuli oleh ayah ku dan tak membalas, itu hanya karna dia adalah ayah ku. Tapi tak dengan orang lain, apalagi aku sudah belajar taekwondo sejak kecil jadi aku termasuk bisa melindungi diri ku sendiri.


Ingat kata pepatah jangan pernah melihat orang dari kulit nya saja. Yang terlihat kuat belum tentu kuat, dan yang terlihat lemah jangan pernah meremehkan nya. Aku berjalan menuju kelas ku, tak butuh waktu lama aku sudah sampai di sana. Namun keadaan masih cukup sepi hanya ada beberapa siswa yang sedang mengobrol di sana. Aku segera beranjak ke tempat duduk ku. Tak lama ada seorang siswi yang menarik perhatian semua orang.


"Eh eh mau denger gosip gak??" Seru Siswi itu antusias, aku hanya melirik saja yang ku tahu dia adalah Weni yang ratu gosip ia juga sekelas dengan ku.


"Tau Alisa dari kelas 8-6 kan??" Tanya Weni yang di sambut anggukan dari beberapa orang yang berkumpul di sana.


"Alisa??" Batin ku.


"Kata nya tadi dia mau bully anak baru eh malah dia yang kena batu nya!!" Seru Weni antusias.


"Hah?? Serius??" Tanya seorang siswi.


"Iya kata nya dia Ampe ke UKS buat ngompres pipi nya, kayak nya bengkak gitu!!" ujar Weni.


"Wah serius siapa yang berani banget!! Dia kan anak salah satu dewan sekolah, gak takut di keluarin tuh orang??!!" Seru seorang siswa di sana sedangkan aku yang mengetahui kalau Alisa anak dewan sekolah justru memijat pelipis ku yang mendadak sakit.


"Kayak nya sih di rahasiakan, kalo gak bakal malu banget si Alisa, selama ini kan dia songong banget mentang gak ada yang berani ngelawan dia!!" Seru Weni.


"Bener tuh malu kan jadi nya, suka bully orang sih..."


"Iya rasain kena batu nya!!"


"By the way gua jadi penasaran siapa yah yang berani ngelawan Alisa..." tanya seorang siswi.


"Gak tau kabar nya sih angkatan baru kayak kita..." Jelas Weni.


"Makin penasaran deh..."


"Iya sama..."

__ADS_1


Mereka terus saja membicarakan nya yang membuatku semakin tertekan.


"Hadeuhh.. Kena masalah nih kayak nya aku" Batin ku menghela nafas berat


__ADS_2