Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Bawel


__ADS_3

Tak terasa dua hari telah berlalu begitu saja, dan kondisi ku pun sudah sangat membaik. Pagi ini aku bangun pagi pagi sekali, aku telah menyelesaikan segala pekerjaan rumah ku. Aku bergegas kembali ke kamar dan bersiap untuk pergi ke sekolah. Saat aku keluar kamar ku dengar suara ketukan pintu, dengan langkah lebar aku segera membuka pintu. Senyum ku mengembang melihat kehadiran Rega di sana.


"Udah siap??" Tanya Rega dan aku menjawab nya dengan anggukan antusias.


"udah mau pergi!!" Ujar ibu ku.


Ya sejak hari itu hubungan ku dan juga ibu ku sedikit menunjukkan kemajuan. Dan itu sangat membuat ku bahagia. Meski hanya sedikit perhatian dari ibu ku pun dapat membuat suasana hati ku Beratus kali lipat baik nya.


"Iya Bu... Yuna berangkat sekolah dulu yah!!" Ujar ku.


"hati hati.." Ujar ibu ku sembari berjalan ke dapur.


"Ya udah yuk!!" Ujar ku pada Rega.


Kami pun berjalan ke depan, rupa nya ia sudah memarkirkan motor nya di sana. Kami pun segera menuju ke sekolah, karena menggunakan motor jadi perjalanan pun cepat sampai. Setelah sampai di parkiran aku segera turun dari motor, namun yang tak ku sangka adalah bertemu dengan orang yang paling ingin aku hindari saat ini. Yah dia adalah Reno, terlihat sekali bahwa ia juga baru saja sampai. Saat melihat ia berjalan ke arah ku, aku pun menjadi tegang.


"Kamu kenapa Na??" Tanya Rega yang membuatku sedikit terlonjak kaget.


"ahh.. Itu anu..." Aku pun menjadi gagap dan tak tahu lagi harus berkata apa.


"Jadi dia alasan nya??" Tanya Reno yang ternyata sudah berada di hadapan ku dan juga Rega.


"Alasan?? Alasan apa??" Tanya Rega yang bingung dengan pertanyaan Reno yang begitu tiba tiba.


"Itu..." Lidah ku tiba tiba Kelu untuk menjelaskan segala nya.


"Lu cowok nya Yuna??" Tanya Reno yang membuat ku membelalakkan mata ku tak percaya dengan apa yang baru saja terdengar di telinga ku.


"Hah??" Rega pun menatap ku dengan bingung, namun aku pun terlalu bingung untuk menjelaskan nya.


"Maksud lu apa??" Tanya Rega pada Reno.


"Jawab aja, lu cowok nya atau bukan!!" Tukas Reno.


"Kita cuma sahabatan!!" Ujar Rega, yang membuat Reno tersenyum.


"ohh..." Reno pun bpergi begitu saja meninggalkan kami dengan ke adaan masih melongo di buat nya.


"Dia salah makan obat apa yakk??" Tanya Rega yang membuat ku mengangkat bahu ku pertanda ketidak tahuan ku.


"Udah lah masuk aja yuk!!" Seru ku.


"Makan bakso dulu yuk!!" Ajak Rega yang membuat ku berpikir sejenak.


"gua traktir!!" Seru Rega yang membuat ku menunjukkan deretan gigi ku.

__ADS_1


"Oke lah kalo gitu, hayukkk!!" Ujar ku sembari menarik tangan Rega.


"Dasar tukang makan gak modal!!" sindir Rega tapi justru malah membuat ku terkekeh senang.


"Biarin weee..." Aku menjulurkan lidah ku mengejek Rega.


Tak butuh waktu lama kami pun sampai di kantin, kami segera memesan dua mangkuk bakso. Namun kali ini kami memesan bakso dengan ukuran jumbo.


"Mau yang lain??" Tanya Rega sembari menunggu pesanan kami.


Siomay boleh??" Tanya ku dengan antusias.


"Lu hobi banget kayak nya sama siomay mang boy!!" ujar Rega yang membuat ku mengangguk.


"Enak sih!!" Sahut ku.


"Nih Sono beli!!" Ujar Rega memberika uang 5 ribu pada ku.


Dengan segera aku mengambil nya dan menuju ke tempat mang boy berjualan.


"mang boy!!" Seru ku antusias.


"Eh neng cantik, siomay??" tanya mang boy yang membuat ku mengangguk dan menyerahkan uang itu.


"Kok berapa hari ini gak keliatan??" Tanya mang boy sambil tangan nya terampil meracik siomay yang ku pesan.


"Oalah, tapi udah sehat kan!!"


"Udah donk mang!!" sahut ku sembari menunjukkan deretan gigi ku.


"Nah!!" Mang boy pun menyerahkan bungkusan isi siomay itu pada ku untuk di beri kecap saus dan cabe sesuka ku.


"Nih mang," Aku pun menyerahkan nya kembali untuk di ikat.


"makasih mang!!" aku segera beranjak kembali menuju Rega yang sedang menunggu ku, dan rupa nya bakso yang kami pesan sudah jadi.


Yah cepat, karna ini masih pagi jadi tidak banyak siswa yang datang untuk makan di sini. Namun tetap saja ada beberapa siswa yang ke sini meski tidak memesan makanan.


"Lama banget Na??" Tanya Rega.


"Hehe tadi sambil ngobrol sama mang boy!!" Ujar ku terkekeh senang.


"Ya udah nih makan!!" Ujar Rega menyerahkan semangkuk bakso untuk ku.


"wahh makasih ga .." Aku pun menaruh siomay tadi di atas meja dan sekarang fokus untuk memakan bakso ku.

__ADS_1


Kalo ini aku memilih untuk memakai cabai saja tak memakai saus satu pun kecap. tak lupa aku menambahkan jeruk nipis ke dalam nya. Ku hirup kuah bakso itu, dan rasa nya benar benar nikmat, rasa kuah bakso yang khas bercampur dengan rasa asam dan pedas. Benar benar segar untuk di nikmati, aku segera memulai acara makan ku begitu pun dengan Rega.


"Lu kerja hari ini Na??" Tanya Rega.


"UMM iya, hari ini gajian!! Aku harus Dateng lagi pula bayaran buku juga udah di tanyain terus sama guru!!" Jelas ku.


"Lho kamu belum bayar buku Na??" Tanya Rega yang terlihat terkejut.


"Hehe belum,,, kan nunggu gajian dulu!!" Ujar ku sembari terkekeh kecil.


"kenapa lu gak bilang sama gua atau sama Aldi, kan kita bisa talangin dulu Na??" protes Rega.


"yah gak bisa gitu donk,, lagian kalian Udah terlalu baik sama aku!! Kalian berdua tuh dah banyak banget bantuin aku!!" Ujar ku merasa tak enak hati.


"Kita kan sahabat na... Lagian kan cuma nalangin doank, kan nanti bisa kamu bayar nya ke kita!!" Ujar Rega yang membuat ku berpikir sejenak.


"hmm ya udah lain kali aja deh!! Lagian kan aku juga udah gajian!!" sahut ku.


"Tapi lain kali kalo ada masalah apa lu gak boleh nanggung semua sendiri oke!!" ujar Rega dengan nada penekanan.


"Iya iya bawel!!" Ujar ku sembari kembali menikmati bakso ku.


"Bawel juga cuma sama lu Na..." Tukas Rega.


"Astaga, kamu bawel banget dah lebih bawel dari ibu aku malahan..." Ujar ku menggeleng geleng kan kepala.


Lah malah di samain SMA ibu ibu... Emang tampang gua yang ganteng ini bisa di samain sama ibu ibu!!" Kesal Rega yang membuat ku terkekeh.


"Tapi cocok sih!!" Ujar ku sembari menahan tawa.


"Dasar comel.." Ejek Rega.


"Apasih bawel!!" ujar ku yang meledek nya balik.


"Na..." Ujar Rega dengan nada memperingati.


"Apa sih bawel!!" Ujar ku semakin gencar meledek nya.


"Gua cubit nih!!" Rega tiba tiba mencubit kedua pipi ku


"Ga...." Protes ku sembari memegang kedua pipi ku dan Rega justru tertawa melihat ekspresi ku.


"bilang lagi ku cubit lagi nih!!" Peringat Rega, namun bukan nya takut aku malah semakin kesal.


"Bawel bawel bawel bawel.... Rega bawel, kayak ibu ibu eh bawel lebih dari ibu ibu!!!" Ujar ku kesal sembari menutup kedua pipi ku agar tak di cubit rega.

__ADS_1


Enatah apa yang lucu, Rega justru tertawa terbahak bahak melihat tingkah ku. Aku yang melihat nya justru mengerucutkan dahi ku.


"Apa nya yang lucu??" batin ku.


__ADS_2