
Mentari Pagi menyilaukan mata ku, aku yang masih mengantuk mengucek ngucek mata ku. Aku duduk terdiam di kasur ku, sembari menatap sekeliling ku. Aku tersenyum melihat piring dan cangkir yang masih tergeletak di sana. Yah itu bekas aku dan Rega makan semalam, dia mengajak ku bercanda tawa meski dengan suara kecil. Karna bisa bisa di geprek dia kalau ketahuan masuk kamar anak gadis orang lewat jendela.
Aku bergegas mengambil handuk dan pakaian ganti ku, hari ini adalah hari Minggu jadi aku tak perlu ke sekolah. Aku dengan segera melangkahkan kaki ku menuju kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Setelah selesai aku yang sudah mengenakan pakaian lengkap dengan handuk yang melingkar di kepala ku langsung berkutat di dapur. Aku mulai memotong motog sayuran dan sebagai nya, sekitar hampir satu jam aku berkutat di dapur. Akhir nya semua masakan ku jadi, nasi, gulai, dan juga sambal. Aku seger menata nya di atas meja, kemudian beranjak mengambil piring.
"Masak apa kak??" Tanya adik ku.
"Sayur lodeh, sambel terasi sama ikan asin goreng!!" Ujar ku kemudian mengambilkan piring untuk adik ku.
Setelah ia mendapatkan makanan nya ia langsung bergegas menuju depan tv. Yah itu memang kebiasaan nya slalu makan sembari menonton tv. Aku pun mengambil nasi dan lauk untuk diri ku sendiri kemudian mulai makan. Setelah makan aku mencuci piring bekas ku makan dan kemudian kembali ke kamar.
"Di gerai aja kayak nya yah!!" Seru ku sembari menatap cermin.
Aku pun mencari sesuatu di lemari ku dan akhir nya mendapat sebuah bando berwarna hitam. Aku segera memakai nya, tak lupa aku sedikit memoles wajah ku dengan sedikit bedak bayi. Kemudian memberi lipgloss pada bibir ku agar tak kering dan kelihatan lebih segar. Setelah selesai aku menyambar sebuah tas selempangan berisi beberapa barang kemudian keluar kamar.
"Dek kakak, kerja dulu yah!!" seru ku pada adik ku itu.
"Iya..." Ujar nya sembari tetap fokus pada tv.
Aku pun tak mengambil pusing dan langsung bergegas beranjak pergi dari sana. Yah seperti biasa di hari Minggu aku bekerja pagi di cafe. Aku berjalan sambil bersenandung, hari ini cuaca sungguh cerah namun tak begitu terik.
"Hy Na.." Tiba tiba seseorang menyapa ku di tengah jalan.
"Eh.. Reno!!" Seru ku kaget melihat Reno sudah berada berjalan beriringan dengan ku.
"Mau kemana pagi pagi??" Tanya Reno.
"kerja!!" Seru ku tak begitu menanggapi nya.
"Jutek amat sih buk!!" Ketus Reno.
__ADS_1
"Ngapain sih ngikutin aku??" Tanya ku yang menghentikan langkah ku kemudian berbalik menghadap nya.
"Gua cuma mau kenal lebih Deket sama lu Na!!" Ujar Reno terus terang.
"Gak minat!!" Ketus ku kemudian kembali berjalan.
"Eh Na tungguin!!" Seru Reno yanh tetap mengejar ku.
"Serius dah mau kamu tuh apa??" geram ku kembali menghentikan langkah ku.
"Udah gua bilang gua mau lebih Deket sama lu..." Ujar Reno dengan tatapan sungguh sungguh.
"Ngaco!! lagi pula banyak noh cewek yang ngantri buat kamu ngapain sih cari aku!! Aku tuh gak punya apa apa!!" Ujar ku kembali berjalan.
"Karna lu beda Na!!" Seru Reno yang membuat ku menghentikan langkah ku sejenak namun kemudian langsung berjalan kembali.
Bagaimana tidak suara Reno begitu lantang dan sekarang ini sedang berada di taman kota. Dan sudah menjadi pemandangan umum setiap hari Minggu tempat ini ramai orang yang joging atau sekadar bersantai. Setekita aku menoleh ke sana kemari dan benar saja kami berdua menjadi pusat sorotan sekarang ini.
"Astaga nih cowok bisa bisa nya!!" Batin ku geram dengan kelakuan Reno.
"Na, gua serius gua suka sama lu, lu mau kan jadi cewek gua!!" Ujar Reno sembari menggenggam tangan ku namun langsung ku tepiskan.
"Gak usah Ngadi Ngadi deh Ren!! Aku gak mau di gosipin satu sekolah lagi pula fans kamu tuh nyeremin!!" Ujar ku berusaha menolak namun lagi lagi Reno menarik tangan ku.
"Gua gak peduli sama mereka Na!! Yang gua suka itu lu, gua bakal lindungin lu!!" Seru Reno.
"Sorry Ren, aku gak bisa!! Aku mau fokus sekolah bukan nya pacaran!!" Tolak ku sembari melepaskan genggaman tangan Reno.
"Kenapa Na?? Kurang gua apa??" Tanya Reno protes.
__ADS_1
"Kamu gak kurang apa apa, aku yang serba kurang Ren.. Hubungan kita gak bakal berhasil!!" Seru ku kemudian ingin beranjak pergi namun lagi lagi lengan ku di cekal oleh Reno.
"Please Na!! Lu boleh minta waktu, lu bisa jawab kapan aja lu mau! Tapi kasih gua kesempatan buat Deket sama Lo!!' Ujar Reno dan tatapan nya begitu sendu menurut ku.
Sebenarnya aku tak kuasa melihat nya seperti ini, namun telat ku sudah bulat. Aku ingin fokus pada pendidikan ku, aku ingin belajar bukan main main dengan perasaan. Perasaan bukan hal yang penting untuk ku sekarang, yang terpenting adalah aku bisa menunjukkan kalau aku bisa. Kalau aku tak akan mengandalkan siapapun, kalau aku bisa membanggakan orang tua ku. Dan bisa mewujudkan semua mimpi ku yang di anggap orang lain hanya lah angan angan.
"Aku gak bisa Ren!! Maaf!!"
"Kenapa sih Na?? Apa karna lu udah suka sama cowok lain!!" Ujar Reno sembari menatap ku dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ini gak ada sangkut paut nya sama siapa pun Ren!! ini masalah hati aku sendiri yang menolak keras untuk berhubungan!! Aku mau sukses Ren, aku mau masa depan aku, aku gak mau hanya karna perasaan bikin semua nya kacau!!" Jelas ku dan berharap Reno bisa mengerti.
"Gua bakal dukung lu, gua bakal temenin lu ngelewatin semua nya!!" Seru Reno yakin.
"Maaf!!" Hanya itu yang bisa ku ucap kan.
Kemudian aku pergi begitu saja meninggalkan Reno yang masih terdiam di sana dengan tatapan orang orang yang masih tertuju pada nya. Sebenarnya aku tak tega tapi aku harus teguh pada pendirian ku agar tak merusak segala nya.
"Gua bakal tetep ngejer lu Na!! Gak peduli lu mau atau nggak!! Gua bakal buktiin ke elu kalo gua bener bener suka sama lu!!" Teriak Reno dengan suara yang begitu lantang.
Namub kali ini tekad ku sudah bulat yang membuat ku mengabaikan kata kata nya itu. Dan memilih untuk tetap berjalan menjauh dari sana. Menjauh dari hal yang berkemungkinan merusak masa depan ku. Aku mungkin bisa menjaga diri ku dari pergaulan bebas, namun aku belum tentu bisa mengendalikan hari ku. Bila sudah terlanjur menetapkan, dan pasti nya semua nya akan kacau. Katakan saja aku ini terlalu pengecut untuk mengambil resiko.
"Lu pengecut Na!!" Batin ku.
"Lu liat tatapan Reno tadi, dia tulus banget!! Tapi lu terlalu pengecut!!" Monolog ku dengan batin ku sendiri.
Biar kan saja aku menjadi pengecut kali ini, aku benar benar tak sanggup mengambil resiko. Bagi ku tak ada hal yang lebih penting dari masa depan ku. Aku mau orang tua ku menyayangi ku seperti mereka menyayangi anak nya yang lain.
"
__ADS_1