
Setelah selesai makan aku pun bergegas menuju ke kelas ku, namun di tengah perjalanan aku berpapasan dengan Reno. Aku berusaha untuk mengabaikan nya namun dengan gamblang nya ia menarik tangan ku. Aku terus memberontak namun ia sama sekali tak mendengar kan ku bahkan sekarang kami menjadi pusat perhatian saat lewat di hadapan murid murid. Ia membawa ku ke halaman belakang, saat tiba di pohon rindang tempat aku membaca buku waktu itu aku dengan segera menghempaskan tangan nya.
"Mau kamu apa sih?? Udah gila yah!!" Ujar ku tersulut emosi.
"Iya gua gila, gua gila karn lu Na... Sebenernya apa hubungan lu sama tuh cowok?? Sahabat antara cewek sama cowok itu Gak ada!!" Ujar nya dengan nadaa yang cukup tinggi.
"Ini orang beneran gila apa yah?? Seharus nya aku yang marah karna di seret Seenak jidat nya, ini malah dia yang lebih galak!!" Batin ku menggerutu.
"kamu ngomong apa sih gak jelas banget!!" Ujar ku membuang muka ke arah lain.
"Apa kurang nya gue Na?? Kenapa lu gak kasih gue kesempatan buat Deket sama Lo, sedangkan dia boleh!!" Ujar Reno dengan nada yang mulai melembut.
"udah aku bilang aku mau fokus belajar, aku gak mau urusin masalah cinta cintaan atau apalah itu!!" Ujar ku sembari menatap Reno dengan tegas.
"heh.. Fokus belajar, terus lu sama dia apa!!" Reno terlihat menggerakkan gigi nya.
"aku sama dia murni temenan, pikiran kamu terlalu kotor ..." Ujar ku yang kesal dan hendak pergi dari sana.
"Na... please kasih gua kesempatan!!" Ujar Reno sembari menahan tangan ku.
"Reno lepasin, kamu udah gila yah!! Udah cukup masalah yang kamu buat!! Pasti nanti jadi bahan gosip satu sekolah!!" Kesal ku menatap Reno nyalang, aku sangat yakin setelah ini aku tak bisa tenang.
Pasti nya akan tersebar gosip karena banyak murid yang melihat Reno menarik tangan ku tadi. Ku lihat juga ada beberapa siswi yang berbisik bisik ketika kami melewati mereka. Pemuda di hadapan ku ini sangat egois, ia sama sekali tidak memikirkan konsekuensi untuk ku dari kejadian ini. Yah mungkin bagi nya tak masalah, namun untuk ku pasti nya adalah bencana. Sekarang mungkin aku sudah di target kan oleh para penggemar most wanted yang sedang ada di hadapan ku ini.
"Ren, please!! Jangan buat masalah !!" Ujar ku memohon.
"Gua gak lagi bikin masalah na!!!" Tukas Reno.
"Iya bukan buat kamu!! Tapi aku?? Kamu gak mikir tindakan kamu ini nyelakain aku!! Fans fans Gilak kamu tuh bisa bisa nargetin aku!! Kamu gak pikir!!" Teriak ku dengan nada yang cukup kencang.
Tak ku sangka perkataan ku membuat Reno sedikit tertegun dan melepaskan genggaman tangan nya pada ku. Aku pun bergegas beranjak ingin pergi dari sana. Namun baru dua langkah sudah di tahan kembali oleh Reno. hal ini membuat ku menghembuskan nafas kasar, seperti nya akan sulit keluar dari situasi ini.
"maaf Na... Gua gak mikir ke situ!!" Lirih Reno menatap ku sendu.
__ADS_1
"Udah terlanjur juga!!" Sahut ku sembari memalingkan wajah ku dri nya.
"Tapi na... Gua bener bener suka sama Lo, gua gak peduli sama pendapat orang lain, jadi please kasih gua kesempatan oke!!" Ujar Reno sembari menggenggam tangan ku.
"Ren.. Dunia kita berbeda!!" Ujar ku sembari melepaskan tangan ku dari nya.
Aku beranjak pergi dari sana menuju ke kelas ku dengan sedikit berlari takut Reno mengejar dan menahan ku lagi. Namun seperti nya ia membiarkan ku pergi, dan itu membuat ku dapat menarik nafas lega. Saat melewati siswa siswi di sana aku merasakan tatapan aneh dari semua orang. Yah aku sudah menebak pasti karena masalah Reno tadi. Aku pun mempercepat langkah ku menuju kelas. Sampai di kelas aku merasa terintimidasi oleh tatapan siswi di kelas ku. Kebetulan Sisil dan juga Weni belum ada di sana.
Aku dengan segera menuju ke bangku ku, namun baru saja duduk meja ku sudah di gebrak oleh salah satu siswi.
braakkkk
"eh ja****" Teriak siswi itu dan ia tak sendirian ia bersama dengan tiga orang teman nya berdiri di hadapanku.
"Apa sih??" Tanya ku sewot.
"Lu jangan sok kecetentilan!! Ngapain lu sama kak Reno hah??" Teriak nya.
"Mata kalian buta, jelas jelas dia duluan yang maen tarik tarik aku!!" Ujar ku tak mau kalah.
"aarrrrhgghhh..." Teriak ku kesakitan berusaha melepaskan diri dari nya.
Tanpa ba Bi Bu aku tak memikirkan apapun aku mendorong nya dengan kekuatan penuh sampai dia terjungkal ke belakang dan membentur meja.
"Aaaaaaas....." Teriak teman teman nya yang melihat siswi itu terantuk meja, aku pun juga syok hanya bisa menutup mulut ku.
Terlihat darah mengalir di kepala nya, yang membuat tubuh ku bergetar ketakutan.
"Sialan!! Masih gak bertindak hah!!" Teriak siswi itu sembari memegangi kepala nya.
Teman teman nya pun memegangi ku, saat itu pikiran ku kosong karena melihat darah. Siswi itu melayangkan beberapa kali tamparan di pipi ku, namun aku sama sekali tak memberontak. Bahkan cacian dan makian yang ia lontarkan seperti kalimat dengungan yang sama sekali tak di terima oleh otak ku.
"Ja**** sialan!! "
__ADS_1
Plakkk
Plaakkk
Plakkk
entah sudah yang keberapa kali ia menampar ku, sampaai sebuah suara teriakan menghentikan nya.
"Yuna...." Aku sangat mengenal suara itu namun pikiran ku kosong benar benar kosong seperti nya mental ku terganggu.
"Kalian kurang ajar!!" Teriak Weni yang langsung menampar siswi itu.
Sisil dengan segera mendorong teman teman dari siswi itu menjauh dari ku. Namun aku tak bereaksi sedikit pun, tatapan tetap lah kosong.
"Lu gila nya bully orang terang terangan gini!! lu mau gua laporin ke guru BK!!" teriak Weni.
"Liat apa yang udah temen lu lakuin, kepala gua Ampe berdarah!!" kesal siswi itu tak mau kalah.
"Kalo bukan lu yang mulai Yuna gak mungkin..."
Brukkkk
perhatian semua orang teralihkan, mata Weni dan juga Sisil terbelalak begitu pun semua orang yang ada di sana.
"Ayuna...." Teriak Sisil dan Weni bersamaan.
Yah aku mendadak kehilangan kesadaran ku yang membuat kedua teman ku ini panik bukan kepalang. Di saat yang sama Aldi dan juga Rega tiba tiba datang ke kelas ku.
"Yuna..." Aldi bergegas menghampiri ku yang tergeletak di lantai.
"Yuna kenapa??" Teriak Aldi.
"Gak ada waktu, kita bawa Yuna ke UKS dulu!!" Seru Rega yang terlihat sangat cemas.
__ADS_1
Aldi dengan segera, mengangkat tubuh ku ke luar kelas menuju UKS. Di perjalanan banyak siswa siswi yang menatap ke arah Aldi yang menggendong ku dan juga Rega Weni serta Sisil yang senantiasa mengikuti langkah Aldi.