
Tak lama Mbak Gita datang dengan membawa dua paper bag. Ia menyerahkan itu pada ku dan menjelaskan cara memakai nya. Aku segera ke bilik untuk berganti pakaian, setelah itu aku kembali ke mbak Gita. Ia melihat ku dengan cemas, ia menuntunku untuk keluar dari sana dan menuju ruang kerja nya. Ia menyuruhku duduk di sofa lalu ia mengambil gelas di sana, dan membuka paper bag tadi. Ia menyeduh sesuatu dengan menggunakan air hangat yang ada di sana.
"Na, minum dulu.. Ini bisa ngeredain nyeri nya..." Ujar mbak Gita menyerahkan gelas itu pada ku.
"makasih mbak.." Aku tanpa ragu meminum nya dengan perlahan.
Setelah beberapa waktu benar saja perut ku sudah tak terasa begitu nyeri seperti tadi meski masih sedikit nyeri. Aku ingin kembali bekerja namun mbak Gita menyuruhku berbaring di sini untuk istirahat. Aku hanya bisa mematuhi nya, lagi pula tubuh ku memang agak lemas. Mbak Gita?? Beberapa menit yang lalu ia menerima telpon dan segera berpamitan pergi.
Setelah setengah jam aku mulai merasa baikan, jadi aku memutuskan untuk kembali bekerja. Aku kembali ke dapur untuk melihat apa ada yang bisa ku kerjakan. Aku melihat tumpukan piring kotor di sana, jadi aku segera membersihkan nya. Setelah itu aku kembali melanjutkan pekerjaan yang lain meski terkadang nyeri itu datang lagi namun bisa ku tahan.
Tak terasa sudah jam 9 malam sudah waktu nya cafe tutup, setelah membantu beberes aku segera beranjak keluar cafe. Aku menatap sekitar mencari keberadaan seseorang, yah aku mencari keberadaan Aldi. Namun aku tak kunjung mendapati nya.
"Apa Aldi lupa?? Atau gak jadi??" lirih ku sembari menghembuskan nafas berat.
Aku memutuskan untuk segera pulang dengan berjalan kaki, namun baru beberapa langkah dari cafe sebuah motor menghalangi jalan ku. Orang itu membuka helm nya, aku sedikit terkejut karena melihat pemuda yang berada di depan ku.
"Aldi, nyuruh gua kesini!! Dia mendadak ada urusan!!" Seru Rega, yah dia adalah Rega.
"Urusan??" Tanya ku penasaran.
"Yuk balik!!" Ajak nya sembari mengulurkan tangan untuk membantu ku naik ke atas motor.
Aku sedikit ragu namun dengan cekatan ia menarik tangan ku yang terpaksa aku naik ke motor nya. Di perjalanan hanya ada keheningan yang melanda, aku sedikit canggung di bonceng seseorang yang baru ku kenal.
"Dah anggep aja lagi naik ojek!!" Batin ku tak ingin pusing.
"Gak dingin??" Rega tiba tiba membuka suara.
"Hah??!" Aku berusaha mencerna ucapan nya.
"Ohh gak kok!!" Aku baru tersadar bahwa aku hanya mengenakan kaos oblong lengan pendek.
"Makasih udah mau anterin aku pulang!!" Seru ku memberanikan diri
"ITS oke, temen Aldi temen aku juga, lagi pula kita tetanggaan..." Aku tak menyangka rupa nya di balik sikap nya yang cuek dia sebaik ini.
"By the way dah makan??" Tanya nya.
__ADS_1
"Eh, udah kok tadi!!" Seru ku.
"Kita mampir bentar yah, itu ada yang jualan sate Padang kayak nya enak!!" Seru nya.
"emng boleh.."
"Dia belum makan kali.." Batin ku.
Segera ia menepikan motor nya, dia menyuruhku turun dan duduk di bangku yang tersedia di sana. Aku hanya bisa menunggu nya memesan, namun tenggorokan ku tiba tiba terasa kering saat aku hendak beranjak untuk membeli minuman tiba tiba Rega berada di hadapanku. Entah kapan ia sudah ada di sana, ia menyodorkan ku sebotol air mineral yang masih kelihatan dingin seperti nya ia baru membeli nya.
"Makasih.." Ujar ku sembari tersenyum.
"Ini sate nya.." Ujar penjual sate Padang itu menyerah kan dia piring sate, yang membuat ku mengernyit kan dahi.
"Yuk makan!!" Ujar Rega.
"Tapi aku udah makan!!" Sanggah ku.
"Cewek tuh biasa nya suka laper malem, dah makan aja mubazir gak di makan..." Seru Rega.
"Lu dah lama kenal Aldi??" Tanya Rega tiba tiba.
"Ya gitu dari kecil kita sering main bareng, oh ya kamu dah lama yah di rumah sebelah??" Tanya ku pada Rega.
"Ya gitu, gua bahkan sering liat cewek cantik yang lagi melamun di jendela.." Ujar Rega sembari terkekeh kecil.
"Dihh . Siapa juga yang suka melamun.." Kesal ku.
"Gak mau ngaku nih yeee..." Ujar Rega yang mulai meledek ku.
Pembicaraan itu mulai berlanjut panjang, aku sudah tak canggung lagi dengan Rega. Bahkan menurut ku dia sosok yang asyik dan juga humoris. Perut ku sampai sakit mendengar lelucon dari nya, bahkan tak ku sadari kami sudah makan masing masing dua porsi sate. Setelah membayar Kami segera beranjak dari sana untuk segera pulang mengingat ini sudah cukup larut.
Sampai di depan rumah ku aku langsung berterima kasih pada Rega, dia langsung kembali ke rumah nya. Aku masuk ke rumah, keadaan rumah sudah cukup sepi jadi aku langsung menuju kamar ku. Aku masih penasaran, Rega benar benar penghuni di depan kendala kamar ku kah. Aku membuka jendela kamar ku membiarkan udara dingin namun sejuk menerpa rambut dan wajah ku.
Aku memejamkan mata ku ketika desiran angin itu berhembus perlahan.
"Masuk angin ntar!!" Seru Rega yang tiba tiba duduk di jendela kamar nya yang berada tepat di hadapan ku.
__ADS_1
"Astaga, bikin kaget!!" Seru ku sembari mengusap dada ku.
"Masih muda dah jantungan, awas koid..." Ucapan nya membuat ku naik darah.
"enak aja!!" Ketus ku.
"Cieee.. Ngambek.." Ledek Rega sembari terkekeh melihat ekspresi ku.
"Isss udah lah.." Aku berniat menutup jendela ku, namun dengan cepat dia melompat dari jendela nya dan menahan jendela kamar ku.
"Apa??" Tanya ku dengan nada ketus.
"Jangan galak galak neng!!"
"Biarin.." Ujar ku sewot.
"Besok berangkat bareng yuk!!"Tawar nya.
"Besok aku berangkat sama bang Gio.." Ujar ku, yah memang rencana nya begitu tapi aku tak tahu bang Gio akan sekolah tidak besok.
"Bang Gio lagi keluar kota, paling balik tiga hari lagi.." Ujar Rega yang membuat ku mengedip ngedipkan mata.
"Tau dari mana??" Tanya ku penasaran.
"gua bukan elu yang kuper nya minta ampun!!" Ujar nya menatap ku.
"Dihh... Iya iya aku kuper ...." Kesal ku karna Rega slalu meledekku.
"Udah Sono aku mau tidur!!" Ujar ku mengusir nya pergi.
"Besok bareng!!" Seru nya.
"iya iya bawel!!" Aku segera menutup jendela ku.
"Dasar orang aneh!!" Batin ku.
Aku benar benar tak menyangka ada sisi lain dari seorang seperti Rega, pantas saja Aldi bisa berteman dengan nya.
__ADS_1