Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Harus Kuat


__ADS_3

Jeduaaarrrr


Suara gemuruh terdengar begitu kuat malam ini, namun belum ada tanda tanda akan hujan. Aku duduk termenung di kasur ku, dengan buku buku berserakan di sana. Niat ku ingin belajar namun suara gemuruh benar benar mengganggu ku. Aku menghela nafas kasar, dan tetap lanjut membaca salah satu buku di sana. Malam ini udaa begitu menusuk, bahkan aku yang sudah memakai Hoodie pun tetap saja kedinginan.


"Haaaacchiii....."


"Haaaacchiii..."


Beberapa kali aku bersin karna udara yang terlalu dingin masuk ke hidung ku. Aku memutuskan untuk keluar kamar, ku lihat ibu dan adik ku sedang menonton tv. Aku berlalu begitu saja menuju dapur dan mencari di beberapa toples di meja dapur. Akhir nya aku menemukan yang aku cari, aku segera merebus air. Kemudian menyiapkan gelas, menaruh gula dan teh kantung di gelas itu.


Yah aku ingin membuat teh untuk menghangatkan tubuh ku, namun ku ingat ibu ku dan adik ku yang berada di depan. Aku pun segera menambah air yang ku masak juga mengambil dua gelas lagi. Setelah air nya mendidih aku langsung menuangkan nya ke dalam gelas dan mengaduk nya. Setelah selesai aku, mengantarkan dua gelas teh ke depan untuk ibu dan adik ku.


"Buk, teh!!" Tawar ku dang hanya di balas anggukkan kepala oleh ibu ku.


Aku pun bergegas kembali ke dapur, ku lihat masih ada sisa kubis di sana. Aku pun mulai mengiris iris kubis itu menjadi potongan kecil kecil. Tak lupa aku mengambil sebuah wartel dan ku parut hingga membentuk bentuk korek api kecil. Kemudian aku menyiapkan tepung terigu dan beberapa bahan lain nya. Setelah mencampur semua bahan aku langsung menggoreng nya.


Tak lama bakwan yang ku buat jadi, aku membagi nya menjadi dua bagian. Kemudia aku mengambil beberapa cabai rawit, untuk di sajikan bersama dengan bakwan itu. Aku membawa wadah pertama ke depan dan menaruh nya di samping teh yang ku sajikan tadi. Ku lihat teh nya sudah berkurang yang membuat ku tersenyum senang. Kemudian aku kembali ke dapur dan membawa teh beserta bakwa lain nya menuju kamar ku.


Sesampai nya di kamar aku segera menaruh teh dan bakwan itu di sana. Aku kembali berfokus pada buku buku ku, sembari sesekali menyeruput teh dan juga memakan bakwan yang tadi ku buat.


"Rumus ini kayak mana sih!!" Bingung ku.


Tok tok tok


Aku langsung menoleh ke asal suara dan mengernyit kan dahi ku. Karena suara ketukan itu berasal dari luar jendela kamar ku. Namun karna rasa penasaran ku yang tinggi, aku berjalan menuju jendela dan membuka nya. Dan betapa terkejutnya aku melihat Rega sudah ada di sana sembari memamerkan deretan gigi nya.


"nGapain??" Tanya ku pada Rega namun bukan nya menjawab ia malah mengalihkan pandangan nya mengililingi isi kamar ku.


"Ngapain senyum senyum??" Tanya ku penasaran kenapa Rega justru tersenyum aneh seperti itu.


"Boleh masuk??" Tanya Rega tiba tiba.

__ADS_1


"Hah??" Aku terkejut sampai tak bisa bereaksi bahkan ntah detik keberapa Rega sudah masuk ke kamar ku dan duduk di kasur ku. Dan yang lebih membuat ku melongo saat dia asal comot saja bakwan yang ada di sana.


"Ngapain bengong di situ!!" Tegur Rega dengan santai nya yang membuat ku geleng geleng kepala.


"ngapain sih ke sini!!" Ujar ku yang sudah duduk di samping Rega.


"Mastiin lu gak nekat bundir!!" Seru Rega dengan enteng nya.


Plakkk


"Aww sakit Na..." Ringis Rega saat ku pukul lengan nya.


"Rasain, lagian ngomong ngawur amat..." Sebal ku namun Rega justru asik makan.


"Asgata itu laper apa doyan!!" Protes ku.


"Hehe dua dua nya Na..." Kekeh Rega...


"Maka nya jangan asal comot aja, rasain tuh!!" Kekeh ku meledek Rega yang terlihat sangat kepedasan.


"Malah ketawa, air donk!!" Protes Rega.


"Dih maksa pulak... Ya udah bentar bentar..." Ujar ku yang beranjak keluar kamar dan mengambil air minum.


Setelah itu aku kembali ke kamar ku, dan menyerahkan air itu pada Rega yang terlihat wajah nya sudah merah padam karna kepedasan.


"ahhhh... Makasih.." Seru Rega.


"Lu mau belajar kan!! Gak seru sendiri, gua temenin yakk!!" Seru Rega.


"Serah deh lagi pula kamu juga dah di sini!!" Sahut ku yang mendapat cengiran saja dari Rega.

__ADS_1


Sungguh pribadi yang sangat berbeda dari pas awal bertemu, ku kira ia hanya lah patung es. Namun semakin ke sini dan semakin aku mengenal nya justru dia pribadi yang ceria. Kami pun mulai belajar bersama, ada beberapa rumus yang tak ku mengerti sebelum nya terpecahkan begitu saja oleh Rega. Pantas saja dia slalu dapat ranking karna memang otak nya cerdas dan mudah tanggap.


Tak terasa hari semakin larut, aku pun entah sejak kapan tertidur sambil duduk. Yang membuat Rega menatap ku intens dan setelah beberapa saat baru membangunkan ku.


"Na... Na...." Panggil Rega yang mulai mengembalikan kesadaran ku.


"Hmmm..." Gumam ku yang masih mengumpulkan nyawa


"Makasih buat bakwan nya, udah tidur sana!! Gua balik dulu!! Jangan lupa kunci jendela..." Peringat Rega yang mulai beranjak dari sana menuju jendela.


Meski samar samar tapi aku mengerti apa ucapan Rega dan mulai berjalan ke jendela. Setelah Rega pergi aku menutup dan mengunci jendela ku. Kemudian aku kembali ke kasur ku, tak lupa aku membereskan buku buku yang berserakan. Setelah itu langsung merebahkan tubuh ku, beberapa kali aku menguap karna kantuk yang tak tertahan.


"Hoaaammm jam berapa yah ini, kok ngantuk banget!!" Lirih ku sembari menyipitkan mata ku menatap jam di dinding.


Namun penglihatan ku sedikit kabur karna sudah tak kuasa menahan kantuk.


"Jam sebelas!!" Mata ku melotot ketika melihat jam yang mulai jelas ku tatap itu.


"Astaga pantes ngantuk banget!!" Ujar ku sembari menggeleng geleng kan kepala ku.


"Belajar bareng Rega bikin lupa waktu, tapi seru sih!!" Ujar ku tanpa sadar.


"Dah lah karna dah ampir tengah malem sholat aja kali yah abis itu bisa lnjut tidur!!" Seru ku.


Kemudian aku beranjak dari kasur dan menuju keluar kamar. Aku pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk menunaikan sholat Sunnah. Setelah selesai aku langsung kembali ke kamar dan menyiapkan alat sholat ku. Tak butuh waktu lama untuk ku menyelesaikan sholat dan kembali merebahkan tubuh ku ke kasur.


"Omongan Rega tuh bener, hidup itu pilihan!! Kita sendiri yang nentuin bukan orang lain!! Aku harus kuat!!" Ujar ku menyemangati diri ku sendiri.


"Haiissshh ternyata gak buruk juga punya beberapa temen yang bisa di andelin..." Ujar ku sembari tersenyum mengingat momen momen bersama dengan teman teman baru ku.


"Ho... Na... Go... Lu harus kuat!!"

__ADS_1


__ADS_2