Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Ketulusan


__ADS_3

Tak menyangka rupa nya sekolah akan membebaskan murid seharian penuh, jadi aku hanya mengikuti Aldi. Karena memang tak ada tujuan dan aku pun sudah merasa bosan sendiri. Aldi mengajakku ke kantin depan, sebenarnya aku sudah menolak tapi ia memaksa untuk mentraktir ku.


"Oke, awas yah!! Ku abisin semua uang jajan mu baru tau!!" Ketus ku.


"Hehe buat tuan putri cantik apa sih yang nggak..." Ujar Aldi sembari mengedip ngedipkan mata nya.


Aku langsung menggeplak lengan nya namun ia malah tertawa terbahak bahak. Itu membuat ku kesal, aku pun duduk di salah satu meja di sana.


"Bu pesen bakso satu yah bakso daging, sama lemon tea ice satu..." Ujar ku.


"Tunggu bentar yah.."


"Lah kok cuma satu??" Tanya Aldi.


"Pesen aja sendiri!!" Ketus ku yang masih kesal dengan Aldi.


"Bu bakso daging nya dua lagi jadi tiga, es nya hmmm apa yah... Es teh aja dua..." Ujar Aldi.


Aku pun beranjak dari sana, Aldi yang melihat itu segera menghampiri ku sedangkan si cowok muka es itu tetep duduk di sana.


"Mang boy..." Sapa ku pada penjual siomay di sana.


"Eh neng cantik, mau siomay??" Tanya penjual siomay itu yang biasa di panggil mang boy, aku tau itu dari Sisil yah Sisil banyak memberitahuku.


"Iya mau 5 ribu campur yah oh ya pake kubis rebus nya yah mang..." Ujar ku tersenyum manis.


Mang boy pun dengan cekatan membuatkan pesanan ku, setelah jadi ia menyerahkan bungkusan siomay yang belum di ikat pada ku untuk aku beri saus kecap dan cabai sesuai selera ku. Setelah selesai meracik segera aku kembali kan pada mang boy untuk di ikat.


"Makasih mang..." Seru ku.


"Bayar!!" Titah ku pada Aldi yang membuat dia menggeleng geleng kan kepala nya.


"Nih yah mang.." Ujar nya Aldi sembari menyerahkan uang 5 ribu kepada mang boy.


Aku kembali beranjak menuju salah satu penjual, ia menjual es parut dengan berbagai rasa.


"Mang es parut satu..."

__ADS_1


"Tiga mang..." Ujar Aldi tiba tiba.


"Mau rasa apa??" Tanya penjual es parut itu.


"Campur aja mang..." Ujar Aldi.


Aku pun pergi meninggalkan nya kembali duduk di bangku yang tadi sembari mengunyah siomay yang Adi ku beli. Tak lama Aldi datang dengan membawa dua mangkuk es dan juga penjual nya membawa satu mangkuk.


"Makasih.." Ujar ku tersenyum melihat Aldi yang meletakkan mangkuk itu di hadapan ku.


Setelah menghabiskan siomay ku aku langsung membuang bungkus nya di tempat sampah yang tak jauh dari sana kemudian langsung menyantap es parut tadi. Rasa sangat enak, terasa sekali dingin dan segar nya di tambah lagi dengan rasa manis dari berbagai sirup yang saling melengkapi. Benar benar memanjakan lidah ku, Aldi terkekeh senang melihat tingkah ku.


"Imut banget sih lu.." Ujar Aldi sembari mengacak rambut ku, namun aku menghiraukan nya saja.


Tak lama pesanan bakso kami pun di antar, yah lumayan lama karna memang antri, mungkin krna jam bebas jadi banyak siswa siswi yang nongkrong di kantin ini. Ku lihat Sisil juga ada di sini namun ia sedang bersama teman teman nya. Aldi mengambil mangkuk bakso ku, ia membantu ku membelah belah bakso itu menjadi potongan kecil. Yah itu adalah kebiasaan ku, karna dia sahabat ku wajar saja dia mengetahui banyak hal tentang ku.


"Makasih.." ujar ku ketika ia memberikan mangkuk bakso ku lagi.


"Lu kelas berapa Na?? Tanya Aldi.


"7-2..." Ujar ku santai.


"Jenius??" Tanya ku yang menatap Aldi bingung.


"Lu gak tau?? Dari kelas 7-1 SAMPE 7-4 itu semua adalah murid unggulan yang terpilih Na, gak sembarangan murid yang bisa masuk itu udah aturan gak tertulis di sekolah ini..." Ujar Aldi.


"Banyak tau juga lu..." Seru ku sembari melahap bakso ku.


"Ya iya lah kan gua cari tau dulu, gak kayak lu kuper, bahkan tetangga aja gak kenal..." Mendengar ejekan Aldi membuat ku tersedak tanpa sadar.


Uhukk


Uhukkk


Dengan cekatan Aldi membantu ku minum, untung es yang ku pesan tadi sudah ada.


"Pelan pelan gak ada yang rebutan..." Ujar Aldi kembali meledekku yang ku balas dengan tatapan tajam ku.

__ADS_1


"Kekanakan!!" Tiba tiba pemuda yang di sebelah Aldi berkomentar yang membuat ku melirik ke arah nya, namun ia seperti acuh pada ku ia justru melanjutkan makan nya dengan santai.


"Astaga, nih orang kalo bukan temen nya Aldi dah ku tendang!!" Batin ku kesal.


Aldi yang melihat tatapan maut ku pada Rega segera mengalihkan perhatian ku.


"Eh, Na.. By the way lu tumben gak bareng sama Bang Gio??" Tanya Aldi.


"Ohh, bang Gio ada urusan keluarga katanya jadi gak masuk..." Jelas ku.


"Eh?? Berarti lu berangkat sendiri donk ke cafe ntar??" Tanya Aldi.


"hmm..." Gumam ku sembari kembali memakan bakso ku.


"Gua anter aja yah!!" Ujar Aldi tiba tiba yang membuat ku menoleh.


"Gak usah aku bisa sendiri.." Sahut ku.


"Gua maksa and gak boleh nolak!!" Tegas Aldi yang membuat ku menghela nafas.


"Iya iya... Dah makan tuh ku abisin juga ntar!!" Ujar ku.


"Dih.. Pesen lagi Sono kalo kurang!!" Aldi langsung memakan bakso nya.


Tak lama kami pun menghabiskan makanan kami, sedangkan aku kembali memesan es lemon tea lagi.


"Nongkrong aja di sini lah, males ke kelas.." Ujar ku sembari menyeruput minuman ku.


"Sama... Eh Na main game yuk!!" Ujar Aldi.


"Game apa??" Tanya ku antusias.


"Ini ada game baru..." Aldi menunjukkan hp nya pada ku.


Yah walaupun, aku dari keluarga tak mampu tapi aku bersyukur berkat Aldi aku tak jadi gaptek. Aku tau cara mengoperasikan hp dan komputer itu semua berkat ajaran Aldi. Sesekali ia sering mengajak ku main di warnet dan mengenal sosial media. Ia mengajari ku banyak hal, bahkan hp nya pun aku tau sandi nya karna ia sering meminjamkan nya pada ku. Aku asyik bermain dengan Aldi, ia terus mengajari ku cara bermain game itu pada ku sampai tak lama aku sudah mulai mahir memainkan nya. Tanpa kami sadari kami mengabaikan seseorang yang sedari tadi memandangi keakraban kami. Ya itu Rega, ada tatapan aneh yang terpancar di mata nya namun saat aku menoleh ke arah nya ia seolah tak peduli jadi ku abaikan saja dia.


"Yaissshhh aku butuh puluhan kali percobaan baru SAMPE level 5 tapi lu malah baru tiga kali coba!! Isss gak adil!!" Kesal Aldi.

__ADS_1


"Jagoan aku donk..." Kekeh ku melihat wajah kesal Aldi.


Begini lah persahabatan kami, aku tak pernah menutupi apapun dari Aldi begitu pun dia. Kami selalu berbagi suka dan duka, meski terkadang selalu saja ada orang yang iri melihat kami. Yah wajar karna mereka slalu beranggapan aku memanfaatkan Aldi. Ketulusan persahabatan tak di ukur hanya dari ucapan tapi dari perbuatan.


__ADS_2