
Jam pelajaran olahraga pun di mulai rupa nya benar apa yang di katakan Rega bahwa kami akan olahraga bersama karna kebetulan jadwal olahraga yang sama. Aku tersenyum saat Pak Topik selaku guru olahraga kami membawa dua buah bola basket. Yah basket adalah salah satu olahraga kesukaan ku dan yang paling aku tak suka adalah voly karna dulu pernah pingsan saat bermain voly. Bukan karna kelelahan namun karna bola nya langsung mengenai kepala ku, sejak saat itu aku slalu menghindar dari permainan voly.
"Oke, sekarang kita bakal latihan menggiring bola basket!! Mungkin di antara kalian sudah ada yang mahir namun tetap harus latihan seperti yang lain!!" Ujar Pak Topik.
"Iya pak..."
Satu per satu dari siswa di suruh ke depan untuk mencoba menggiring bola dari ring satu ke ring lain nya. Jarak nya lumayan, meski tak banyak dari siswa yang paham betul dengan skill menggiring bola basket namun mereka paham cara nya. Sekarang giliran Aldi dan juga Rega, yah sekali maju dia orang karna kan bola nya ada dua.
"Cepet cepetan yok!!" Ujar Aldi.
"Siapa takut!" Sahut Rega.
Mereka pun mulai menggiring bola basket nya, dengan sangat lincah dan an terampil. Aku tak asing lagi dengan kemampuan Aldi karna memang Aldi sangat jago bermain basket dan ialah yang mengajari ku cara bermain basket. Namun yang tak ku duga skill Rega pun tak kalah bahkan siswi siswi yang menonton berdecak kagum dengan kemampuan mereka meski ini baru lah menggiring bola.
"Bagus!! Kalian berdua ada skill yang bagus!!" Ujar Pak Topik.
"Makasih pak.." Seru Aldi dan Rega sembari melakukan tos.
"Kalian gak minat ikut eskul basket??" Tanya Pak Topik.
"Kita lagi pertimbangan pak..." Sahut Aldi.
"Bagus, bapak yakin dengan skill kalian bisa masuk di tim inti basket sekolah ini!!" Puji pak topik.
"Bapak bisa aja, kita mah kalah jauh dari Kak Angga dan kak Reno!!" Seru Aldi.
"Bapak serius!! Tapi ya sudah, selanjut nya!!"
__ADS_1
Tiba lah giliran ku dan Sisil, aku sedikit gugup karna biasa nya aku hanya main berdua dengan Aldi. Namun aku harus berusaha semaksimal mungkin, karna mungkin ini menjadi penilaian. Aku dan Sisil bersiap dan mulai menggiring bola, awal nya sedikit kaku namun aku berusaha mengendalikan diri ku. Sampai akhir nya bisa menggiring bola dengan sangat lancar.
Tepuk tangan bergemuruh saat aku dan Sisil sampai di ring dan mengakhiri permainan kami.
"Wah wah bapak gak nyangka bakal Nemu bibit baru buat basket putri!!" Puji pak topik yang membuat ku menunduk malu.
"Tapi sayang tinggi badan mu gak memadai!!" Ujar pak topik sembari menilai ku dari atas sampai bawah.
"hehe gak papa kok pak, saya cuma suka main aja gak berminat buat masuk tim basket putri!!" Kekeh ku.
"Tapi kamu bisa coba lho, coba daftar eskul lagi pula kalau pun kamu gak masuk tim inti tapi bakat mu sayang kalo gak di asah!!" Ujar Pak Topik.
"Ah, iya pak nanti saya pikirin dulu!!" Ujar ku sembari tersenyum manis.
Dan putaran selanjutnya pun di mulai, setelah selesai pak topik membagi kami menjadi beberapa kelompok. Siswa dengan siswa dan tentu nya siswi dengan siswi, kami di kelompokkan untuk tim basket. Kami di beri waktu 15 menit untuk berbincang dengan rekan se tim untuk strategi. Karna ini masuk penilaian jadi harus serius untuk mendapatkan nilai bagus.
Aku satu kelompok dengan Alda, Weni, Sisil, dan Widya. Widya yang mengatur semua posisi kami karna seperti nya di sangat berpengalaman dengan basket. Mungkin dia sudah pernah masuk tim basket atau pernah bertanding itu prediksi ku. Dari cara ia menggiring bola dan dari cara dia membagi strategi ku rasa bukan lah orang awam.
"Aldiiiiiiii,, huuuuuuuuu..." Teriak siswi siswi yang merupakan anggota sekelas Aldi saat Aldi berhasil mencetak skor.
Sedangkan Aldi justru malah tebar pesona di sana yang membuatku geleng geleng kepala di buat nya. Yah harus ku akui Aldi memang mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Apalgi sekarang dengan rambut yang di seperti di guyur oleh keringat, udh tampan!!
"Astaga nih anak!!" Batin ku saat Aldi malah sengaja mengibas ngibas kan rambut nya.
Hal itu membuat para siswi bahkan siswi di kelas ku pun ikut teriak teriak, aku sedikit menjauh dari kerumunan karna tak tahan mendengar jeritan mereka. Aku duduk di salah satu pohon rindang yang ada di sana, sambil menikmati pertandingan basket yang sedang berlangsung. Namun Sisil tiba tiba datang menghampiri ku dan duduk di sebelah ku.
"Kayak nya lo Deket sama mereka??" Tanya Sisil tiba tiba.
__ADS_1
"Hah?? Siapa??" Tanya ku balik yang belum mengerti maksud Sisil.
"tuh..." Tunjuk Sisil pada Aldi.
"ahh Aldi?? Aldi tuh sahabat aku dari kecil, kita dah sama sama dari kecil, main bareng apa apa bareng... Kalo Rega tuh temen nya Aldi, aku juga baru kenal sih cuma emang dah akrab karna anak nya asyik dan lagi dia itu tetangga ku..." Jelas ku yang membuat Sisil mengangguk paham.
"Yah abis dari kemaren lu sama mereka mulu, Ampe lupa sama gua!!" Ujar Sisil sembari mengerucutkan bibirnya.
"Yah kamu kan juga lagi sama temen temen kamu..." Sahut ku.
" iya juga sih!! Tapi hari ini pokok nya kita ke kantin bareng!! Titik!!" Seru Sisil dengan nada sedikit memaksa yang membuat ku terkekeh
"ISS kok malah ketawa, gua serius Na.... Gua traktir siomay mang boy dah!!" Ujar Sisil.
"oke deal..." Ujar ku sembari mengulurkan tangan yang langsung di sambut oleh Sisil.
"Deal!!".
"By the way, lo masih kerja di cafe??" Tanya Sisil.
"Masih donk, kan aku butuh gaji nya sil!!" Ujar ku sembari tetap fokus pada pertandingan basket.
"Ohhh, emang kerja gitu gak capek yah Na??" Tanya Sisil lagi yang membuat ku menoleh ke arah nya.
"Yah pasti nya capek lah!! Cuma jalanin aja!!" Seru ku sembari tersenyum manis.
"Lu tu hebat Na, kalo gua nih gak di kasih jajan sehari udah ngambek nangis di kamar, sedangkan lu malah cari uang sendiri!!" Seru Sisil menatap ku dengan tatapan yang sulit di arti kan.
__ADS_1
"Setiap orang punya nasib nya masing masing sil!! Yang perlu kita lakuin cukup bersyukur dengan apa yang kita punya karna mungkin gak semua orang beruntung bisa mendapatkan yang kita punya sekarang!! Iri itu wajar karna mungkin kita gak punya, tapi coba liat yang mereka gak punya sedangkan kita punya, jadi inti nya tuh harus bersyukur..." Jelas ku yang membuat Sisil mengangguk paham.
"Seneng bisa kenal sama Lo!!"