Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Berasa ke dunia lain


__ADS_3

Tak lama kami sampai di sebuah cafe cukup luas, bukan cafe kalangan kelas atas memang namun cafe ini sering kedatangan tamu kalangan kelas atas. Bukan karna kemewahan nya tapi karena dekorasi yang cukup menarik bagi kaum anak muda serta makanan dan minuman yang di sajikan pun beragam dan kalau mengenai cita rasa tidak di ragu kan lagi. Kami berjalan memasuki cafe tersebut, saat masuk mata ku langsung bertatapan dengan Bang Gio. Dia adalah teman seperjuangan ku, kami sama sama dari kalangan orang kurang mampu yang harus mandiri membiayai sekolah kami sendiri. Meski begitu semangat kami tak pernah luntur, dan ku lihat Kak Angga langsung menghampiri bang Gio.


"woyy... Bro....!!" Seru Kak Angga sembari melakukan tos ala cowok.


"Widihhh dah lama gak mampir lu!!" Ujar Bang Gio.


"Ahh biasa lah sok sibuk gua!!" Sahut kak Angga.


"Sibuk mulu!!" Bang Gio sedikit meninju bahu kak Angga yang membuat nya sedikit meringis.


"Dah sana siapin, makanan dan minuman terbaik yehhh!! Buat kita kita..." Ujar Kak Angga.


"Siap yang mulia!! Tapi pinjem Yuna nya bentar!!" Cengir Bang Gio yang membuat tatapan semua orang beralih padaku.


Aku yang di tatap pun menjadi salah tingkah, aku bingung harus apa. Namun tangan ku langsung di tarik oleh Bang Gio menjauh dari sana.


"Eh, Yuna kenal sama kakak yang tadi??" Tanya Bagas pada Sisil.


"Mana ku tau, orang aku juga kan baru kenal sama Yuna tadi pagi!!" Sahut Sisil menggedikkan bahu nya.


"Dah yuk duduk dulu!! Ntar juga balik anak nya!!" Seru Kak Angga, yang memilih duduk dekat panggung.


Yah di sana tersedia sebuah panggung kecil, biasa nya akan ada penyanyi yang bernyanyi di sana. Atau pun dari pengunjung di perbolehkan untuk membawakan lagu di sana. Itu lah mengapa cafe ini slalu ramai anak muda, karna mereka bisa mengekspresikan diri mereka di sini. Apalagi untuk remaja remaja yang suka menumpahkan keluh kesah lewat lagu. Sementara di sisi lain, Bang Gio menarik ku ke arah dapur.


"Cieeee... Baru masuk udah dapet temen!!" Ledek Bang Gio.


"Isss... Apaan sih bang, gak usah Ngadi Ngadi..." ujar ku sembari menepuk lengan nya.


"Kerja kan??" Tanya Bang Gio.


"Kerja lah, dari mana aku uang bang!! Uang buku aja belom lunas aku, mana duit jajan menipis!!" Sahut ku.


"Ya udah, izin dulu gih ke mbak Gita!!" Titah Bang Gio.


"Siap komandan!!" Ujar ku sembari memberi hormat.


Kemudian aku segera berlalu menuju kantor mbak Gita, owner dari cafe tersebut. Ku ketuk pintu nya terlebih dahulu untuk menunjukkan sopan santun ku.


"Masuk!!" Aku langsung membuka pintu ketika mendengar sahutan dari mbak Gita.

__ADS_1


"Lho, Yuna.... Sini duduk!!" Yah seperti ini lah bos ku, dia sangat baik dah ramah kepada setiap pegawai nya, ia pun tak keberatan dengan posisi ku yang masih seorang pelajar, jadi aku baru bisa bekerja di siang hari sampai cafe tutup jam 9 malam.


"Udah pulang sekolah na??" Tanya mbak Gita.


"udah mbak... Jadi gini..." Aku pun menceritakan apa yang sudah terjadi di sekolah tadi sampai kak Angga mentraktir aku dan teman temanku untuk makan di cafe ini.


"Wah bagus donk na, berarti kamu udah ada temen.... Gak papa kamu sama temen temen kamu aja dulu, urusan kerjaan kan masih ada Gio dan karyawan lain juga, nanti kalo kamu udah selesai bisa langsung bantuin yang lain...." Ujar mbak Gita.


"Makasih banyak mbak, mbak udah banyak banget bantu saya..." Ujar ku sembari tersenyum.


"Kalo gitu saya permisi dulu mbak!!" Seru ku meminta izin.


"Have fun na!!" Suara mbak Gita terdengar jelas saat aku menutup pintu ruang kerja nya.


Aku pun segera beranjak ke depan, untuk mencari keberadaan yang lain nya. Saat melihat mereka aku langsung menghampiri mereka.


"Sorry lama..." Ujar ku menarik kursi di sebelah Sisil.


"Dah kelar na??" Tanya Sisil yang ku balas dengan anggukan.


"Kamu kenapa tadi na??" Tanya Bagas yang kelihatan masih penasaran.


"Ohh, gak papa kok... Tadi bang Gio nanya doank aku kerja gak, abis itu aku minta izin sama bos dulu buat kumpul sama kalian abis itu baru kerja...." Jelas ku.


"Iya kak, belum lama sih, itu pun aku di masukin sama bang Gio maka nya bisa kerja di sini!!" Sahut ku yang membuat kak Angga mengangguk.


"Wah na, gak nyangka gue!! Gue pikir cewek cantik kayak lu tuh anak manja anak mommy gitu, ternyata lu cewek mandiri, hebat keren!!" Seru Bagas antusias yang membuat ku tertunduk malu.


"Iya nih, gak sia sia gue dapet BESTie kayak lu na!!" Seru Sisil.


"Heh eleh sejak kapan kalian bestian??" Tanya Bagas


"Sejak tadi ya kan Na??" Tanya Sisil yang ku balas dengan senyuman.


Namun tak ku sadari sedari tadi ada sepasang mata elang yang terus saja memandangku lekat.


"Makanan datang!!" Seru Bang Gio yang datang membawa beberapa makanan dan minuman, ada pula karyawan lain yang membantu nya, sampai terlihat meja kami penuh.


"Ini lemon tea ice, dengan sedikit gula... Sedikit banget gak banyak banyak kok, buat tuan putri ku.." Ujar Bang Gio menyodorkan minuman untuk ku, yang membuat ku tersenyum senang karna bang Gio sangat tau apa yang aku suka.

__ADS_1


"Yehh cuma Yuna doank yang spesial!!" Ketus kak Angga yang membuat ku terkikik geli.


"Yahh elah, tuh banyak yang Laen pilih aja, atau bilang mau minum apa ntar langsung gua bikinin... Kalo nih bocah atu hafal gua, karna tiap hari itu aja minum nya, dia gak terlalu suka manis, kecuali strawberry cheesecake tuh dia suka banget..." Cerocos bang Gio..


"Eh emang disini ada strawberry cheesecake??" Tanya kak Geby.


"Ada, menu baru, semenjak nih bocah masuk sini!! Saan dari dia biar di sini ada pencuci mulut, banyak lagi kok dessert yang lain!!" Ujar Bang Gio.


"Wh boleh tuhh nanti, bawain strawberry cheesecake sama dessert yang lain kita mau cobain!!" Seru kak Geby.


"Wokey!!" Sahut bang Gio.


Aku pun mulai menyeruput minuman ku, begitu pun yang lain yang mulai memakan makanan yang ada sembari bercanda tawa. Aku hanya bisa tersenyum karna jujur aku tak terlalu biasa dengan situasi seperti ini, aku slalu tertutup. Tak pernah ada yang mau berteman dengan ku, bahkan sepupu ku sendiri banyak yang mengasingkan ku karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dan lagi sikap kedua orang tua ku, apalagi ayah ku yang membuat ku semakin menutup diri ku.


Aku lebih banyak diam, sesekali memakan makanan yang di sodor kan oleh Sisil. Sampai akhir nya minuman ku pun tandas, aku pun tak tahu kalau aku sudah menghabiskan minuman ku. Membuat ku sedikit menggeser gelas ku dan sekarang fokus mendengar kan mereka bercerita.


"Bang!!" Panggil Kak Reno tiba tiba.


"Pesen minum lagi donk kurang nih!!" Seru Kak Reno.


"Ah iya, tolong ini di beresin juga!! Sama dessert nya yah ,Yo!!" Ujar kak Geby.


"Oke siap, di tunggu!!" Seru bang Gio.


Tak butuh waktu lama minuman dan berbagai macam dessert di saji kan, ada juga strawberry cheesecake yang sudah di sajikan satu orang satu potong. Aku tersenyum senang karna memang ini adalah salah satu favorit ku, di cafe ini memang memperbolehkan pegawai nya untuk memakan apapun menu di sini tanpa memandang harga. Luar biasa baik memang owner nya, namun aku paling hanya makan strawberry cheesecake dan minum lemon tea ice. Karna memang aku tak biasa makan banyak, kalau pun lapar aku paling memasak sendiri dengan bahan yang ada di dapur.


"Wihh keliatan nya enak nih!!" Ujar Bagas antusias.


"By the way, gak asem tuh na??" Tanya Bagas yang melihat ku sangat santai menyeruput minuman ku.


"Gak kok, ini enak!!" Seru ku.


"Iya, tadi kan Abang yang tadi bilang kalo itu gula nya dikit banget..." Sisil ikut bersuara.


"Cobain deh!!" Seru ku pada Sisil.


"Astaga naa....." Protes Sisil yang terlihat merem melek, mungkin karna terlalu asam.


"hehe..." Aku terkekeh geli.

__ADS_1


"kenapa sil?" Tanya yang lain.


"Berasa ke dunia lain rasa nya,,, asem banget!!" Yang membuat semua orang tertawa melihat ekspresi Sisil.


__ADS_2