Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Beautiful


__ADS_3

Tak terasa jam pulang sekolah tiba, aku segera membereskan alat tulis ku. Satu per satu siswa siswi mulai keluar kelas dan aku adalah yang terakhir keluar. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah, sambil bersenandung. Sudah lumayan sepi di sini karena aku memang sengaja pulang agak lambat. Gosip yang sudah tersebar itu, meski aku sudah menjelaskan pada murid di kelas ku belum tentu tidak akan menimbulkan masalah untuk ku. Salah ku sendiri kenapa harus berurusan dengan most wanted di sekolah ini yang membuat ku harus terlibat masalah.


Aku takut fans girl dari nya mengamuk karna di buta kan rasa cemburu. Padahal itu bukan lah kenyataan namun apa daya pembelaan diri adalah hal yang sangat percuma di zaman sekarang. Belum juga sampai di gerbang sudah ada seorang siswi yang tiba tiba menabrak ku. Jelas sekali itu adalah kesengajaan namun baru saja ingin menegur nya suara seseorang yang sangat aku kenal bergema di telinga ku.


"woyy... Punya mata kagak lu!!" Teriak Aldi.


"Dih, cuma kesenggol doank lebay amat!!" Ketus siswi itu.


"Apa lu bilang!! Coba kalo berani ulangi lagi!!" Kesal Aldi yang ku lihat sudah mengepalkan tangan nya.


"Lebay!!" Sewot siswi itu lalu menatap ku tajam dan berlalu pergi.


"Bener bener gak ada akhlak yah tuh orang!!" Kesal Aldi dan aku mulai menghampiri Aldi lalu menenangkan nya.


"Udah udah!! Gak ada guna nya ngeladenin orang kayak gitu!!" Seru ku sembari mengusap lengan Aldi berusaha menenangkannya.


"Lu juga Napa baru keluar!! Lumutan gua nunggu!!" Kesal Aldi.


"Lah nungguin aku??" Tanya ku pada Aldi.


"ya iya lah emang nungguin siapa lagi!!" Seru Aldi kemudian langsung menarik tangan ku.


Ia membawa ku menuju motor nya, rupa nya di sana sudah ada Rega yang menunggu di motor nya sendiri.


"Eh kok ada Rega??" Tanya ku heran.


"Lah kenapa?? Emang gua gak boleh ada di sini!!" Seru Rega.


Aku pun hanya terdiam karena tak tahu ingin membalas apa.


"Udah ikut aja, gua mau ajak lu ke suatu tempat!!" Seru Aldi sembari menaiki motor nya.


"Hah?? Eh aku harus kerja!!" Ujar ku protes pada Aldi.


"Gua tadi udah chat mbak Gita lu ijin hari ini!!" Seru Aldi.

__ADS_1


"Lah kok gitu!!" Protes ku karna Aldi mengambil keputusan sepihak tanpa memberitahu ku lebih dulu.


"Udah gak usah bawel!! Buruan naik!!" Seru Aldi dan terpaksa aku naik ke motor nya.


Sudah lebih dari dua puluh menit kami di jalan, pinggang ku sudah terasa sangat pegal.


"Di, kapan nyampe nya??" Tanya ku yang sudah tak nyaman duduk di jok motor itu.


"Sabar Na.. Bentar lagi juga nyampe!!" Seru Aldi yang tetap fokus melakukan motor nya dengan kecepatan sedang.


"ISS sabar sabar Mulu!! Dari tadi bentar bentar pegel nih!!" Protes ku.


"Dah nih dah nyampe!!" Seru Aldi sembari menepikan motor nya.


Aku mengernyit kan dahi, karena Aldi menepikan motor nya di depan gedung tua yang ku pikir sudah lama di tinggal kan. Tak lama Rega pun sampai dan ikut memarkirkan motor nya di sana. Aku pun turun dari motor dan memandangi daerah sekitar yang cukup sepi.


"Kita ngapain sih di sini??" Tanya ku penasaran.


"Udah yuk masuk!!" Seru Aldi sembari melenggang meninggalkan ku yang mematung.


"Woyy tungguin!!" Teriak ku langsung menyusul Aldi dan juga Rega.


Kami bertiga menyusuri gedung itu, di sana tak terlalu gelap karna di kelilingi sinar matahari yang menembus melalui celah celah bangunan. Setelah berjalan cukup jauh ku liat ada tanah lapang di depan sana yang membuat ku mengernyit dahi. Namun saat semua terlihat jelas aku terdiam di tempat. Terpana akan apa yang aku lihat saat ini, berkali kali aku mengedipkan mata ku. Seakan tak percaya akan hal yang ada di hadapan ku saat ini.


Di sana terdapat sebuah tanah lapang yang sangat luas di penuhi oleh berbagai macam jenis bunga. Dan bukan seperti tanaman liar tapi itu terlihat tersusun rapi. Bahkan sangat terawat, aku bahkan begitu terpukau dengan keindahan nya. Di tambah lagi ada sebuah danau yang keliatan tak jauh dari sana.


"Ini??"


"Nyata Na..." Tegur Aldi seperti tahu ISI kepala ku.


"Yuk, ke danau!!" Seru Aldi Sembari menarik tangan ku, dan aku hanya mengikuti nya sembari ekor mata ku terus bergerak ke sana kemari.


Kami berhenti di tepi danau, di tengah danau itu ada sebuah jembatan yang juga di lilit oleh akar akar bunga. Terlihat natural namun begitu indah di pandang, aku menoleh ke arah Aldi. Dan seperti nya ia tersenyum puas melihat reaksi ku. Ekor mata ku beralih ke Rega yang sedang membentangkan tikar di bawah pohon rindang tak jauh dari sana. Kemudian entah dari mana ia mendapatkan makanan minuman bahkan cemilah yang ia susun rapi di atas tikar.


"Woyyy... Sini!!" Teriak Rega.

__ADS_1


"Yuk!!" Ajak Aldi dan aku hanya menuruti nya saja.


Aku Aldi dan jug Rega duduk di tikar itu sembari menikmati pemandangan danau dan juga angin sepay sepoy yang terus melambai sedari tadi.


,Gimana suka gak??" Tanya Aldi.


"Suka banget!!" Seru ku antusias.


"Ini Rega yang bikin!!" Seru Aldi yang membuat ku menoleh ke arah Rega.


"Kamu yang bikin semua ini??" Tanya ku penasaran.


"Iya dulu gua pernah janji sama seseorang kalo gua bakal jadiin tempat ini ladang bunga... Dulu ini tempat kita biasa main, tapi karna ada kebakaran di gedung itu, jadi tempat ini gak ke urus!! Dia pernah bilang ke gua, se andai nya bisa bikin ladang bunga di sini jadi tempat main!!" Ujar Rega sembari menatap langit.


"Gua dengan enteng nya bilang gua bakal nanem banyak bunga buat dia liat nanti!!" Ujar Rega sembari tersenyum menatap langit.


"Gua emng udah nanem nya tapi sayang orang nya ke buru pergi jadi gak bisa liat ini!!" Seru Rega dengan tatapan sendu.


"Tapi kamu dah berusaha dan ini cantik banget, dia pasti seneng!! Doain aja supaya dia tenang di sana!!" Ujar ku namun Rega dan Aldi justru menoleh ke arah ku dengan tatapan yang tak bisa ku arti kan.


Detik kemudian mereka berdua justru tertawa terbahak bahak, aku mengernyit kan dahi tak mengerti.


"Kok malah ketawa!!" Protes ku.


"Lagian pikiran ku kemana Na..." Aldi mengacak acak rambut ku.


"Isss Di... Berantakan!!" Kesal ku membenahi rambut ku.


"Dia itu emang pergi, tapi pergi ke luar negeri, bukan meninggal..." Kekeh Aldi di akhir kalimat nya.


"Eh, salah berarti.." Aku tersenyum canggung.


"Lagian lu sih mikir aneh aneh!!" Ujar Aldi.


"Ya kan aku gak tau!!" Ujar ku sembari mengerucutkan bibir ku.

__ADS_1


"Tapi tempat nya bagus banget!! It's so beautiful!!"


__ADS_2