
Pagi ini aku bangun kesiangan, mungkin karna tidur terlalu malam. Aku bergegas mandi dan langsung memakai seragam ku, aku tak sempat lagi untuk sarapan. Karna ku lihat rumah sepi enath kemana penghuni nya, aku langsung saja berangkat ke sekolah. Karna waktu sudah mepet, aku terpaksa menyetop ojek meski tak rela karna harus meluangkan uang jajan ku.
Untung saja aku tak terlambat, baru saja masuk ke gerbang bel sudah berbunyi.
"Huffff untung gak terlambat..." Batin ku lega.
"Untung gak telat neng!!" Tegur satpam yang mulai menutup pagar.
"Hehe iya pak!!" cengir ku.
"Ya udah sana masuk kelas!!"
Aku pun bergegas berlari menuju kelas ku namun karna memburu waktu aku sampai tak fokus dan menabrak seseorang.
"Astaga!! Hobi banget lu nabrak gua!!" Seru orang yang ku tabrak.
"Aduh maaf kak, gak liat!!" ujar ku menunduk malu tak berani menatap kak Angga yang baru saja ku tabrak.
"Abis nya lu nabrak gua Mulu! Lu ngapain lari lari!!" Seru Kak Angga.
"Maaf kak, aku buru buru ke kelas, dah mau telat!!" Sahut ku.
"Ya udah Sono!! Awas nabrak lagi!!" Peringat kak Angga.
"Iya iya..."
Aku pun bergegas menuju kelas ku, dan untung saja guru yang mengajar belum sampai. Aku segera menuju ke bangku ku, baru saja menaruh tas ku guru yang mengajar sudah datang.
Jam pelajaran pun di mulai, aku hanya fokus pada penjelasan guru ku dan sesekali bertanya bila ada yang tak ku mengerti. Tak terasa waktu berjalan begitu saja, sampai akhir nya waktu istirahat tiba. Aku menghela nafas ku pelan kemudian memasukkan semua buku ku ke dalam tas. Ku lihat Sisil dan Weni juga sudah keluar kelas dengan teman teman nya yang lain. Aku?? Jangan di tanya, aku memilih untuk menyandarkan kepala ku di meja dengan mengalaskan lengan ku.
Mungkin karena terlalu lelah, aku pun tertidur tanpa aku sadari. Sedang asyik berselancar di mimpi tiba tiba seseorang mengguncang tubuh ku.
"Na.. Na..." Panggil orang itu yang samar samar ku dengar.
"Eehhmmm..." Aku bergumam sembari menegakkan posisi duduk ku serta mengucek mata ku.
Perlahan ku buka mata ku, dan mengedip ngedipkan nya agar mengembalikan kesadaran ku. Rupa nya orang itu adalah Aldi, yang sudah berkacak pinggang di hadapanku.
"Di... Ngapain di sini??" Tanya ku.
"Masih nanya lagi!! Ngapain lu di kelas sendirian?? Ini jam istirahat!!" Seru Aldi.
"Males keluar Di.." Ujar ku yang ingin kembali tidur.
"Makan dulu!!" Seru Aldi, mendengar kata makan aku baru sadar kalau sudah ada semangkuk siomay di hadapan ku.
"Buat aku??" Tanya ku memastikan.
__ADS_1
"Bukan, buat dedemit!!" Ketus Aldi yang duduk di bangku depan ku.
"Dihh, nanya doank lohhh... By the way , makasih!!" Ujar ku sembari mulai memakan siomay di hadapan ku itu.
"Lu Napa gak keluar??" Tanya Aldi lagi.
"Di bilang males!!" Sahut ku santai.
"By the way gua liat lu kesiangan!! Tumben amat!!" Seru Aldi sembari memainkan hp nya.
"Gara gara temen rese kamu tuh, ngajakin belajar Ampe lupa waktu, jadi kemaleman tidur eh kesiangan deh!!" Ketus ku mengingat kejadian semalam.
"Hah??" Aldi melongo di buat nya.
"Tunggu, tunggu,,, Gimana... Gimana..." Aldi menuntut penjelasan.
"Jadi gini...." Aku pun menceritakan segala nya tanpa menutupi apapun.
Yah karna gak ada yang harus di rahasiakan juga kan, cuma belajar bareng doank cuma cara nya sedikit spesial. Orang namu lewat pintu tuh orang justru lewat jendela tanpa permisi pula. Memang limited edition kan!!!
"Astaga!! Kesambet setan ape tuh anak!!" Ujar Aldi yang seperti tak percaya sedangkan aku hanya menggedikkan bahu.
"Dah Sono balik ke kelas bentar lagi bel masuk sambil ini mangkok nya bawa balik!!" Seru ku menyerahkan mangkok yang sudah kosong.
"Nih minum dulu!!" Ujar Aldi yang menyerahkan air mineral botol kecil pada ku, yang barusan ia buka tutup nya.
"Lu tu kayak bocah aja kalo di kasih makanan!!" Ujar Aldi mengacak rambut ku gemas
"Isss Di... Berantakan kan!!" Gerutu ku sembari mengerucutkan bibir ku.
"hehehe ...." Aldi malah cengengesan.
,Udah Sono ah!!" Kesal ku.
"Dih jangan marah marah ntar cepet keriput!!" ledek Aldi yang membuat ku menggeplak lengan nya.
"awww sakit Na!!" Ringis Aldi sembari mengusap lengan nya yang baru saja ku geplak.
"Rasain!! Mau nambah!!" Tawar ku.
,Dih, kagak..." Ujar Aldi kemudian beranjak dari sana sembari membawa mangkok tadi.
"Dah kucing galak!!" Teriak Aldi.
"Siapa juga yang kucing galak!!" Ketus ku meski sudah tak terdengar oleh Aldi karna ia sudah jauh.
Setelah kepergian Aldi aku malah kesepian karna elas masih kosong. Pandangan ku menerawang kosong sembari menatap jendela. Aku teringat akan pertengkaran orang tua ku, sungguh miris hidup ku. Banyak orang iri dengan kehidupan ku tanpa tahu apa yang sebenarnya aku rasa kan.
__ADS_1
"Mau ngeluh, ngeluh sama siapa?? Haiisshhh Na... Na... Gini amat yah nasib..." Lirih ku meratapi nasib ku sendiri.
"Tapi aku gak boleh nyerah, aku harus tunjukkin ke semua orang kalo suatu hari nanti aku bakal jadi orang sukses dan banggain ayah sama ibuk!!" Ujar ku menyemangati diri sendiri.
Tak lama satu per satu siswa dan siswi mulai memasuki kelas, begitu pun Sisil dan Weni yang terlihat sedang berbincang dengan teman teman mereka. Tatapan ku tak sengaja bertemu dengan Sisil, dan aku hanya menunjukkan senyum termanis ku.
"Eh tau gak kata nya kak Angga lagi deketin cewek lho!!" Seru Weni yang mulai bergosip.
"Serius??" Tanya siswi lain.
"iya denger denger dia cewek satu angkatan dengan kita!!" Ujar Weni antusias.
"hah?? Wihh serius??"
"Iya, gua bahkan dapet foto nya!!" Seru Weni yang menunjukkan hp nya.
"Ahh kok cuma belakang nya doank cewek nya!!" Seru Widya.
"Iya nih..."
"Yah gua juga dapet dari orang tapi yang cowok beneran kak Angga!!" Seru Weni.
"Iya sih, muka kak Angga jelas banget!!" Seru Widya.
"Tapi beneran nih kak Angga udah punya cewek??" Tanya Sisil yang terlihat sedih
Yah aku tau bagaimana perasaan Sisil melihat seseorang yang ia sukai ternyata sudah memiliki kekasih. Meski itu baru rumor belum tentu kenyataan, namun tetap saja pasti menyakitkan di hati. Aku tak mau mengambil pusing soal semua itu, aku memilih membuka buku ku.
Namun baru saja ingin membaca buku, seorang siswi menghampiri ku dengan tatapan menelisik. Aku di buat bingung dengan tatapan nya itu, apa ada hal yang salah dengan ku.
"Lo yang ada di foto sama kak Angga itu kan!!" Ujar siswi itu yang membuat perhatian seluruh kelas tertuju pada ku, sedangkan aku malah melotot di buat nya.
"Lah kok aku??" Tanya ku penasaran.
"Liat tas nya sama kayak yang di foto!!" Tunjuk siswi itu pada tas ku.
Weni yang mendengar itu langsung menuju ke arah ku, ia membandingkan foto yang ia punya.
"Bener loh Na.. Ini kamu kan??" Tanya Weni.
aku pun yang penasaran langsung melihat foto tersebut, dan akhir nya aku mengerti. Itu adalah momen setelah aku menabrak kak Angga tadi pagi. Aku menepuk jidat ku tak habis pikir bagaimana ada orang yang iseng mengambil gambar dan menyebarkan gosip tidak benar.
"jadi beneran lu na??" Tanya Weni.
"Iya tapi itu salah paham!!" Aku pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan mereka mengangguk paham.
Aku melirik ke arah Sisil yang tersenyum pada ku, mungkin sekarang hati nya lega mengetahui kebenaran nya.
__ADS_1