Malaikat pelindung (best secret of my life)

Malaikat pelindung (best secret of my life)
Teman Baru


__ADS_3

Akhir nya yang di tunggu adalah pertandingan kelompok ku, aku maju bersama tim ku. Di pimpin oleh Widya, saat peluit di bunyikan dia dengan cekatan merebut bola dan menguasai nya. Begitu lihai sampai tak ada cela menurut ku, namun saat ingin mencetak skor ia di jaga oleh tim lawan. Karena melihat posisi ku yang kosong ia langsung mengoper bola nya pada ku. Aku tak menyia nyiakan kesempatan itu dan langsung melakukan shooting, alhasil bola nya masuk dan tim kami pun bersorak.


Pertandingan pun di mulai lagi, kerja sama tim yang sangat solid kami tak memberikan celah untuk tim lawan. ini juga berkat strategi dari Widya, sehingga kami dengan mulus bisa memenangkan pertandingan ini. Setelah itu kami memilih beristirahat di bawah pohn menonton pertandingan grup lain. Kami tak khawatir dengan nilai karna pasti mendapatkan nilai yang bagus.


"Bagus juga main Lo!!" Ujar Weni yang tiba tiba menyodorkan kan air mineral pada ku.


"Makasih..." Ujar ku menerima air itu dan langsung menegak nya.


"Itu semua berkat strategi Widya kok!!" Seru ku.


"Yah walaupun ada strategi kalo yang eksekusi kurang tetap gak bakal selancar ini!!" Ujar Weni yang membuat ku mengangguk.


"By the way lu sering sering gabung sama kita, jangan diem mulu di kelas!!" Seru Weni.


"eh?? Hehe aku emang gitu orang nya.." Sahut ku menunduk malu.


"Oh ya, lu kayak nya Deket sama Reno!!" Ujar Weni.


"Hah?? Nggak kok!!" Sahut ku.


"Masa, gua pernah liat lu ngobrol di taman sama Reno!!" Ujar Weni.


"Astaga berapa orang yang liat waktu itu..." Batin ku canggung.


"Ah itu kebetulan ketemu aja, lagian kenal juga gara gara dia kan kakak kelas yang mimpin ospek aku!!" Jelas ku tak ingin ada kesalahpahaman.


"Ohh gua kira lu Deket sama dia!!" Ujar Weni.


"woyyy... lagi ngomongin apa??" Sisil tiba tiba muncul.


"Kepo!!" Seru Weni .


"Awas yah lu!!" Ancam Sisil yang membuat ku terkekeh.


"eh Na, ntar lu kerja gak??" Tanya Sisil.


"Kerja lah, emang kenapa??" Tanya ku penasaran.


"Gak papa mau mampir pulang sekolah ntar, bareng aja ke sana nya!!" Seru Sisil antusias.


"Oke lah kalo gak ngerepotin!!" Sahut ku tersenyum manis.

__ADS_1


"Lo kerja?? Kerja di mana??" Tanya Weni penasaran.


"Cafe Twice.." Sahut ku.


"Wih serius?? Gak nyangka gua!!" Ujar Weni dengan tatatapan yang sulit ku artikan.


"Iya, emang kenapa??" Tanya ku.


"Gak papa, gua gak nyangka aja, cewek secantik Lo mau kerja di cafe ngelayanin orang gitu!! Gua kira lu anak mommy!!" Ujar Weni dengan nada antusias.


"Yah nama nya juga kerja, asal halal aja!! Aku gak bisa jadi anak mommy hehe!! Harus kerja biar bisa tetep sekolah!!" Sahut ku.


"Oh iya gua baru inget lu dapet beasiswa full kan??" Tanya Weni.


"Iya, tapi kan buat seragam, buku, dan lain lain tetep bayar sendiri SPP aja yang gak kena!!" jelas ku yang membuat Weni mengangguk angguk.


"Iya juga sih..."


"Eh, kalo gitu ikut donk sil, dah lama gak nongki di cafe!!" Seru Weni menunjukkan deretan gigi nya.


"Hmm Iye lah tuh!!" Sahut Sisil memutar bola mata nya malas sedangkan aku hanya bisa tersenyum.


"Yah pasti capek lah, cuma yah jalanin aja, nikmatin proses nya!!" Sahut ku sembari tersenyum manis.


"Eh, kantin yuk!!" Ujar Sisil.


"Lah tapi itu belum kelar!!" Sahut ku.


"Gak papa diem diem aja!!" Seru Sisil yang langsung menarik tangan ku menuju kantin.


Dan di sini lah kami sekarang, duduk di meja kantin dan sesuai janji Sisil tadi ia mentraktir ku makan siomay mang boy. Gak nanggung nanggung pula, langsung 10 ribu seporsi auto kenyang. Weni pun ikut serta dengan kami, kami bercanda ria di sana sambil menikmati makanan kami. Aku merasa sangat bahagia karna bisa mendapatkan teman teman yang begitu baik pada ku.


"Eh, Na mau apalagi biar gua yang traktir!!" Seru Sisil.


"Hmm apa yah, mie ayam aja deh kayak nya enak tuh,, sama pop ice strawberry..." Ujar ku sembari menunjukkan deretan gigi ku.


"Oke gua pesenin, lu??" Tanya Sisil yang langsung menoleh pada Weni.


"Samain aja sil, eh gua tambah bakso yah mie ayam nya!!" Seru Weni.


"Oke lah, tambahin aja semua yak!!" Ujar Sisil yang membuat aku dan Weni mengangguk.

__ADS_1


"Eh, Na!! Gimana sih rasa nya Deket sama cogan??" Tanya Weni tiba tiba.


"Hah?? Cogan??" Tanya ku menatap Weni heran karna tak mengerti yang ia tanya kan.


"ISS itu lho dua cowok ganteng yang Deket sama Lo itu, siapa yah tadi nama nya Aldi.. Ah itu lah.." Seru Weni.


"Oh Aldi mah sahabat aku dari kecil, yah rasa nya biasa aja.." Sahut ku.


"Masa sih!! Lu gak ada rasa apa sama dia??" Tanya Weni yang langsung ku geplak lengan nya.


"ISS sakit Na..." Ringis nya.


"Abis kamu ngawur, mana mungkin kayak gitu, kita tuh murni sahabatan!!" Seru ku.


"Eh Na, gak ada loh yang nama nya sahabat antara cewek sama cowok!! Pasti salah satu nya ada rasa!!" Seru Weni berusaha meyakinkan ku.


"Gak lah..." Tegas ku.


"Lagi ngomongin apa sih??" Tanya Sisil yang baru kembali dari memesan makanan.


"Gak ada, ya kan Na??" Seru Weni yang membuatku tersenyum canggung.


"Ini neng!!" Ujar Penjual mie ayam yang mengantar kan pesanan kami.


"Wah enak nih!!" Seru Weni antusias.


"Ini minuman nya!!"


"Makasih mang!!" Ujar ku, Sisil dan Weni berbarengan.


"Wih sehati kita!!" Seru Weni.


"Udah yok makan, dah ngiler gua!!" Seru Sisil yang mulai meramu mie ayam nya dengan saus kecap dan juga cabai.


Aku pun begitu, kami menikmati makanan kami sampai ak sadar ada yang terus memperhatikan kami. Setelah selesai makan kami tak langsung kembali karna ini jam istirahat jadi kami memilih untuk duduk di sini saja sambil mengobrol. Dari pada di kelas suntuk kan, Dan Weni memang lah seorang tukang gosip ia seperti tahu segala nya tentang gosip di sekolah ini.


Bahkan anak guru yang memakai cara curang pas ujian pun ia tahu, aku sampai tak habis pikir. Namun sikap ceria Weni sangat lah bersahaja, aku seperti nya cocok berteman dengan nya. Cuma kalau ia sedang bergosip aku rada ngeri, takut yang di gosipkan lewat malah jadi masalah. Namun seperti nya Weni tak takut akan hal itu, ia dengan santai nya berbicara. Bahkan Barusan yang di bicarakan lewat, ia seakan menganggap nya angin lalu.


"Temen baru lagi!! Alhamdulillah, semoga semua nya selalu lancar!!" Batin ku.


"

__ADS_1


__ADS_2