
Tok
Tok
"..."
Tok
Tok
"Pergilah Liza tidak membutuhkan tamu jahat!" ujarnya dalam kamar.
Kenapa aku harus mengalami nasib menyebalkan ini tuhan,kenapa kau tidak mempertemukanku dengan gadis cantik dan sexy saja kenapa harus gadis cengeng dan menyebalkan itu tuhan_batin Vey.
"Huh." Vey pun masuk kekamarnya dan juga menutupnya tidak rapat.
"Hiks...kenapa Malaliza harus diurus Vey yang begitu jahat apa Liza memang sudah ditakdirkan begitu??" Ucapnya sambil meneteskan air mata,dan jatuh tepat pada mutiara itu.
Tesss
Kini hujan mulai turun rintik-rintik dan semakin Malaliza menangis lagi maka hujan turun semakin lebat.
.
.
Dikerajaan bawah laut.
"Rajaku,orang yang sedang menjaga putri kita ternyata sedang menangis,alam pun ikut berduka akan tangisnya,semakin dia menangis deras maka hujan pun sama menangis." ucap sang ratu.
"Apa kau mengkhawatirkannya?" tanya sang raja.
"Tentu saja putriku sangatlah aku sayangi." ucap sang ratu.
"Kalau begitu kita harus mengubah wujud kita dan pergi kesana." ucap sang raja.
Mereka akhirnya pergi ke daratan dan segera mengubah wujud mereka sehingga wujud seekor ikan tidak akan membuat Malaliza ketakutan akhirnya mereka berubah menjadi wujud lelaki dan wanita cantik.
"Kini ubahlah nama kita kau sebut aku Dev Mafaraji,dan aku akan menyebutmu Eliza Fontra." ucapnya.
"Baiklah rajaku." angguknya
Dev Mafaraji
Eliza Fontra
Cklek
Malaliza langsung mendongkak kala suara kaca jendela terbuka dan menampilkan seorang lelaki dan wanita yang tampan dan cantik.
"Malaliza." panggil Eliza dengan lembut.
"Kalian siapa?" tanya Malaliza menghapus jejak air matanya.
__ADS_1
"Kami adalah orang yang akan melindungimu,kamu jangan takut pada kami,ini suamiku bernama Dev Mafaraji sedangkan aku Eliza Fontra kamu bisa menganggap kami orang tuamu." ucap Eliza dengan sangat lembut.
"Benarkah tapi bagaimana bisa kalian masuk kesini bukannya kamar ini dikunci?" tanya Malaliza.
"Tapi jendela tidak,kami sedih dengan air matamu itu,beri tahu kami kenapa kau menangis?" tanya Eliza.
"Malaliza tidak dianggap oleh Vey,dia jahat pada Malaliza." ucap Malaliza sambil mengingat perkataan Vey.
"Lalu kamu mau aku apakan Vey,aku akan membuat perhitungan untuknya yang sudah menyakitimu." ucap Dev.
"Tidak emm..bolehkah aku panggil ayah dan bunda?" tanya Malaliza.
"Iya,kami akan senang." ucap Eliza.
"Terimakasih,tapi Malaliza tidak mau Vey terluka bagaimana pun Vey yang menjaga Liza selama ini." ucap Malaliza memeluk lututnya.
"Dengarkan bunda ya jika kamu menangis alam ini akan ikut menangis,kau tidak sadar diluar hujan karna air matamu jadi jagalah air mata berhargamu itu jika sampai kau meneteskannya lagi maka kau akan membuat semuanya kacau." ucap Eliza.
"Baik bunda." ucap Malaliza.
Eliza dan Dev memeluk Malaliza mereka berharap putri mereka bisa kembali lagi oleh Malaliza yang baik hati.
Mereka sungguh senang bisa memilih gadis yang tepat menjaga putri mereka dan mereka juga sangat senang ternyata gadis itu bukan gadis yang buruk.
Eliza mengusap pucuk kepala Malaliza dengan lembut dan meniupi matanya membuat perlahan Malaliza terlelap tidur.
"Bunda akan selalu ada untukmu." ujar Eliza.
"Ayo kembali,kita sudah lama meninggalkan istana!" pinta Dev.
Eliza yang mengerti langsung membaringkan Malaliza dengan perlahan agar tidak membangungkannya dikecupnya kepala Malaliza dan mereka akhirnya kembali ke istana.
Jderrrr
Suara petir nyaring dipendengaran Malaliza membuatnya terbangun dengan sangat cepat.
"Aaa!!" Malaliza menutup telingannya,ia takut suara petir ia takut kegelapan ia takut sendirian.
"Hiks...jangan hiks...Liza takut." ucap Malaliza menggigil ketakutan.
Jderrrr.
"Tuhkan Vey mengejek lagi,sekarang Liza marah denger ya jangan membujuk Liza karena tidak akan mempan,apapun yang terjadi Liza akan tetap mengunci diri dikamar huh!" Malaliza langsung berjalan kearah kamarnya.
"Vey Liza takut." ucap Malaliza dan berlari keluar disaat ia menutup pintu suara petir terdengar lebih keras membuat kakinya mengigil.
Dilihatnya pintu kamar Vey tidak tertutup rapat membuatnya mendekat dan juga saat ia mendengar suara petir lagi ia dengan segera mendekat kekamar Vey,dibukannya pintu itu dan terlihat Vey yang sudah terlelap tidur.
Kreetttt
Pintu terbuka dan Malaliza langsung berjalan mengendap-endap layaknya pencuri ia merasa takut juga merasa malu karena sudah mengatakan hal yang dilanggar dirinya sendiri.
"Vey maaf kali ini Liza angkat kembali perkataan Liza hehe." Ucap Malaliza.
Jderrr.
"Eh ayam busuk!" jerit Malaliza membuat Vey mengeliat dan Malaliza menutup mulutnya.
__ADS_1
"Maafkan Malaliza Vey,mungkin Malaliza akan tidur bersama Vey,hanya malam ini saja kok." Malaliza menatap sekeliling kamar namun tidak ada sofa.
"Vey,Malaliza izin bobo di pinggir Vey ya!" ujarnya dan langsung mendekati ranjang dengan hati-hati Malaliza merebahkan dirinya dipinggir Vey yang masih terlelap.
Kini Malaliza mulai menutup matanya namun lengan kekar memeluknya sangat erat.
"Hehe kenapa guling sehangat ini datang disaat aku kedinginan,hmm nyaman." gumam Vey sambil tersenyum dalam mimpinya.
"Eugghh sesak Vey!" ucap Malaliza mengeliat namun Vey tidak bergerak sama sekali membuat Malaliza pasrah dan akhirnya tertidur dalam dekapan Vey.
"Semoga besok Malaliza tidak ketakutan lagi." Batin Malaliza senang,dan bisa melewati malam yang menyeramkan ini.
Keesokan harinya.
Vey pun mengerjapkan matanya dilihat seorang wanita cantik terlelap dalam dekapannya.
"Cantik sekali." ujar Vey masih setengah sadar.
Satu
dua
"Kyaaa!!!!kenapa kau bisa disini." teriak Vey mampu membuat Malaliza kaget.
"Hoammm,Malaliza mengantuk." ujarnya dan kembali merebahkan dirinya dikasur Vey sedangkan pemiliknya menatap dari jauh karena sudah berdiri di sisi ranjang saking terkejutnya.
Semalam aku tidak melakukan apapun kan?_batinnya.
"Hey cengeng cepat bangun!!" ujar Vey menggoyangkan badan Malaliza.
"Heeemm...Liza masih mengantuk!" ucapnya masih memejamkan mata.
"Tidak bangun aku lempar kau ke air!" bentak Vey namun di balas dengkuran.
Zzzz
"Sial,dia malah tidur!" ucap Vey menggendong Malaliza ala bridal style dan melemparnya ke bak mandi.
Byurrrr.
"Aaaaa!!!" teriak Malaliza dengan kaget.
"Vey ssshhh kenapa memasukan Liza ke ssshh dalam air dingin!" ucap Malaliza sambil mengigil.
"Salahmu kenapa kau bisa kekamarku bukannya semalam kau sendiri yang bilang tidak akan keluar kamarmu hah!" ucap Vey dengan nada dingin.
"Shhh tapi itu kan karena semalam ada petir Liza takut petir Vey." ucap Malaliza sambil mengigil.
"Kau berbohongkan??" Vey pun meninggalkan Malaliza dikamar mandi sendirian.
Kenapa Vey tega pada Liza memang Liza salah karena mengatakan tidak akan keluar kamar tapi kan sudah dicabut kembali semalam perkataannya_batin Malaliza.
"Gadis itu benar-benar merepotkan saja!" ucap Vey dengan kesal.
20 menit kemudian...
"Kenapa dia masih didalam sana?" Vey segera mengeceknya dan alangkah terkejutnya melihat keadaan Malaliza.
__ADS_1
Bersambung...