
Vey terkejut karna wanita yang ditunjuk Malaliza kali ini adalah mamahnya.
Vey langsung memeluk mamahnya dengan amat rindu.
"Ouh sekarang bawa gadis tanpa bilang mama hm?" sambil mencubit hidung Vey.
"Ashh sakit ma,hehe dia cuman bocah kok." ucap Vey.
"Bocah tapi kamu terpesona juga kan?" goda Algata.
Malaliza yang berada ditengah berdiri didepan mereka yang sibuk berbicara.
"Terpesona apanya?" dengan wajah polos.
Trak
Vey memukul jidat berponi itu menggunakan kedua jarinya.
"Asshh sakit,tante liat Vey selalu jahat." merengek.
"Haha Vey memang jahat,mau tante hukum apa?" sambil memeluk Malaliza.
"Kalian??" Vey bingung kenapa baru ketemu bisa seakrab ini.
"Kemarin kami sempat bertemu." ucap Algata.
"Kenapa bisa?" menautkan halis.
"Aurel yang membawanya dan itu permintaan mamah,kamu ini menculik seorang gadis mau dipenjara?!"ujar Algata.
"Tidak akan pernah."ucap Vey.
"Hm,bagitulah dirimu." ujar Algata sambil mendudukan dirinya dengan Malaliza.
"Mamah kenapa ada disini,jangan bilang..."sambil menunjuk.
"Ya Malaliza yang mamah minta agar kamu menemui mamah." ucap Algata.
"Liza pulang nanti kuhukum..."
"Apaan sih kamu buat Liza takut Vey,lagian berhak apa kamu menghukum Liza kamu bukan suaminya!" ucap Algata.
"Tapi ma..."
"Kamu ini mengelak saja." ucap Algata terlihat galak.
"Iya tante kemarin saja sudah dua kali Malaliza dihukum pertama jangan sarapan keduanya disuruh menghabiskan milkshake sekulkas." ucap Malaliza seperti mengadu pada ibunya.
Algata menatap horor putranya itu.
"Kamu harus tanggung jawab karna sudah membuat Liza merasakan hukuman dan hukuman selanjutnya mamah malam ini membawa Malaliza ke rumah!" ucap Algata.
"Tapi ma..."memelas.
" Tidak ada alasan."ucap Algata.
Sebelum pergi.
"Vey,mamah ingin mengatakan bahwa kejadian itu bukanlah hal yang sebenarnya ayah kamu menampar mamah karna permintaan Elizia." ucap Algata.
__ADS_1
"Tapi kenapa mah,kenapa ayah mau?" ucap Vey.
"Karna ayahmu berjanji pada Alm.om mu yaitu kakak ipar mama,kak Jerno yang meminta ayahmu menikahi istrinya nya tanpa membuatnya sakit hati dan Eliza memberikan syarat sebagai pembuktian yaitu dengan ayahmu menampar mamah." ujar Algata.
"Apa ma,itu tidak bisa dipercaya apa mamah selemah itu?" ucap Vey.
"Maafkan mamah nak." Vey berlari menjauh karna merasa mamahnya hanya memberikan penjelasan palsu.
"Vey tunggu!!" teriak Algata sambil menangis.
"Tante tunggu disini,Liza akan susul Vey." ucap Malaliza.
Sesampainya ditelaga yang tak jauh dari taman tadi.
Vey menunduk dan bersedih.
"Vey apa kamu marah pada tante?" tanya Malaliza yang berada disampingnya.
"Tidak hanya aku tidak percaya dengan perkataan mamah." ucap Vey membuat Liza menatapnya dan seketika Malaliza menutup mata Vey dengan telapak tangannya.
"Hey apa yang kau lakukan?"Tanya Vey.
"Diam saja!"pinta Malaliza.
Malaliza pun menutup mata Vey dan beberapa detik kemudian muncul sebuah kisah yang Vey tidak tau ia mengamatinya dan tibalah saat dirinya disituasi yang membuatnya benci pada ayahnya kali ini dia sadar dan ia mulai memahami itu.
Malaliza menjauhkan badannya.
"Apa sudah mengerti?"tanya Malaliza polos.
"Terimakasih." ucap Vey.
Seketika Vey memeluk dan mencium bibir manis Malaliza membuat jantung Malaliza berpacu dengan cepat.
"Ciuman pertama kita dan aku ingin mengatakan aku cinta kamu,terimakasih Liza." ucap Vey memeluk Malaliza lagi.
Deg.
"Aku menyusul mamah dulu!" ucap Vey yang langsung berlari kearah mamahnya sedangkan Malaliza masih syok.
Algata merasa kebingungan dengan sikap yang putranya tunjukkan.
"Mamah Vey sudah tau semua,maafkan Vey mamah.Ayo sekarang kita kerumah sakit untuk berjumpa dengan ayah." ucap Vey dengan senang.
....
Malaliza memegang bibirnya.
Tringgg...
Kalung pun memunculkan cahaya tanpa diminta Malaliza berlari pulang menggunakan taxi dan tibanya di rumah ia memandangi air laut dan awan semakin gelap dan petir mulai datang bersama derasnya air hujan pantulan cahaya matahari kian meredup dan tersimpan dalam kalung mutiara Malaliza,dengan tanpa diperintah Malaliza melempar kalung itu kedasar lautan muncul seorang perempuan cantik dengan laki-laki,tak lupa gadis kecil yang manis.
"Terimakasih Liza kau memberikan putri kami kehidupan yang baru inilah Putri anak dari raja dan ratu lautan kami sangat berterimakasih padamu." ucap Dev sang raja laut.
Ia melemparkan sebuah kalung yang sama pada Malaliza.
"Kalung itu akan tetap menjadi milikmu dan memberikanmu tempat menjadi Malaliza sang penyelamat lautan dan kami selalu merasa berjasa untukmu." ucap Dev.
"Kak Liza terimakasih telah mengembalikan hidup Putri." dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kamu akan melupakan semua yang terjadi dan hidup normal seperti kamu yang dulu,semoga bahagia." ucap Eliza merentangkan tangannya dan muncul simbol unik.
Cahaya menyilaukan mata Malaliza dan kini ia pingsan dipinggir pantai menggunakan pakaian berciri khas bangsawan seperti saat waktu ia kecelakaan.
...
Sesampainya dirumah sakit.
"Ayah!!" panggil Vey.
"Anakku?" ucap Frence.
"Maafkan Vey ayah yang membuat ayah menjadi sakit,sekarang Vey sadar selama ini Vey salah pada ayah." ucap Vey memeluk erat.
Algata terharu melihat kedekatan mereka kembali.
"Syukurlah jika kamu mau memaafkan ayah." ujar Frence.
"Itu semua berkat Liz...astaga mamah aku meninggalkannya!" ucap Vey menepuk jidat.
"Susul dia,mamah tidak mau dia terluka!" ucap Algata panik.
"Siapa yang dimaksud putra kita?" tanya Frence.
"Dia telah menemukan cinta sejatinya." ucap Algata tersenyum.
"Ouh ya,siapa gadis itu?" tanya Frence.
"Siapalagi kalau bukan gadis yang pernah mamah ceritakan." Frence turut berduka.
Dilain tempat Vey sangat frustasi tidak menemukan Malaliza sama sekali ia menanyakan semua orang yang berada ditaman tapi tak ada yang tau.
"Ah apartemen?" ujar Vey langsung menancap gas.
Brakk
"Malaliza!!" teriak Vey dengan wajah cemas.
"Malaliza jangan bersembunyi,aku tidak akan menghukummu kok." ujar Vey namun keadaan sangat sepi membuat Vey semakin khawatir.
"Liza!!" teriaknya dipinggir pantai tapi nihil tak ada sautan sama sekali ia mulai frustasi ia membanting semua barang.
"Kenapa saat aku sudah mencintaimu kau pergi dariku kenapa?!" teriak Vey.
"Tidak,pasti kau bersembuyi sekecil apapun tempat itu aku tidak akan membiarkanmu lepas kau adalah milikku!"ujar Vey.
....
Alice kini terbangun karna seperti ada yang memanggilnya.
"Ungghh...dimana aku?"ucapnya sambil memegang kepala.
Dan ia baru ingat ini adalah tempat dimana dia kecelakaan dan ia ingat tempat ini membuat mobilnya jatuh ke lautan.
Ia memaksakan diri untuk berdiri dengan tertatih karna luka dikakinya yang terkena ranting.
Ia pun memanjat tebing itu sampai berhasil berada ditepi jalanan besar,tiba-tiba sebuah mobil mewah melawatinya dan berhenti didepannya dan saat itu pula kesadaran Alice mulai menipis dan ia pun pingsan untung orang itu segera meraihnya.
"Putri Alice bangun!!"namun tak ada jawaban,mereka pun pergi menggunakan mobil mewah itu entah kemana.
__ADS_1
Bersambung...