
Vey pun meminum juice nya dengan santai sambil menatap kearah tempat yang banyak pepohonan.
"Apa aku sudah benar dengan membawa dia menjadi modelku?" batin Vey yang merasa bingun apakah dia sanggup membuat gadis itu bisa menerimanya.
"Ada apa?" tanya Jev.
"Tidak." geleng Vey sambil menyeruput minumannya dan Jev bisa mengangguk pasrah karna Vey tidak mungkin bercerita masalah pribadinya.
"Ouh ya dikantor,ku dengar Crow sudah mengambil alih perusahaan kenapa bisa,bukannya seharusnya kau yang memegang tanggung jawab itu?" tanya Jev yang sudah tau tentang keluarga Vey.
"Aku tidak perduli." ucap Vey melenggang pergi.
"Kau tidak seharusnya seperti itu bagaimana pun ayahmu yang sudah sekarat harus kau bantu dia sudah tidak kuat melihat anaknya tidak perduli lagi padanya." ucap Jev.
"Aku tidak perduli." ucap Vey.
"Bagaimana dengan mama mu yang sudah menjaganya dia selama ini lelah batin dan fisik tapi apa didetik ayahmu yang sudah akan meninggal dia masih setia,kenapa karna menyayangi ayahmu!" ucap Jev.
"Aku tau,dan kau tidak usah ikut campur." ucap Vey berjalan menjauh.
"Aku pun merasakan apa yang kau alami karna kesalahanku ayahku meninggal dan aku tidak mau kau mengalami hal yang sama." tiba-tiba seseorang menepuk pundak Jev.
"Ada apa?" tanya Aurel.
Jev memeluknya dan terisak.
"Aku tidak ingin kau pergi,karna kau yang kumiliki setelah mamaku!" ucap Jev dan dengan sayang Aurel mengelus kepala kekasihnya.
"Aku tidak akan jauh darimu karna kau yang selama ini mengejarku,eumm maksudku karna kau yang selalu melindungiku." ucap Aurel membuat Jev kembali senang atas candaan yang memang fakta adanya.
"Haha...kau ini." Jev mencubit gemas hidung Aurel.
.
.
"Bagaimana dengan keadaan putriku?" ucap Dovin.
"Maaf Ayah seseorang telah menemukan mobilnya,tapi untuk jasadnya masih dicari keberadaannya." ucap Jovid dengan sedih bagaimanapun Alice adalah adik kesayangannya tidak mungkin dia bekerja saat adiknya hilang.
"Kau pulang saja dan kembali ke kantor,biar adikmu akan di urus polisi!" ucap Dovin.
"Tidak ayah," tolak Jovid.
__ADS_1
"Apa kau tidak mendengarku hah!!" ucap Dovin dengan suara mengeras membuat Jovid hanya menunduk dan segera pergi setelah berpamitan pada mamanya.
"Nak,jangan sedih atas semuanya ayahmu hanya sedang tertekan!" ucap Gricela dengan lembut membuat Jovid hanya mengangguk patuh.
.
.
Akhir-akhir ini Vey sibuk bolak balik ke rumah sakit dan mentraktir Cellos sesuai janjinya dan ia belum siap mempertemukan sepupunya karna ia tau Cellos tidak akan mudah melepas wanita yang ia sukai.
"Semalam bagaimana,apa kau suka party nya?" tanya Cellos sambil memakan steak nya.
"Kau sudah tau jawabannya,jangan sok polos!" ucap Vey dengan wajah datar.
"Hehe,kapan kau akan mempertemukanku dengan Roseana?" tanya Cellos membayangkan wanita yang ia cintai bisa bertatap muka.
"Dia masih kuliah dan belum sanggup berjumpa denganmu!" ucap Vey ketus.
"Ck,bilang saja kau pelit." ucap Cellos dengan kesal.
"Ouh iya bagaimana dengan gadis itu?" tanya Vey yang penasaran kapan dia sadar sudah 2 hari ini dia masih dengan keadaan yang sama.
"Gadis mana?" goda Cellos membuat Vey kesal sendiri.
"Kau ini mengerikan pantas saja hanya Maudy yang menyukaimu sama-sama gila,yang satu ganjen yang satu terlalu dingin." ejek Cellos.
"Aku tidak perduli." tanpa disadar sebenarnya banyak wanita yang ingin dekat dengan Vey,namun memang karna Vey orangnya tidak suka banyak didekati banyak orang membuatnya dihindari wanita yang ingin mendekarinya.
Maka dari itu Vey lebih baik menjadi seorang pelukis karna menurutnya pelukis itu damai dan menenangkan sedangkan dia menyukai hal itu.
"Ck,kau selalu berkata itu dan itu apa tidak ada yang lain membosankan!" ucap Cellos sudah mulai kenyang dengan makanannya.
"Suruh siapa berbicara denganku." ucap Vey.
"Tuan makanan semuanya totalnya 12 juta." ucap seorang pelayan.
Vey menyodorkan kartunya.
"Setelah ini bayar makanan sendiri,uangku terbuang demi makanan yang nanti keluar jadi kotoran!" ucap Vey kesal.
"Hey,kau ini kalo bicara difikir kembali sangat tidak sopan!" ucap Cellos.
"Aku tidak perduli." kata itu membuat Cellos muak saking menyebalkannya teman yang sudah menemaninya sejak kecil jadi ia harus sabar dengan sikapnya.
__ADS_1
Setelah pulang dari restoran mereka ke rumah sakit melihat perubahan dari gadis itu,saat Vey masuk ia duduk di pinggir kursi gadis itu.
"Cantik." Ucap Vey.
"Ekhem." dehem Cellos yang mendengar jelas temannya berkata apa.
Vey dengan segera membenarkan posisinya dan menatap datar ke arah Cellos.
"Apa yang kau lihat biarkan aku bersamanya berdua,ada hal penting yang harus aku bicarakan." ucap Vey dengan nada dingin segera Cellos keluar.
"Sial,apa yang aku fikirkan!" geram Vey pada dirinya sendiri.
Cellos keluar ruangan dan tertawa terpingkal pingkal.
"Hahaha...Vey bodoh membuat alasan begitu apa dia yakin berbicara pada orang yang koma pake alasan bicara hal penting hahaha....apalagi dia berbohong tentang perkataan 'cantik itu." ucap Cellos tak hentinya tertawa membuat dokter yang selalu merawat gadis tadi datang dengan wajah bingung.
"Apa dokter baik-baik saja?" tanya dokter pribadi gadis tadi.
"Saya baik-baik saja dok maaf membuat anda tidak nyaman." ucap Cellos menahan malu.
"Apa karma menertawakan teman sendiri, sehingga berbalik aku yang malu." ucap Cellos dan melenggang masuk setelah dokter itu masuk.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Vey.
"Sudah memulih namun ada yang harus saya bicarakan dengan anda!" ucap dokter itu membawa Vey keruang pribadinya.
"Begini tuan Vey dari yang saya lihat ternyata ada gadis itu pernah mengalami kecelakaan dikepala mengakibatkan dia bisa amnesia ataupun hal buruk lainnya tapi yang paling fatal dia akan melupakan memorinya dan hanya akan ingat pada memori diusia 8-16 tahunnya sehingga sifatnya mungkin akan kekanakan." ucap sang dokter membuat Vey kaget.
"Lalu apa dia akan ingat keluarganya?" tanya Vey.
"Kemungkinan 40/100% dia mungkin bisa saja ingat tapi cukup butuh waktu yang lama untuk memulihkannya." ucap sang dokter.
"Lalu apa lagi yang berdampak buruk baginya?" tanya Vey.
"Jika dia sembuh total dia akan menghapus memorinya yang hilang itu dan kejadian dimana dia menjadi usia remaja akan hilang berganti dengan memori yang terjadi saat dia kecelakaan." ucap sang dokter.
"Hm..saya mengerti lalu kapan dia akan pulih kembali?" tanya Vey.
"Mungkin satu minggu lagi dia akan pulih kembali jadi mohon bersabar tuan." ucap sang dokter.
"Baiklah terimakasih atas bantuan dokter." ucap Vey dan dokter itu hanya mengangguk faham.
Artinya dia tidak akan tau siapapun_batin Vey.
__ADS_1
Bersambung...