MALALIZA

MALALIZA
Ending


__ADS_3

Acara pernikahan kini diselenggarakan dengan sangat mewah membuat para tamu berdecak kagum dengan semua dekorasi ini.


"Putriku kau gugup nak?" tanya Gricela menatap Alice yang nampak menunduk saja.


"Mama,Alice mencintai pria lain dan Alice tidak menyukai Indrian." memeluk Gricela dan menangis.


"Kenapa kau baru jujur sekarang nak?" tanya Gricela.


"Alice takut ayah berbuat sesuatu pada pria yang Alice cintai." ujar Alice.


"Alice Ayo Ayah bawa kamu ke Altar!" ucap Dovin mendapat helaan nafas Alice karna baginya berat menikahi pria yang tidak dicintainya.


Kini Alice dipapah dan terlihat senyum mengembang Indrian dari kejauhan ia menatap terpesona dengan kecantikan Alami Alice.


"Huh aku akan memenangkan banyak keuntungan,menikah dengan wanita cantik dan mendapat kejayaan Dovindrala." batin Indrian.


Alice nampak enggan mendongkakkan wajah yang membuat dia harus menatap Indrian pria yang tidak ia cintai.


Kemudian pembacaaan janji suci akan segera dimulai membuat Alice semakin tak rela.


"Vey,jika kau mencitaiku maka datanglah!" batin Alice membuat hatinya gelisa.


Hingga suara Helikopter terdengar jelas dari atas menuju ke arah acara pernikahan lapang yang luas memudahkan Helikopter itu mendarat mulus.


"Hentikan pernikahan ini!!" teriak seseorang dengan lantang yaitu Rolca Vey Frence ia mendarat dengan jas pengantin dan kacamata hitam memperlihatkan kesan elegant yang ia miliki.


"Kau siapa?" ucap Indrian dengan gelagapan.


Vey membuka kacamatanya.



"Aku Rolca Vey Frence sebut saja aku adalah korbanmu!" dengan wajah santainya.


"Apa maksudmu?" tanya Indrian dengan gelagapan.


"Nyalakan!" ucap Vey.


Terpampang jelas disana adalah kejadian dimana ia sengaja ditabrak dan tanpa sadar Indian tidak jauh berada dilokasi sana membuat Indrian menjadi tersangka apa lagi Vey sudah membawa bukti orang yang menabraknya.


Flashback


"Hallo"


"Ya?" Vey


"Tuan semua infonya sudah kami dapatkan lalu bagaimana selanjutnya?"


"Kita bertemu di Cafe biasa!"


"Baiklah"


Tuttt


Vey segera menemui orang kepercayaannya dan mereka berhasil mendapatkan barang bukti beserta dua orang itu.


"Cepat katakan apa kalian yang merencanakan semua ini,jika bungkam maka aku akan membunuh kalian!" dengan penekanan.


"Y-a baiklah,kami jujur kami di suruh tuan Indrian Prince." ucap mereka gemetar.


"Bagus besok ungkaplah segalanya,bawa mereka!" ucap Vey.


"Dan tuan ini berkas yang anda minta." ujarnya.


"Kau sudah melakukan apa yang aku suruh,maka aku akan memberimu bonus." ujar Vey sambil menyeringai.


.


.


"Memang kau pantas dengan seorang putri bangsawan tapi maaf sepertinya anda kalah cepat dengan Indrian." ujar Dovindrala.


"Baiklah jika anda tidak menerima ini tapi saat pernikahan itu terjadi saya memastikan yang berada diatas Altar adalah saya bukan Indrian yang anda katakan itu." ucap Vey beranjak pergi.

__ADS_1


"Tunggu apa maksudmu?" tanya Dovindrala dengan sangat penasaran.


"Saya mendapat kejanggalan tentang perusahaan anda,saya sendiri mencari tau berhubung anda calon mertua saya dan memang benar Indrian melakukan sebuah hal yang salah ceklah berkas ini jika anda tidak percaya." ucap Vey


Dovindrala segera mengeceknya dan membaca keseluruhan laporan ia mengepalkan tangan,memang benar selama Jovid pergi ia meminta Indrian menggantikan posisinya sementara dan memang Indrian melakukan hal yang fatal demi keuntungan perusahaan keluarganya sendiri.


Flashback off


"Terimakasih atas bukti itu kau membuatku bisa terbuka dan kau memang pantas kujadikan menantu." ujar Dovindrala.


Sampai polisi datang dan menangkap Indrian dengan cepat dan membuat keluarga Indrian sangat bersedih dan malu.


"Argghh Lepas,aku akan balas dendam Vey!!" berteriak.


"Silahkan jika mampu." ucap Vey.


Hingga keheningan berubah.


"Jadi apakah anda merestui putri anda untuk saya tuan Dovindrala?" tanya Vey.


"Tentu saya sudah kalah dengan kegesitan anda dan kufikir putriku akan bahagia jika bersamamu." ucap Dovindrala dengan perlahan Vey mendekat kearah Alice.


"Apa kau bersedia menikah denganku istriku?" berlutut.


"Hey kau bilang mengajak menikah,belum sah saja sudah bilang sitri?" cemberut.


"Mau menolak atau tidak tetap saja takdirmu bersamaku." ucapan Vey membuat para tamu sangat iri dengan sikap romantisnya.


"Aku mau." ucap Alice.


"Baiklah pak pendeta sekarang mari kita mulai!" ucap Vey dengan semangat.


Hingga acara berjalan lancar dan kini Alice telah sah menyandang sebagai Nyonya Frence.


"Apa kau bahagia?" tanya Vey menggenggam jemari Alice.


"Aku sangat bahagia." ucap Alice.


"Hey pengantin baru tidak bisakah mesranya nanti saja?" ejek Jev.


"Tidak kok,memang bumil tu sensitif banget." mencubit pipi.


"Wah sudah isi,selamat ya bro." ucap Vey.


"Yah dan nanti giliran lo jangan lupa kasih ponakan buat gue." ucal Jev.


"Siap itu mah!" semangat membuat Alice merona.


"Isshh kamu mah!"menyenggol Vey dengan wajah merona.


" Gapapa lah Lice namanya juga pengantin baru haha.."kini tawa Aurel yang terdengar.


"Ouh jadi ini ya kejutanmu putri Alice Gricela Dovindrala yang terhormat." ucap Cellos menatap Alice.


"Hey bukan Dovindrala tapi Nyonya Alice Gricela Frence!" ucap Vey dengan nada kesal.


"Haha yaya btw selamat dan nanti giliran gue yang ada di altar karna Roseana sudah datang dan tepatnya sudah kulamar." ucap Cellos.


"Hey gue belum merestui!" ucap Vey kesal.


"Haha,kalau tidak direstui malam ini pasangan pengantimu akan aku culik sebagai jaminan hahaha." ucap Cellos.


"Dasar kau!" ucap Vey kesal.


"Sudahlah,ouh iya jadi penasaran dengan kekasihmu itu dokter Cellos." ucap Alice.


"Ekhem dia ada kok saya akan perkenalkan." ucap Cellos melenggang pergi dan kembali lagi membawa seorang wanita.


"Perkenalkan dialah Roseana pujaan hatiku." ujar Cellos dengan bangga.



"Hai namaku Roseana panggil saja ana." ucap Roseana dengan lembut.

__ADS_1


"Ah cantiknya." ujar Alice tanpa berkedip.


"Kau tetap masih lebih cantik sayang." bisik Vey membuat Alice menegang dan gugup.


"Terimakasih pengantin tercantik." ujar Roseana membuat Alice tersipu malu.


"Selamat bosku sudah menjalani hidup baru." ucap Christian.


"Kau sendiri kapan menyusul?" tanya Jev seperti mengejek.


"Jika sudah waktunya." balas Christian dingin.


"Ck,dasar menyebalkan." gerutu Jev.


"Nama juga nikah itu kan bukan urusan main-main tuan Jev." ucap Jinny.


"Tuh denger!" ucap Christian yang nampak dibela.


"Tak adakah yang menunggu seniman ini yaitu Jovi Luck??" ujar Jovi.


"Ehhh bujang gak laku ngapa kesini makan ati aja tuh." ejek Jev.


"Iss sayang kamu tuh punya mulut dijaga jangan ngehina terus!" ucap Aurel membuat Jev bungkam.


"Haha,kau memang menyebalkan Jev untung aku masih sabar menunggu kau mati ditanganku." ucap Jovi.


"Sial!" kesal.


"Akh ternyata gadis yang menjadi modelmu dulu adalah putri bangsawan sangat mengemparkan jagat maya bahkan jika orang yang membeli lukisanmu dulu tidak menjual lukisan mu sendiri pada pelukisnya mungkin mereka merasa terhormat." ucal Jovi


"Sudahlah jangan dibalas huh." kesal.


"Hehe yaya aku hanya ingin mengucapkan selamat akhirnya kau akan menjadi seorang suami."ucap Jovi.


" Sudah menjadi suami kalo kau lupa."menatap datar.


"Oho ralat saja,apa sulitnya." ucap Jovi.


"Hey adikku yang manis selamat sekarang kau sudah menemukan kebahagiaanmu." Jovid memeluk Alice dengan rasa sayang.


"Makasih kak." ucap Alice.


"Jovid kau kah itu?" tanya Dovindrala.


"Ya Tuan." ucap Jovid.


Segera Dovindrala memeluk Jovid dengan penuh penyesalan begitupun Gricela memeluk Jovid seperti layaknya seorang ibu.


"Maafkan aku yang telah melakukan kesalahan,apa kau mau tinggal bersama kami nak,Alice akan pergi bersama suaminya dan aku ingin kau kembali ke perusahaan." sendu.


"Bagaimanapun kalian paman dan bibiku,aku akan menurut saja." ucap Jovid.


"Terimakasih nak." Gricela dan Dovin memeluk kembali Jovid dengan erat.


"Sama-sama." angguk Jovid.


"Ouh ya apakah saudara tiri dan ibu tirimu tidak datang Vey?" tanya Alice.


"Mereka tidak mungkin datang sayang,mungkin mereka belum bisa menerimaku menjadi anggota mereka." ujar Vey memegang erat lengan Alice.


"Hmm,semoga mereka bisa menerimamu suatu saat." ujar Alice menghela hafas dan dibalas anggukan Vey.


Tiba-tiba


"Mari pengantin saya akan mengabadikan momen kalian." ucap sang fotografer.


"1,2,3..."


Ckrek.



Kebahagiaan terjalin ketika kalian merasakan bisa hidup bersama selamanya dengan orang yang kalian cintai,dalam badai apapun kalian akan terus mencoba menghalaunya dengan keyakinan penuh hingga menemukan ujung yang membuat kalian sama-sama terikat hingga maut memisahkan yaitu dengan ikatan pernikahan.

__ADS_1


End.


Gomawo tinggalkan kesannya😘


__ADS_2