
1 minggu kemudian...
"Hiks...suamiku bagaimana ini,putri kita masih belum ditemukan." ucap Gricela yang sedari kepergian putrinya tangisnya kian menjadi jadi setiap harinya.
"Permisi tuan,nyonya,putri Alice tidak ditemukan dan jejaknya menghilang." ucap bawahan Dovin membuatnya marah.
"Apa,kalian ini tidak becus lalu guna kalian bekerja dengan gaji tinggi apa hah!!"dengan berteriak frustasi Dovin mengacaukan barang-barang dan menangis.
" Bodohnya aku hiks...aku selalu memaksanya untuk menikah dengan para anak temanku yang dia sama sekali tidak kenal hiks...Alice..."Lirih Dovin sambil memijat kepalanya.
"Suamiku,kita tidak boleh menyerah untuk mencarinya tapi bagaimana pun kita masih punya Jovid yang selalu membantu dan menjadi handalan kita." ucap Gricela.
"Dia tidak harus ikut campur urusan Alice biarlah dia mengerjakan tugasnya sebagai pangeran Putra karna kekuasaan Putra tetap ada dibawah kita." ucap Dovin.
"Kau tidak seharusnya melakukan ini,dia sama seperti Alice kumohon jangan bedakan mereka berdua hiks..."dengan lirih,Gricela lelah mendengar semua kata-kata suaminya.
"..."
.
.
"Vey,ayahmu ingin bertemu!" ucap Algata pada putranya.
"Ayah kenapa memangnya?" tanya Vey dengan nada biasa saja.
"Ayah sepertinya sudah tidak kuat lagi." ucap Algata.
"Hm..."
Vey dan Algata segera menjenguk Frence yang terkapar tak berdaya.
"Vey,maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu dan mama mu tapi ayah sadar jika itu semua salah,ayah sudah sulit untuk beraktifitas jadi ayah mohon untuk kau menggantikan posisi Ayah." ucap Frence dengan nada semakin melemah.
"Baiklah ayah tapi setidaknya jangan biarkan impianku ayah lenyapkan begitu saja!" ucap Vey.
"Tapi..."
"Cukup ayah jika ayah tidak setuju maka Vey juga tidak bisa menerima permintaan ayah." ucap Vey.
"Baiklah,ayah serahkan semua padamu asal kau jangan sakit!" ucap Frence dengan lemah.
"Hm,akan Vey ingat." ucap Vey dengan tersenyum.
"Putraku kita pulang kerumah yuk!" ucap Algata.
"Ma,yah,bolehkah Vey tinggal di apartemen sekalian agar Vey mandiri jika mama kangen,mama tinggal telphone maka Vey akan datang." ucap Vey dengan nada memohon.
"Mama selalu mendukungmu asal kau tidak lupa dengan keluarga." ucapan Algata langsung dibalas anggukan Vey.
__ADS_1
"Pasti ma." angguk Vey.
Kini Vey mengantar mamanya untuk pulang kerumah mereka,rumah ibu tirinya ada di sebelahnya membuat Vey juga tidak tega untuk meninggalkan mama nya yang selalu diganggu ibu tirinya.
"Ma,Vey sebaiknya menyuruh bodyguard untuk menjaga mama." ucap Vey.
"Tidak perlu nak lagian waktu mama akan lebih banyak dirumah sakit dari pada di rumah,mama tau kamu khawatir." ucap Algata.
📲
"Hallo"
"Ya Vey?"
"Jev tolong sediakan dua bodyguard untuk mama ku ya,alamatnya kau sudah tau kan?"
"Oke,akan segera aku lakukan." ucap Jev.
Tlit
"Kamu ini bagaimana,mama udah bilang..."
"Vey cuma mau yang terbaik buat mama,jadi Vey mohon kali ini jangan menolak Vey untuk kebaikan mama!"ucap Vey dan hanya dibalas senyum dari mamamnya.
Kau anakku yang terbaik,mama selalu mendukung keputusan mu nak_batin Algata.
"Vey akan kembali ke apartemen pesanan lukisan kemarin masih belum jadi." ucap Vey dibalas senyum Algata bahagia.
"Kau pasti mencari model,mama saja bagaimana?" ucap Algata dengan nada bercanda.
"Haha...Vey akan lebih senang." ucap Vey.
"Dimana apartemenmu,dari dulu kau selalu menyembunyikannya." ucap Algata.
"Karena Vey tidak ingin ada masalah disana,susah payah Vey mencari tempat aman dan damai namun berakhir ketahuan ya bisa membuat kacau semua mimpi Vey." ujarnya.
"Hm,tidak apa asal kau tidak nakal!" ucap Algata bercanda.
"Iss mama tuh terus aja berfikiran negatif,Vey sudah bisa membedakan yang benar dan salah." ucap Vey.
"Baiklah,sekarang pergilah mama masuk kerumah dulu!" ucap Algata setelah mencium kening Vey lembut.
Tiba-tiba suara dari belakang membuatnya berbalik.
"Ck,anak mama." ejeknya.
"Hmm."
"Aku tau kau itu sebenarnya cemen dikasih emas saja kau tidak berani menjaganya jadi kuharap jangan pernah berfikir mengambil perusahaan ayah yang besar itu!" ucap Crow.
__ADS_1
"Iya,anakku lebih pantas!" ucap Elizia.
"Maaf,tante Crow apa kalian menghindari fakta karna sebenarnya ahli waris yang sah hanyalah keturunan Frence dan kalian hanyalah keluarga tiri." jelas Vey.
"Ck,siapa bilang aku sudah menjadi anak dari pengusaha besar Frence dan sebentar lagi aku yang akan ambil alih perusahaan!" ucap Crow.
"Memangnya berapa uang yang bisa kau dapatkan dari keluargaku,kau hanya menumpang karna dikasihani dan nilaimu." Vey mengangkat jarinya berbentuk O.
"Kurang ajar!!" Crow hendak memukul wajah Vey namun segera ditangkis Vey.
"Tanganmu tidak berhak menggores wajahku yang sempurna,lebih baik kau masuklah ke rumah sakit jiwa atau datanglan ke psikologis apa kau psikopat!" ujar Vey dan meninggalkan Crow yang sudah kehabisan kesabaran.
"Jangan gegabah namamu akan di cap buruk jika kau menghajarnya!" ucap Elizia.
Vey melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Setelah sampai ia berjalan menuju ruang gadis yang selama ini ia tunggu kesadarannya.
"Ck,awas saja jika dia masih tertidur enak saja dia.Makan gratis pengobatan gratis tapi kerjaannya hanya tidur saja!" Vey segera memasuki ruangan gadis itu dengan tergesa-gesa dan ia bungkam setelah menatap gadis itu yang sudah sadar dan bercanda dengan Cellos,gadis itu langsung menatap kearah pintu.
"Dokter siapa pria itu?" tanya gadis itu sambil menunjuk Vey yang baru datang,ia sangat terpesona dengan mata bulat milik gadis itu.
"Ah,kenalkan dia Vey seorang seniman kelas dunia usianya sekarang baru 25 tahun dan juga dia yang sudah menolongmu saat kau kecelakaan." ucap Cellos menyuruh Vey mendekat.
Gadis itu merentangkan tangannya.
"Hallo om kenalkan aku...mm...aku...tapi usiaku 10 tahun om bisa panggil apa saja sesuka om tapi jangan seperti dokter yang memanggilku cute" ucapnya dengan nada anak kecil.
WTF!! jadi perkataan dokter tidaklah salah ini sudah terbukti dengan adanya dia yang berfikir usianya 10 tahun padahal jika dilihat mungkin usianya berbeda tipis dengannya.
"K-kenapa?" tanya Vey gugup.
"Aku gak suka cute!" jelasnya cemberut.
"Hey kemarin saja aku berkata itu kau tidak ada masalah." ucap Cellos.
"Ya kan suka-suka,leee." gadis itu mengejeknya dengan mengulurkan lidah.
"Yatuhan apakah aku harus tinggal bersama anak kecil??" batin Vey dengan keadaan masih syok.
"Besok aku akan membawamu pulang jadi bersiaplah!"ucap Vey.
" Mau kemana om?"tanya gadis itu dengan wajah bingung.
"Dia adalah orang yang menolongmu jadi kau harus patuh padanya oke!" pinta Cellos dan langsung diangguki gadis itu.
Bersambung...
__ADS_1