Mantan BossKu

Mantan BossKu
8


__ADS_3

Kita harus berbicara." Satya berucap setelah keheningan cukup membuat mereka berdua terjebak dalam kecanggungan.


Jane masih membeliakan matanya terkejut dengan kenyataan yang tersaji di hadapannya.


Kau pasti tahu apa yang baru saja terjadi tadi malam diantara kita." Ujar Satya dengan wajah yang sangat lelah memikirkan masalah yang ditimbulkannya ini. "Aku akan bertanggung jawab." Sambungnya setelah sejak dia terbangun pukul 5 pagi dan mendapati dirinya berada satu ranjang dengan wanita yang tidak dikenalnya, dia sudah berpikir keras tentang apa yang harus dilakukannya.


Jane tergagap, setelah keterkejutannya tadi dia harus kembali terkejut dengan apa yang baru saja dikemukakan oleh Satya. Pria ini akan bertanggung jawab?


"Tidak perlu." Kata Jane menanggapi


Namun dua kata dari mulut Jane itu membuat Satya tidak paham karena wanita yang baru saja menghabiskan malam panas bersamanya itu justru menolak pertanggung jawabannya. Benaknya sudah berkeliaran berpikiran negatif sebelum kemudian Jane bisa membacanya.

__ADS_1


Aku yakin semua ini tidak akan menimbulkan masalah, cukup lupakan saja tentang semalam dan mari tidak bertemu lagi." Kalimat terakhir yang diucapkannya membuat Jane sendiri ragu.


"Apa kau bercanda?" Satya tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang ada di hadapannya ini.


Jane menggelengkan kepalanya dengan tegas dan mantap. "Turuti saja kataku." Dan setelah mengatakan itu dia memungut tasnya dan berjalan keluar dari kamar dan meninggalkan Satya yang masih tidak percaya dengan Jane yang menolak inisiatifnya.


Jane terus berjalan keluar dari tempat tinggal yang ternyata adalah sebuah apartemen. Dia kemudian menukan sepatunya yang jatuh di dekat pintu masuk dan kemudian memakainya. Dia harus segera pergi dan melupakan semua yang terjadi semalam. Karena dia sudah sungguh sangat bodoh terjebak cinta satu malam bersama seorang yang seharusnya tidak pernah dibayangkan olehnya.


Kerongkongannya yang terasa kering memaksanya untuk pergi ke dapur dan mendapatkan air untuk bisa mengguyur tenggorokannya yang kering. Namun saat melintasi ambang pintu kamarnya, dia merasakan menginjak sesuatu. Dia menunduk dan melihat


"Tidak mungkin.." Gumamnya tak percaya ketika melihat kartu tanda pengenal lengkap dengan tali gantungnya yang memiliki logo dari sebuah perusahaan yang dikenalnya.

__ADS_1


"Dia karyawanku?"


Satya memejamkan matanya saat rasa pusing akibat alkohol kembali terasa dan semakin terasa sakit karena fakta yang baru saja di dapatinya ini.


Dia membaca informasi yang tertera di kartu tanda pengenal itu.


Jane Saraswatika. HRD.


Jadi wanita yang menghabiskan malam bersamanya adalah karyawannya sendiri. Satya terkekeh miris menyadari dia membuat satu masalah lagi sekarang.


"Setidaknya aku tahu siapa dia."

__ADS_1


Jane masih belum juga bisa menghilangkan ingatan dimana dia terbangun di atas ranjang yang bukan miliknya dengan keadaan telanjang. Dan dia kemudian tahu bahwa dirinya terbangun di atas ranjang yang seharusnya akan menjadi biasa saja jika pria itu benar-benar asing untuknya. Mereka tidak saling mengenal. Tapi sayangnya tidak, dia jelas tahu siapa pria yang menghabiskan malam dimana dia mabuk berat kemarin.


Pria itu adalah atasannya di kantor, bukan sekelas manajer, dia adalah direktur utama dari Ajisaka Grup, tempatnya bekerja. Jane sadar bahwa masalah ini tidak akan berakhir begitu saja karena pria bukan pria sembarangan dan pastilah akan ada hal-hal dimana Jane akan segera ditemui untuk membentuk kesepakatan tertentu antara dirinya dan atasannya itu.


__ADS_2