Mantan BossKu

Mantan BossKu
21


__ADS_3

Suasana rumah tampak biasa saja kecuali bagian dapur, banyak orang disana yang tengah sibuk mempersiapkan hidangan buat tamu mereka. Ya hari ini keluarga satya akan kedatangan tamu yaitu keluarga dari wanita yang dijodohkan mamahnya. Walaupun satya ingin sekali menolak perjodohan ini, tapi satya tidak tega melihat mamahnya sangat antusias.


"Itu dia sudah sampai.. "Tunjuk mama satya pada mobil hitam


"Mama papah dan satya bangkit dari duduk mereka untuk menyambut kedatangan mereka.


" Jeng rini apa kabar?"tanya mama satya


Sambil berpelukan dan menempelkan pipi mereka


"Baik banget jeng, apalagi setelah kita tau akan berbesanan, iya kan pah"


Para kedua orang tua tertawa namun satya dan Marsya nampak canggung.


"Ini nak satya kan" Tanya nuri


Satya mengangguk sambil tersenyum


"Wah ternyata masih muda cakep guanteng... Simarsya ga percaya kalau kamu masih muda jeng" Jelas nuri sambil terkekeh


"Bisa aja jeng nuri, Marsya juga cantik banget beruntung banget ya lelaki yang mendampingi nya nanti"balas mama satya.


Obrolan berlanjut diruang tamu. Tapi obrolan mereka lebih berdominasi nostalgia para orang tua belum membicarakan tentang marsha dan satya. Satya melirik pada wanita yang duduk disebelah nuri. Wanita yang sedang dijodohkan dirinya. Cantik, baik, ramah, meskipun lebih banyak terdiam..wanita sepertinya pasti banyak lelaki yang mengincarnya. Namun semua penilaian itu akan sia-sia jika jasmine putri semata wayang nya menolak.


"Papah... "

__ADS_1


Semua orang menoleh pada jasmine yang menangis


Satya bangun dari duduknya menghampiri jasmine lalu menggendongnya.


"Papah... " Jasmine merangkul leher satya sambil sesenggukan


Para oorang tua melihat itu merekapun tersenyum. Mereka semua tau satya begitu menyayangi putri semata wayangnya. Begitupun Marsya. Kemudian Ayah dan anak itu ikut duduk diruang tamu.


Jasmine sudah berhenti menangis, matanya sembab dan rambutnya acak acakan. Marsya sangat gemas melihat jasmine kecil.


Dia ingat kalau masih ada permen lollipop dalam tasnya, karena memang Marsya terbiasa makan loli saat bekerja.


"Adik mau permen" Goda Marsya sambil menggoyangkan permen lolipop dihadapan jasmine


Satya dan para orang tua hanya terdiam


"Boleh ayah"


Tanya jasmine yang penuh harap


Satya mengangguk dan jasmine bertepuk tangan girang "ambil sendiri ya jasmine" Ucap satya samb menurunkan jasmine dari pangkuan nya. Jasmine berjalan menuju Marsya sambil tersenyum


"Nama kamu siapa? " Tanya Marsya sambil menggendong jasmine dan didudukan nya di pangkuan nya.


Dengan malu malu jasmine menjawab "jasmine"..

__ADS_1


" Ooo jasmine, jasmine mau permen"tanya Marsya..


Jasmine mengangguk


"Boleh, tapi diikat dulu ya rambutnya... "


Ucap Marsya sambil merogoh tas mengambil ikat rambut dalam tasnya. Dan langsung mengikat rambut jasmine


"Oke, sudah. Ini hadiah buat jasmine" Goda Marsya sambil memberikan permen pada jasmine


"Terima kasih, tante" Senyum jasmine senang


Semua itu tidak luput dari pandangan semua orang yang ada diruang tertamu tanpa terkecuali satya. Menatap lekat pada keduanya. Wajar secara jasmine tepi anak yang tidak gampang dekat dengan orang yang belum dikenal baik olehnya. Tapi tidak dengan Marsya, yang baru di kenal dia bahkan sudah mau berinteraksi dengannya. Para orang tua tersenyum melihat satya Marsya dan jasmine karena jasmine adalah penentu dari hasil pertemuan mereka.


Para ibu berbicara gosip dan para bapak berbicara bisnis. Satya masih terus memperhatikan jasmine dan Marsya. Ya jasmine meminta Marsya tuk. Menemani nya bermain. Namun pertemuan itu terhenti karena papah Marsya ada tugas mendadak. Akhirnya mereka berpamitan tuk pulang. Ketika hendakn pamit satya memanggil Marsya tuk bicara diluar sebentar.


"Marsya kamu tau kan kenapa pertemuan ini dibuat? " Tanya satya


Marsya mengangguk


"Jadi kamu menyetujuinya atau tidak? Aku tidak akan memaksa kamu"


Jelas satya


Marsya menghela nafas panjang

__ADS_1


"Biarkan ini mengalir seperti air" Jawab Marsya


"Baiklah jika itu mau kamu" Balas satya sambil tersenyum


__ADS_2