Mantan BossKu

Mantan BossKu
41


__ADS_3

Satya berada di depan sebuah ruko yang di


kanan kirinya menjual berbagai macam produk dan


jasa. Dia melihat sekali lagi alamat WO yang menjadi


tempat Jane bekerja dan agak merasa aneh dengan


nama Marsha WO yang terpampang di depan ruko


dengan cat tembok warna putih gading juga hijau


muda.


Nama Marsha itu banyak 'kan?


Dan juga Marsha itu hanya sebuah nama. Tidak


mugkin ada keterkaitan sampai sesempit ini.


Satya melepaskan kaca mata hitam yang dia


gunakan karena terik matahari Jakarta di waktu


makan siang seperti ini. Lalu dia memutuskan


berjalan masuk ke dalam ruko yang tampak indah


dan elegan penatannya dan dia disambut oleh


seorang pramuniaga dengan seragam warna hijau


muda.


"Selamat datang di Marsha wedding organizer.


Ada yang bisa kami bantu?" Dengan senyum ramah


pramuniaga itu menyambut kedatangan Satya yang


baru beberapa langkah melewati pintu masuk.


Satya melihat ke sekelilingnya namun tidak


menemukan Jane diantara beberapa orang yang


ada di dalam kantor WO ini. Satya pun menoleh


name


pada pramuniaga bernama lka dilihat dari

__ADS_1


tagnya yang menunggu jawaban Satya.


"Saya mencari seseorang"


Pramuniaga bernama lka itu tampak


mengerutkan kening. Tapi kemudian dengan


profesional dia kembali mengembalikan raut


wajahnya menjadi ramah. "Siapa yang bapak cari?


Mungkin bisa kami bantu."


"Jane, Saya mencari Jane Saraswatika." Ujar


Satya.


Ika kembali mengerutkan kening tanpa dia


sadari. Pertama kali kantor


WO ini buka, pria


tampan, gagah, dan merupakan pengacara bernama Denis juga mencari bosnya, Mbak Jane. Sekarang


uga adalagi pria dengar spesifikasi ketampanan,


kegagahan, dan pria yang cocok dengan imajinasi


Ika cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan


kembali fokus pada pria di hapadannya ini.


"Oh. mbak Jane. Kalau boleh tahu ada perlu


apa dengan mbak Jane?" Tanya lka lagi, dia harus


tetap menanyakan maksud pria ini ignin menemui


bos cantiknya itu.


"Ada perlu, saya sudah ke Bali untuk


menemuinya tapi ternyata Jane sudah pindah


kemari ". Jawab Satya.


Ika pun kemudian percaya karena sepertinya


pria ini sudah kenal Jane lama. Dia kemudian

__ADS_1


menuju meja kasir dan mengambil satu kartu nama


dan menyerahkannya pada Satya.


"Mbak Jane pernah berpesan jika ada orang


yang menemuinya dengan keperluan pentingg


selama dia sedang sakit untuk memberikan kartu


nama dengan alamat rumah di dalamnya." Jelas lIka.


"Jane sedang sakit? "Seru Satya tanpa sadar.


Benar, sudah dua hari ini mbak Jane izin sakit.


Maka dan itu jika bapak ada keperluan dengan


" mbak Jane saya rekomendasikan bapak


langsung ke kediaman mbak Jane saja."


Satya mengerti dan setelah mengucapkan


terimakasih dia pun pamit. Dengan berbekal kartu


nama yang diberikan Ika, Satya mengemudikan


mobilnya mengikuti googie maps yang menunjukan


arah sesuai alamat yang Satya cari.


Dan ternyata jaraknya tidak jauh dari


kantor WO berada. Kini dia


berada di sebuah perumahan elit dan diijinkan


masuk oleh secunty hanya dengan berbekal kartu


mama yang dibawanya. Sepertinya Jane sudah


mempersiapkan hal-hal ini.


Tiba di depan sebuah rumah dengan cat rumah


berwama putih juga halaman luas di dalam pagar


wama coklat kayu, Satya menghentikan mobilnya.


Nomor numah ini sesuai dengan yang tertulis di

__ADS_1


kartu nama yang di pegangnya. Satya pun turun dan


mobilmya dan berdini di pintu gerbang. 


__ADS_2