
Satya berada di depan sebuah ruko yang di
kanan kirinya menjual berbagai macam produk dan
jasa. Dia melihat sekali lagi alamat WO yang menjadi
tempat Jane bekerja dan agak merasa aneh dengan
nama Marsha WO yang terpampang di depan ruko
dengan cat tembok warna putih gading juga hijau
muda.
Nama Marsha itu banyak 'kan?
Dan juga Marsha itu hanya sebuah nama. Tidak
mugkin ada keterkaitan sampai sesempit ini.
Satya melepaskan kaca mata hitam yang dia
gunakan karena terik matahari Jakarta di waktu
makan siang seperti ini. Lalu dia memutuskan
berjalan masuk ke dalam ruko yang tampak indah
dan elegan penatannya dan dia disambut oleh
seorang pramuniaga dengan seragam warna hijau
muda.
"Selamat datang di Marsha wedding organizer.
Ada yang bisa kami bantu?" Dengan senyum ramah
pramuniaga itu menyambut kedatangan Satya yang
baru beberapa langkah melewati pintu masuk.
Satya melihat ke sekelilingnya namun tidak
menemukan Jane diantara beberapa orang yang
ada di dalam kantor WO ini. Satya pun menoleh
name
pada pramuniaga bernama lka dilihat dari
__ADS_1
tagnya yang menunggu jawaban Satya.
"Saya mencari seseorang"
Pramuniaga bernama lka itu tampak
mengerutkan kening. Tapi kemudian dengan
profesional dia kembali mengembalikan raut
wajahnya menjadi ramah. "Siapa yang bapak cari?
Mungkin bisa kami bantu."
"Jane, Saya mencari Jane Saraswatika." Ujar
Satya.
Ika kembali mengerutkan kening tanpa dia
sadari. Pertama kali kantor
WO ini buka, pria
tampan, gagah, dan merupakan pengacara bernama Denis juga mencari bosnya, Mbak Jane. Sekarang
uga adalagi pria dengar spesifikasi ketampanan,
kegagahan, dan pria yang cocok dengan imajinasi
Ika cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan
kembali fokus pada pria di hapadannya ini.
"Oh. mbak Jane. Kalau boleh tahu ada perlu
apa dengan mbak Jane?" Tanya lka lagi, dia harus
tetap menanyakan maksud pria ini ignin menemui
bos cantiknya itu.
"Ada perlu, saya sudah ke Bali untuk
menemuinya tapi ternyata Jane sudah pindah
kemari ". Jawab Satya.
Ika pun kemudian percaya karena sepertinya
pria ini sudah kenal Jane lama. Dia kemudian
__ADS_1
menuju meja kasir dan mengambil satu kartu nama
dan menyerahkannya pada Satya.
"Mbak Jane pernah berpesan jika ada orang
yang menemuinya dengan keperluan pentingg
selama dia sedang sakit untuk memberikan kartu
nama dengan alamat rumah di dalamnya." Jelas lIka.
"Jane sedang sakit? "Seru Satya tanpa sadar.
Benar, sudah dua hari ini mbak Jane izin sakit.
Maka dan itu jika bapak ada keperluan dengan
" mbak Jane saya rekomendasikan bapak
langsung ke kediaman mbak Jane saja."
Satya mengerti dan setelah mengucapkan
terimakasih dia pun pamit. Dengan berbekal kartu
nama yang diberikan Ika, Satya mengemudikan
mobilnya mengikuti googie maps yang menunjukan
arah sesuai alamat yang Satya cari.
Dan ternyata jaraknya tidak jauh dari
kantor WO berada. Kini dia
berada di sebuah perumahan elit dan diijinkan
masuk oleh secunty hanya dengan berbekal kartu
mama yang dibawanya. Sepertinya Jane sudah
mempersiapkan hal-hal ini.
Tiba di depan sebuah rumah dengan cat rumah
berwama putih juga halaman luas di dalam pagar
wama coklat kayu, Satya menghentikan mobilnya.
Nomor numah ini sesuai dengan yang tertulis di
__ADS_1
kartu nama yang di pegangnya. Satya pun turun dan
mobilmya dan berdini di pintu gerbang.