
" tidak perlu " kata jene menanggapinya .namun 2 kata dari mulutnya itu membuat satya tidak paham. Karena Wanita itu baru saja Menghabiskan malam bersama nya .tapi menilak pertanggungjawabannya. otak nya sudah berkeliaran berpikiran negatif sebelum kemudian Jane bisa membacanya apa yang ada dipikiran satya
semua ini tidak akan menimbulkan masalah cukup lupakan saja tentang semalam dan Mari tidak bertemu lagi kalimat terakhir yang diucapkan membuat janin sendiri lagu Apakah kau bercanda saat dia tidak mengerti dengan Jalan pikiranmu wanita yang ada di hadapannya ini
Jaane menggelengkan kepalanya dengan tegas dan mantap
" Turuti saja kataku"
dan setelah mengatakan itu dia memungut tasnya dan berjalan keluar dari kamar dan meninggalkan Satya yang masih tidak percaya dengan Jane. yang menolak inisiatifnya .Jane terus berjalan keluar dari tempat tinggal Satya, yang ternyata adalah sebuah apartemen .
Dia kemudian menemukan sepatunya yang jatuh di dekat pintu masuk dan kemudian memakainya .dia harus segera pergi dan melupakan semua yang terjadi semalam. Karena dia sudah sungguh sangat bodoh terjebak dalam cinta satu malam bersama seorang yang seharusnya tidak pernah dibayangkan oleh nya. apalagi pria itu baru saja ditimpa musibah karena kehilangan istrinya. janememukuli kepalanya begitu dia masuk ke dalam lift
__ADS_1
" Dasar bodoh " Jane mengerutuki diri sendiri begitu memasuki lift
Satya Masih Berdiri kaku di dalam kamarnya, melepas Jaane pergi .Satya menghela nafas kasar. tangannya kini bergerak mengacak rambutnya hingga semakin kacau, karena sudah tidak tertata olehnya beberapa hari lamanya , tenggorokan terasa kering, memaksanya untuk pergi ke dapur untuk mendapatkan air. untuk bisa mengguyur tenggorokannya yang kering .
namun saat melintasi ambang pintu kamarnya Dia merasakan menginjak sesuatu. dia menunduk dan melihat sebuah tanda pengenal yang familiar untuknya.
" tidak mungkin " gumamnya tidak percaya ketika melihat kartu tanda pengenal lengkap dengan tali gantungnya yang memiliki logo dari sebuah perusahaan yang dia kenal
Satya memejamkan matanya saat dia rasa pusing akibat alkohol kembali terasa dan semakin terasa. sakit karena sakit karena faktanya dia adalah salah satu karyawan nya sendiri dari keterangan yang ada dikartu pengenal pekerjanya.satya membaca informasi dari yang tertera dari pengenal itu.
Jane Saraswati.HRD
__ADS_1
jadi wanita yang menghabiskan malam bersamanya adalah karyawan sendiri.satya terkekeh miris menyadari dia membuat masalah baru lagi sekarang.
"setidaknya aku tau siapa dia ". ucap Satya
Satyapun langsung mengambil handuk untuk membersihkan badannya dan masuk dalam kamar mandi...Satya menyalakan shower air ...ia menengadahkan kepalanya dibawah shower berharap stressnya menghilang terbawa air mengalir ini ...
entah apa yang harus dilakukan Satya saat ini, pikirannya masih melayang.sesaat ia memikirkan alam istri,Satya berpikir kalau dia adalah seorang pengkhianat.karena belum kering tanah yang mengubur istrinya dia sudah bisa bermain dengan wanita lain.
terkadang Satya juga berpikir bagaimana jika Jane hamil .dia juga membutuhkan nya sebagai penanggung jawab atas perbuatannya.terkadang ia ingat Jasmine bagaimana tumbuh kembang anaknya itu nanti tanpa prita.bagaimana perusahaan nya selama dia tinggal mengurus prita.enatahlah satu yang pasti otaknya saat ini mau pecah
Satya berpikir bagaimana caranya agar dia tidak memikirkan hal itu semua.tapi rasanya tidak mungkin, karena Satya tau kalau dirinya adalah lelaki yang harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.
__ADS_1