
3 tahun kemudian
"Mama! Mama! Mamaa..."
Jane meringis ketika dia melihat anaknya yang berada digendongan mamanya menangis karena harus dia tinggal bekerja. Biasanya tidak seperti ini, tapi karena anaknya itu sedang sakit demam jadi sedikit rewel. Dia pun kembali meraih anaknya, Panji dalam gendonganya. Menepuk nepuk punggung mungil anaknya yang perlahan mampu menghentikan tangis anaknya yang tadi histeris. Jika begini dia tidak tega meninggalkan panji.
Jane meringis ketika dia melihat anaknya yang berada digendongan mamanya menangis karena harus dia tinggal bekerja. Biasanya tidak seperti ini, tapi karena anaknya itu sedang sakit demam jadi sedikit rewel. Dia pun kembali meraih anaknya, Panji dalam gendonganya. Menepuk nepuk punggung mungil anaknya yang perlahan mampu menghentikan tangis anaknya yang tadi histeris. Jika begini dia tidak tega meninggalkan panji.
"Izin saja.. Marisha juga pasti mengizinkan kamu tidak bekerja hari ini, Jane.." Kata mama Jane melihat cucunya yang sepertinya tidak bisa ditinggal di rumah bersamanya seperti biasa.
"Aku nggak enak, ma.. karena di kantor lagi banyak yang harus dikerjain.." Jane masih menepuk-nepuk punggung anaknya yang kemudian mulai terlihat mengantuk karena sepertinya lelah menangis. "Panji mulai tidur, ma.."
__ADS_1
Mama Jane pun mendekat dan melihat cucunya yang sudah memejamkan mata. "Jadi apa kamu tetap mau berangkat kerja?"
"Mm.. kayaknya aku minta izin setengah hari aja deh, ma.. nanti kita bawa Panji setelah aku pulang kerja."
"Mm.. kayaknya aku minta izin setengah hari aja deh, ma.. nanti kita bawa Panji setelah aku pulang kerja."
"Mm.. kayaknya aku minta izin setengah hari aja deh, ma.. nanti kita bawa Panji setelah aku pulang kerja."
"Mm.. kayaknya aku minta izin setengah hari aja deh, ma.. nanti kita bawa Panji setelah aku pulang kerja."
Sampai di kantornya yang bernama Marsha Wedding Organizer, Jane masuk dengan tergesa dan melihat orang-orang sudah stay ditempat kerja masing-masing. Dia merasa tidak enak karena harus terlambat bekerja seperti ini.
__ADS_1
"Mbak Marsha.. maaf aku telat ya.." Kata Jane pada seorang yang dia temui ketika dia melewati ruang staff.
Wanita yang dipanggil Jane Marsha itu pun hanya tersenyum maklum karena Jane juga sudah memberitahukan keterlambatannya tadi pagi sekali karena alasan anaknya yang sedang sakit.
"Santai aja Jane.. aku juga kan udah bilang kamu bisa izin.. anak kamu itu lho.. dia kan lagi sakit.." Kata Marsha pemilik WO tempat Jane bekerja.
Jane menggaruk kepalanya merasa tidak enak. "Lagi sibuk mba.. kalo aku ikutan izin pasti bakal berkurang tenaganya."
"Udahlah... kamu kalo gitu masuk setengah hari aja, ya.." Kata Marsha yang ingin Jane mengambil izinnya
Jane pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih. Dia pun lantas duduk di tempat kerjanya dan melihat beberapa hal di meja kerjanya yang harus segera di input ke dalam data milik Marsha WO. Dia yang dulu seorang wanita karir bekerja di perusahaan yang menurut banyak orang berkelas membanting setir untuk bekerja di bidang yang mulanya sama sekali tidak membuatnya tertarik. Namun ketika dia bertemu Marsha yang sedang memilih bunga di sebuah toko bunga langganannya dan mamanya, mereka berkenalan dan berteman baik hingga Marsha mengenalkan pekerjaannya dan menawari Jane untuk bergabung. Mulanya Jane ragu namun kemudian sedkit demi sedikit dia tertarik untuk memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan pasionnya dulu.
__ADS_1