Mantan BossKu

Mantan BossKu
5


__ADS_3

Satya memilih duduk di kursi tinggi yang menghadap bar dimana seorang dengan piawai mengocok minuman dan menyajikannya pada orang-orang yang duduk di hadapannya.


Satu yang paling keras." Pinta Satya pada bartender yang kemudian ditanggapi anggukan oleh bartender itu dan mulai membuatkan pesanan Satya.


Satya tidak memperdulikan apapun yang disekelilingnya. Suara musik, teriakan dan tawa orang-orang, serta wanita yang beberapa kali menyapanya. Dia meminum minumannya yang mengandung alkohol itu tanpa ingin di ganggu oleh siapapun. Sampai kemudian dia memesan berkali-kali minuman itu pada bartender. Berjejer gelas dan botol yang mengandung alkohol itu di hadapannya. Matanya sudah sayu dan dirinya sudah merasa melayang. Satya sudah menyadari dirinya memang sudah mabuk berat dan mulai tidak bsia mengendalikan dirinya yang tertawa dan menangis bersamaan.


-#_#_#


Sandra menggandeng tangan Jane masuk ke dalam sebuah bar yang letaknya dekat dengan appartemen dimana Jane tinggal. Beberapa kali mereka juga mampir kemari jika sedang suntuk. Dan karena Jane yang masih saja bermuram durja dengan masalahnya yang disebabkan ******** semacam Tomy Alfian, Sandra membawa Jane kemari berharap temannya itu segera bangkit dan melupakan rasa sedihnya yag hanya akan membuat Tomy merasa menang telah memanfaatkan Jane selama ini.

__ADS_1


"Loe mau kemana?" Tanya Sandra ketika Jane beranjak dari sisinya.


"Gue mau minum banyak." Jawab Jane lalu kembali melangkah meninggalkan Sandra yang sudah menemukan pria dengan setelan jas dan wangi harum semerbak juga tampilan berkelas. Dia yakin Sandra akan segera melupakannya karena pria itu.


Jane berjalan menuju area bar dan duduk di kursi tinggi yang bersebelahan dengan seorang pria yang di hadapannya sudah ada banyak gelas dan botol. Jane menebak pria itu sudah mabuk karena terkantuk-kantuk meja bar namun bisa didengar olehnya suara tawa dan juga tangisan dari pria itu.


Dan dia akan minum sebanyak mungkin hari ini untuk melupakan sejenak semua rasa sakit yang sudah di timbulkan oleh seorang pria yang selalu mengaku mencintainya tetapi ternyata hanya ingin memanfaatkan kecacatan dalam dirinya.


"Tomy brengsek!" Umpat Jane lalu dia meminum segelas alkohol yang tersaji di hadapannya. "Dasar ********!" Umpatnya lagi, dan meminum lagi.

__ADS_1


Seperti itu terus hingga beberapa kali dan alkohol kemudian mulai terasa berpengaruh dalam dirinya. kepalanya mulai terasa pusing dan sakit. Matanya sudah tidak bisa fokus lagi saat ini dan dia menoleh ke samping saat merasakan seorang memeluk pinggangnya.


"Prita..kamu kembali?"


Jane tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang memeluknya saat ini dan mengecupi puncak kepalanya. Dia juga tidak menolak karena pelukan itu terasa sangat hangat. Lagi pula tenaganya sudah hilang entah kemana.


Satya, seorang yang memeluk Jane saat ini masih bergumam tidak jelas mengira Jane adalah Prita. Satu hal yang membuat Satya mengira Jane adalah Prita adalah karena Jane menggunakan dress yang sama dengan dress yang pernah Satya hadiahkan untuk Prita


Satya hapal sekali dengan dress itu sehingga begitu dia melihat seorang wanita duduk di sebelahnya dan menggunakan dress itu, dia mengira itu Prita istrinya yang sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Pandangan matanya yang sudah tidak fokus karena alkohol membuatnya tidak bisa melihat jelas dan melihat perbedaan antara Prita dan Jane.

__ADS_1


__ADS_2