
Satu minggu berlalu semenjak perkenalan mereka. Kedua orang tua mereka membiarkan hubungan mereka mengalir seperti air. Keduanya bertukar no HP agar bisa saling menghubungi satu sama laen. Buat satya pertemuan mereka hanya sekedar perkenalan dengan dibumbui tujuan kedua orang tuanya.satya tidak. Merasakan apapun.Satya merasa Marsya masih memeberikan jarak baginya entah karena apa satya tidak tau. Keduanya tidak menunjukan keduanya akan memulai hubungan.
_#_#_#
Jane sudah dijakarta, dia mendapat mandat dari bosnya tuk mengecek lokasi cabang di jakarta akan dibuka. Jane membawa panji kejakarta, karena ibu Jane sedang sibuk menyiapkan pembukaan restoran baru yang akan dibuka oleh ibu Jane. Jadi panji ikut dengan Jane ke Jakarta.
"Bagaimana "
Tau tau Marsya sudah di samping Jane sambil melihat lihat ruangan yang belum tertata dekorasi
"Belum tau mbak, tapi kayanya yang dijakarta lebih luas dan lebih bagus dibanding yang dibali"balas Jane
Marsya terkekeh sambil mengambil panji tuk digendong nya
" Panji aja betah disini j Jane, dia ga rewel loh disini"jelas Marsya sambil mencium cium pipi panji yang gembil
Jane hanya tersenyumelihat interaksi Marsya dan anaknya yang terbilang susah dekat dengan orang.
"Tapi mba aku belum bisa dilepas mengurus semua ini ditempat yang menerut mbak spesial ini" Ungkap Jane
__ADS_1
Marsya jadi menaikan sebelah alisnya "jadi kamu. Menerima tawaran ku? " Tanya Marsya
Jane meringis "ga tau mba... Aku belum bilang ini sama mama"
"Oke ditunggu jawabannya tapi jangan lama lama bentar lagi kantor ini akan beriprasi Jane"... Jelas Marsya
Drtttt drttt getar HP disaku celana Jane
Jane mengambilnya HP tertera nama sahabatnya sandraasaa
" Hallo san"
"Masih lama ga? Gw otw GI nih"
"Oke sipp tolong bawa ponakan gw tercinta. Ati ati ya"
"Ponakan lo itu anak gw y"
Jane memang mengabari sandra sedang dijakarta bersama panji. Sandra yang masih betah jadi perantau dijakarta rela cuti setengah hari tuk bertemu ponakannya
__ADS_1
Iya panji
Beberapa bulan sekali sandra kebali tuk bertemu Jane. Sandra paling tau soal panji . Dia orang yang paling cerewet dimasa kehamilan Jane dan dimana Jane melalui persalinannya. Maka dari itu wajar kalau Sandra sangat menyayangi panji
Mereka janjian di grand indonesia tuk makan siang dan bermain bersama panji. Jane memesan taksi online segera berpamitan pada Marsya, yang tau Marsya juga punya urusan dijakarta. Janepun menebak pasti soal perjodohan nya.
Jane sudah sampai di grand Indonesia, jane mendorong stoler yang disana berada panji sedang minum susu. Janepun menuju resto masakan Jepang diaman Sandra sudah menunggu. Saat memasuki restoran Jane langsung menemukan Sandra yang melambaikan tangannya dengan heboh dan Sandra langsung menghampiri Jane sambil mengambil alih stoler menggantikan Jane mendorong.
"Uluh... Uluh... Ponakan tante uda besar.... Giginya sudah banyak".. Mengajak bicara panji yang hanya tertawa tawa sambil. Menggigit maenan gigitnya
" Aku tuh khawatir banget tau Jane waktu lo bilang panji sakit, rasanya gw langsung pengen ke BaliBali aja kalau ga inget ada kerjaan dari manejer semprul itu"curhat Sandra
"Menejer lo itu ganteng tau meskipun galak"
Ucap Jane
"Waduh mata lo musti diperiksa nih, mana ada ganteng gantengnya tuh orang. Uda galak sering nyuruh gw lembur dadakan lagi. Dia kira gw robot berbentuk manusia" Dengus Sandra
Denger curhatan Sandra Jane hanya tertawa. Sudah beberapa kali Sandra mengajukan surat resign tapi selalu sang menejer. Dengan dalih akan dinaikan gaji akhirnya sandraopun Terima karena gajinya akan dinaikan oleh sang menejer.
__ADS_1
"Udahlah jangan ngomongin dia lagi, enek gw" Dengus Sandra
Akhirnya mereka makan sambil mengobrol Jane makan sushi tuna sedangkan Sandra memesan ramen. Sedangkan panji sibuk dengan es creamnya diatas meja yang blepotan. Sambil merencakan akan maen ketime zone setelah makan selesai