Mantan BossKu

Mantan BossKu
11


__ADS_3

Jane yakin pria yang menemukan kartu tanda pengenalnya bukan orang sembarangan di perusahaan ini. Matilah Jane jika ternyata dia akan mendapat denda kembali karena sudah menghilangkan kartu itu dan malah ditemukan oleh salah satu orang penting di kantornya.


Jane memutuskan untuk masuk saja dan bersiap menerima amukan dan juga wejangan lagi dari orang lain asal dia selamat dari pemotongan gaji dan surat peringatan. Jane melangkah mendekati pria yang masih betah mengamati suasana kota Jakarta dari atas lantai 15. Sampai kemudian di jarah 2 meter dari tempat pria itu berdiri, Jane berhenti melangkah.


Jane sudah akan menatakan sapaan sekaligus permintaan maaf namun semua itu tertelan mentah-mentah ketika pria itu membalikkan tubuh menghadapnya—


Jane tidak pernah mengira jika kartu tanda pengenalnya justru ditemukan oleh direktur utamanya, yang Jane yakin bahwa kartunya itu pasti tertinggal dimana dia terbangun dengan keadaan telanjang kemarin dan pria yang Jane kenal sebagai direktur utama di kantornya ini jeals sudah tahu siapa wanita yang menghabiskan malam dengannya.


Ingin sekali Jane terjun dari lantai 15 ini dan kemudian kehilangan semua ingatannya.

__ADS_1


"Selamat pagi, anda memanggil saya, pak?" Sapa Jane dan dia memutuskan untuk berpura-pura lupa tentang semua yang terjadi kemarin lusa dan tidak ada cerita dimana mereka sudah bertemu hingga atasannya harus repot mengembalikan kartu tanda pengenalnya dengan cara seperti ini.


Satya masih diam dan berdiri mengamati seorang karyawan yang kemarin lusa menjadi penghangat diatas ranjangnya. Kepalanya berdenyut kuat mengingat fakta bahwa dia baru saja mengkhianati istrinya yang bahkan baru kembali ke sisi Tuhan belum lama ini.


Satya tidak pernha mengira dia akan menghabiskan malam dengan karyawannya sendiri dan saat ini karyawannya yang bernama Jane itu justru berlagak tidak pernah terjadi apapun diantara mereka.


"Kau kehilangan kartu tanda pengenalmu?" Tanya Satya yang akhirnya bersuara.


Satya menaikkan satu alisnya. Bertanya-tanya dengan sikap yang ditunjukkan oleh wanita di hadapannya ini. "Aku menemukan kartumu." Ujar Satya masih coba memancing reaksi Jane.

__ADS_1


Jane kemudian membuat senyum di wajahnya seolah dia senang dengan ditemukannya kartu tanda pengenalnya itu. Ya, dia senang, tapi tidak dengan malah melibatkannya kembali dengan seorang Satya Adi Hendrawan.


"Benarkah? Wah.. terimakasih, pak." Jane mencoba berseru senang, entah itu terlihat palsu atau tidak. Yang jelas Jane harus segera enyah dari ruangan ini.


Satya mencoba menelisik Jane yang terus saja berpura-pura tidak mengenalinya. "Kau tahu dimana aku menemukannya?"


Jane sedikit terkesiap, namun kemudian dia segera menormalkan wajahnya kembali dan memasang ekspresi bingung seolah dia tidak tahu dimana kartu tanda pengenalnya ditemukan oleh Satya.


"Dimana ya, pak? Saya kehilangan kartu itu kemarin.." Sahut Jane, kebohongan masih terus berlanjut.

__ADS_1


Alis Satya yang hitam dan tebal itu mengkerut melihat sikap Jane yang tak kunjung menyadari bahwa dirinya tengah memancing reaksi dari wanita itu. "Kau benar-benar lupa atau hanya pura-pura?" Kata Satya langsung pada point masalah


Jane menyembunyikan ringisannya ketika dia menunduk. Jelas sekali jika direktur utamanya itu mengingat dirinya. Apalagi dengan kartu tanda pengenalnya yang sepertinya tertinggal di apartemen Satya, dengan mudah pria itu bisa melacak dirinya.


__ADS_2