
Jane berdiri di depan appartemen Sandra, dia kemudian memencet tombol password dari appartemen milik sahabatnya itu yang sudah dia hafal di luar kepala. Dia ingin meminta pendapat dari Sandra sekaligus menceritakan semuanya pada Sandra tentang apa yang terjadi ketika sahabatnya itu juga mabuk.
"San..loe dimana?" Teriak Jane memanggil Sandra.
"Gue di kamar!" Sandra balas berteriak.
Jane kemudian melintasi ruang tengah dan memasuki kamar Sandra. Dia melihat wanita itu sedang berbaring di atas kasurnya dengan nyaman. Sandra memang sedang cuti setelah melakukan perjalanan bisnis keluar negeri menemani atasannya.
Jane menghampiri Sandra dan ikut berbaring di sebelah wanita itu.
"Loe mau cerita apa?" Bak cenayang, Sandra selalu tahu apa yang Jane mau sebelum dia mengatakannya pada Sandra.
Jane menatap langit-langit kamar Sandra yang kali ini menampilkan gambar tumbuh-tumbuhan. Sandra ini memang sangat sering mengganti hiasan di langit-langit kamarnya.
"Gue kemarin abis one nigth stand sama seseorang." Aku Jane pada Sandra.
__ADS_1
Sandra menoleh pada Jane dan mengerutkan alisnya, berpikir. "Kemarin kapan? Jangan-jangan waktu kita ke bar? Kok bisa?"
Jane mendengus mendengar pertanyaan bertubi-tubi yang dilemparkan Sandra. "Bisalah! Gue mabok berat dan loe juga entah kemana!" Cibir Jane.
"Ye.. kok nyalahin gue.. baguslah kalo loe one night stand.. itu artinya elo udah bisa move on dari si ******** Tomy." Timpal Sandra.
Jane mendelik sinis pada sahabatnya itu yang kembali menyebut nama Tomy di hadapannya. "Bagus dari mananya?! Iya kalo gue nggak kenal tuh cowok, abis ONS trus lupa dan gag usah pake basa-basi bakal selese urusan. Lah ini..." Jane menghela nafasnya berat.
"Apa? Loe kenal cowok yang tidur ama loe? Ya tinggal bikin kesepakatan kalo itu cuma sekadar ONS, selese urusan!"
Sandra mengernyit tidak mengerti dengan apa yang sahabatnya ini ucapkan. "Bagus juga, loe bisa ONS lagi ama dia nanti atau pepet aja kalo ganteng dan tajir."
"Sompret loe!" Maki Jane dan menjitak kepala Sandra. "Dia emang tajir dan ganteng.. masalahnya dia udah punya istri dan anak! Loe pikir gue masih bisa tuh ngeliat soal tajir kagaknya dia?"
Sandra langsung terduduk dan menatap Jane dengan terkejut. "Loe jadi pelakor?!"
__ADS_1
Dengan spontan Jane memukul kepala Sandra dengan bantal di kasur itu. "Kagak usah fitnah ya!"
"Lah..elo bilang dia udah punya istri sama anak.. dan elo tidur ama lakinya.. jelas lah elo udah jadi pelakor tingkat pemula." Ujar Sandra.
"Kagak ada gunanya emang ngomong sama loe!" Jane mendengus kesal. "Loe tahu siapa yang tidur ama gue?"
Sandra jelas menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa menebak siapa pria yang dikenal Sandra tapi pria itu tidak kenal Sandra.
"Direktur utama kantor gue." Sambung Jane yang langsung menutup telinganya ketika Sandra berteriak dengan nada tinggi.
"SUMPAH LOE?!"
"Nggak sudah nge-gas, mbak!"
"Ini nggak bener.. loe.. loe tidur sama Satya Adi Hendrawan?!" Sandra masih terkejut dan memegangi dadanya karena tidak pernah mengira Jane tidur dengan lelaki yang sangat hot yang pernah Sandra lihat disekitaran Jakarta ini.
__ADS_1
Jane mengangguk lesu. Ah.. Satya ini memang terkenal. Bahkan sering mengisi sampul majalah bisnis yang selalu tersedia di lobi perusahaan dan selalu habis edisinya ketika muka gantengnya muncul di sampul majalah.